5 Fakta Menarik Taman Bendera Pusaka, Jakarta Selatan

 Hai sobat Mlaqumlaqu. Siapa yang suka mengunjungi taman? Ada yang udah tahu belum kalau Taman Bendera Pusaka yang ada di daerah Kebayoran Baru, Jakarta Selatan udah resmi dibuka untuk umum, lho. FYI nih sob, Taman Bendera Pusaka itu merupakan gabungan dari 3 taman, yaitu taman Ayodya, taman Langsat dan taman Leuseur. Lokasi Taman Bendera Pusaka itu terletak di Jalan Barito I No.31, Kramat Peka, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. 

Taman Bendera Pusaka kini menjadi magnet baru bagi warga Jakarta setelah transformasinya yang luar biasa. Akhir Maret lalu, tepatnya hari Sabtu, tanggal 28 Maret 2026 saya mengikuti walking tour ke Taman Bendera Pusaka yang diadakan oleh Step Into Jakarta, suatu operator jasa pengadaan wisata. Saya mengetahui informasi tentang walking tour tersebut melalui akun instagram @stepintojakarta.
Baca juga: Walking Tour Napak Tilas Bekasi
Taman Bendera Pusaka, Jakarta Selatan. 
Dengan titik kumpul di depan Kafe Sunyi yang kebetulan berada di seberang Taman Bendera Pusaka. FYI nih sobat Mlaqumlaqu, kafe Sunyi ini karyawannya kebanyakan adalah teman tuli. Itulah mengapa di depan kasir terdapat sign board cara memesan makanan dan minuman menggunakan bahasa isyarat untuk mempermudah komunikasi antara teman dengar dengan teman tuli. 

5 Fakta Menarik Taman Bendera Pusaka

Dipandu oleh 2 pemandu kak Indra dan kak Lino, peserta dibagi menjadi dua kelompok. Kebetulan saya berada di grup yang dibawakan oleh kak Lino. Orangnya ramah, talkative dan informatif dalam memandu grup. Selama mengikuti walking tour ini, saya mendapatkan 5 fakta menarik yang perlu sobat Mlaqumlaqu ketahui sebelum berkunjung ke taman yang terletak di Kebayoran Baru ini. Fakta tersebut adalah sebagai berikut:
1. Gabungan dari 3 Taman Legendaris
Taman Bendera Pusaka bukanlah taman baru dari nol, melainkan hasil integrasi cerdas dari tiga taman ikonik yang sudah ada, yaitu Taman Ayodya, Taman Langsat, dan Taman Leuser. Ketiganya kini menyatu menjadi satu kesatuan ruang terbuka hijau (RTH) yang luas dan modern. Dengan luas sebesar 5,6 hektar, taman ini berdekatan dengan kawasan legendaris yang kini sedang hype yaitu kawasan Blok M. 
Taman dengan danau
2. Memiliki Jembatan "Merah Putih" Ikonik
Salah satu daya tarik visual utama taman ini adalah jembatan penghubung bertema Merah Putih. Jembatan ini berfungsi menyatukan area-area yang sebelumnya terpisah oleh jalan raya, sekaligus menjadi spot foto favorit pengunjung karena desainnya yang estetik dan melambangkan semangat nasionalisme. 
Salah satu sudut jembatan Taman Bendera Pusaka. 
Berbeda dengan taman Ecopark Tebet, jembatan Taman Bendera Pusaka ini terbuat dari besi yang dicat dengan warna merah dan putih sesuai dengan namanya. Selain jembatan Merah Putih, di taman ini juga terdapat terowongan yang menghubungkan antar taman yang di bawahnya mengalir air danau. Kami pun mencoba menuruni terowongan tersebut. Memang jaraknya cukup pendek, dan posisi tanahnya sejajar dengan aliran air yang kalau kondisi hujan dan airnya banyak, terowongan tersebut tidak dapat dilalui. 
Baca juga: Rekomendasi Tempat Piknik Asyik Gratis di Taman di Jakarta
Terowongan di Taman Bendera Pusaka

3. Fasilitas Olahraga "Padel" yang Sedang Tren
Berbeda dengan taman kota pada umumnya, Taman Bendera Pusaka menyediakan fasilitas olahraga kekinian, yaitu lapangan Padel. Selain itu, tersedia juga lapangan basket, badminton, serta outdoor gym yang semuanya bisa digunakan oleh masyarakat secara gratis.
Lapangan padel. 
Karena animo masyarakat yang tinggi, lapangan biasanya digunakan dengan sistem antrean langsung di lokasi atau mengikuti jadwal komunitas yang sedang bertugas di sana. Sedangkan untuk jam operasional mengikuti taman yang buka 24 jam, namun disarankan datang pada pagi atau sore hari untuk pencahayaan terbaik. Untuk peralatan juga disarankan membawa raket (paddle) dan bola sendiri, karena ketersediaan peminjaman alat di lokasi masih sangat terbatas
Lapangan basket. 
Bagi pecinta lari atau jalan santai, taman ini menawarkan lintasan lari (jogging track) sepanjang 1,2 kilometer. Jalurnya didesain melintasi pepohonan rindang (area eks-Taman Langsat) dan area danau, memberikan suasana sejuk di tengah hiruk-pikuk Jakarta Selatan.

4. Patung Ibu Fatmawati yang sedang menjahit Bendera Pusaka

Di ujung danau di area eks taman Leuseur terdapat Patung Ibu Fatmawati yang sedang menjahit Bendera Pusaka. Seperti kita ketahui bahwa lokasi taman ini merupakan lokasi tempat Ibu Fatmawati tinggal. Untuk menghormati jasa beliau maka dibuatlah patung beliau di kawasan Taman Bendera Pusaka ini. 
Patung Ibu Fatmawati yang sedang menjahit Bendera Pusaka. 

Danau yang ada patung Ibu Fatmawati. 
Selain itu di taman ini terdapat bunga anggrek yang berwarna putih dan merah muda serta beberapa bunga lain. Berhubung tidak menemukan anggrek yang berwarna merah, maka digunakan anggrek merah muda sebagai cerminan warna bendera kita merah putih. 
Bunga-bunga merah dan putih di area taman. 

Anggrek merah mudah putih. 
5. Ruang Budaya dan Literasi (Amphitheater & Microlibrary)
Taman ini tidak hanya untuk aktivitas fisik, tapi juga edukasi. Jadi selain ada fasilitas untuk berolahraga, juga terdapat Amphitheater untuk pertunjukan seni dan komunitas, serta Microlibrary (perpustakaan mini) bagi pengunjung yang ingin membaca buku dengan suasana tenang di bawah pepohonan.
Amphitheater terbuka di dalam taman

Amphitheater utama Taman Bendera Pusaka
Selain itu juga terdapat ruangan yang dapat digunakan untuk keperluan seperti workshop, seminar dan kegiatan lain. Untuk fasilitas umum lainnya yaitu terdapat tempat-tempat sampah, toilet dan juga mushola. 
Ruang serba guna
Tenant menjual makanan
Setelah revitalisasi menjadi Taman Bendera Pusaka, banyak jajanan hits Barito kini pindah lokasi ke dalam area taman. 
  • Ketan Susu Barito: Camilan manis yang pas untuk mengembalikan energi dengan cepat.
  • Puding Karamel Paman Barito: Penutup yang sangat viral karena teksturnya yang lembut.
  • Susu Murni Bahagia: Minuman segar yang populer di kalangan pengunjung taman setelah berolahraga. 

Rute Transportasi Umum dan Parkir

Taman ini sangat mudah diakses karena lokasinya strategis di Jakarta Selatan, dekat dengan kawasan Blok M Bulungan. Untuk rute transportasi umum, antara lain menggunakan:
  • MRT. Turun di Stasiun MRT Blok M BCA. Dari sana, kita cukup berjalan kaki sekitar 400-500 meter atau lanjut naik ojek daring ke arah Jalan Barito.
  • TransJakarta:
    • Rute S21 (CSW-Ciputat): Turun di pemberhentian Bus Stop Taman Ayodya.
    • Rute 6T (Pasar Minggu-Velbak): Turun di pemberhentian Bus Stop Seberang Barito Park.
    • Rute lain ke Mayestik (1C, 1M, 1Q, 8D, 8E): Turun di Halte Mayestik, lalu jalan kaki sekitar 200 meter.
  • KRL Commuter Line. Turun di Stasiun Kebayoran, lalu lanjut dengan TransJakarta atau transportasi daring sejauh kurang lebih 2 km ke arah taman. 
Kapasitas parkir resmi di area taman cukup terbatas, sehingga pengunjung sangat disarankan menggunakan transportasi publik. Namun, jika membawa kendaraan, berikut opsinya: 
  • Kantong parkir taman. Tersedia di pintu masuk sisi barat (eks area Taman Langsat) dan sisi Taman Ayodya. Parkir untuk motor dan mobil tersedia dengan tarif sekitar Rp3.000 - Rp5.000.
  • Parkir On-Street. Terdapat beberapa titik parkir resmi di sepanjang Jalan Barito I dan sekitarnya yang dikelola oleh petugas parkir resmi Dishub.
  • Parkir gedung terdekat. Sebagai alternatif jika parkir taman penuh, kita bisa memarkirkan kendaraan di Pasar Mayestik atau Blok M Plaza, lalu melanjutkan perjalanan singkat dengan ojek daring atau jalan kaki. 
Walking tour yang dimulai pukul 15.00 ini berlangsung selama kurang lebih 2 jam dengan menelusuri taman dan berakhir di pukul 17.00WIB. Nah sobat Mlaqumlaqu, tertarik untuk bermain padel di Taman Bendera Pusaka ini? 



Tidak ada komentar

Posting Komentar

Hai..Terima kasih sudah mampir di blog saya. Tolong tinggalkan komen dengan bahasa yang santun, No Sara, No Politik.