Hai sobat Mlaqumlaqu. Mencari oase hijau dan tenang di tengah hiruk-pikuk beton kota Jakarta terkadang terasa seperti mencari jarum di tumpukan jerami. Tapi sekarang ini sudah mulai bermunculan ruang-ruang terbuka hijau di sekitaran Jakarta, baik berupa taman-taman atau hutan kota yang sedikit banyak memberikan pengalaman menikmati ruang terbuka dengan pohon-pohonnya.
![]() |
| Pepohonan yang rindang dan angin sepoi-sepoi di Arboretum Manggala Wanabakti. |
Menjelajah Jejak Rimbawan di Museum Kehutanan
![]() |
| Kompleks Manggala Wanabakti. |
Saat melangkah masuk, pengunjung langsung disambut oleh aroma khas kayu dan suasana yang hening. Museum ini sangat kaya akan informasi, mulai dari peta kuno areal hutan jati, alat ukur tradisional rimbawan seperti kompas dan boustolle, hingga berbagai diorama kekayaan flora dan fauna Indonesia.
![]() |
| Museum Kehutanan Ir. Djamaludin Soerjohadikusumo. |
Kilas Sejarah Museum:
Awal Mula. Pembangunan museum ini diprakarsai sejak 18 September 1978 oleh Korps Rimbawan Angkatan '45 dan dipelopori oleh Menteri Kehutanan pertama Indonesia, Bapak Soedjarwo.
Perubahan Nama. Pada 5 Juni 2015, bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, museum ini resmi berganti nama menjadi Museum Kehutanan "Ir. Djamaludin Suryohadikusumo". Penamaan ini merupakan bentuk penghormatan atas dedikasi lebih dari 40 tahun tokoh kehutanan tersebut bagi Indonesia.
Klasifikasi. Saat ini, museum tersebut berstatus sebagai museum khusus (Tipe C) yang didedikasikan sepenuhnya sebagai pusat informasi, dokumentasi, dan edukasi lingkungan hidup.
![]() |
| Pohon kayu jati berasal dari Cepu yang berusia 139 tahun. |
![]() |
| Kayu dari pohon jati tertua berusia 339 tahun berasal dari Blora, Jawa Tengah. |
- Sejarah rimbawan dan perjuangan pasukan wanara
- Peralatan kehutanan
- Visualisasi hutan dan kehutanan
- Hasil kekayaan hutan
- Hasil pengolahan hutan
- Sarana upacara bidang kehutanan
Cara Menuju Lokasi dan Panduan Waktu Berkunjung
Sobat Mlaqumlaqu yang berencana untuk menelusuri sejarah rimbawan di museum ini, pastikan untuk menyesuaikan jadwal karena museum ini tidak beroperasi setiap hari, walaupun tidak berbayar alias gratis.
Senin – Jumat. Buka mulai pukul 08.00 hingga 15.30 WIB.
Sabtu, Minggu, & Libur Nasional. Tutup.
Disarankan untuk berkunjung di pagi hari saat suasana masih sangat segar, atau di sore hari ketika cuaca tidak terlalu panas sehingga setelah puas berkeliling museum, kita bisa langsung bersantai di area hutan kotanya.
Untuk menuju lokasi Museum Kehutanan ini, sobat dapat menggunakan transportasi pribadi ataupun umum. Apabila menggunakan bus Transjakarta, sobat dapat menggunakan bus Transjakarta 1B rute Dukuh Atas Hub-stasiun Palmerah dan berhenti di bus stop depan pintu masuk Komplek Manggala Wanabakti. Sedang kalau menggunakan kereta commuter line naik yang dari arah Rangkasbitung Serpong atau Tanah Abang turun di stasiun Palmerah dan lanjut jalan kaki menuju lokasi museum. 
Halte Transjakarta stasiun Palmerah.
Menyapa Kembali Arborea Cafe Paska Renovasi
Setelah puas menyerap ilmu di museum, langkah kaki secara natural akan terbawa menuju kawasan Arboretum—hutan penelitian yang rimbun di dalam kompleks Kementerian Kehutanan ini. Di sinilah Arborea Cafe berada, di antara pepohonan yang rindang.
Kafe bergaya arsitektur kayu yang instagramable ini sempat menjadi sorotan dan menyisakan duka ketika mengalami musibah kebakaran dan penjarahan akibat dampak demonstrasi massa pada akhir Agustus 2025 lalu. Insiden tersebut menghanguskan sebagian besar fasilitas kafe dan memaksanya tutup sementara. Namun, seperti bibit pohon yang kembali bertunas setelah badai, Arborea Cafe telah bangkit.
Arborea Cafe.
Resmi dibuka kembali pada awal Februari 2026, Arborea Cafe menyajikan wajah yang sedikit berbeda namun tetap mempertahankan jiwa alaminya. 
Pohon yang ditanam Presiden Jokowi.
Transformasi Ruang. Pasca direnovasi, salah satu perubahan yang paling terasa ada di lantai dua. Jika sebelumnya area ini difungsikan sebagai ruangan tertutup (indoor), kini konsepnya diubah menjadi lebih terbuka. Angin sejuk dari pepohonan besar di sekitarnya kini langsung membelai para pengunjung, membuat pengalaman menyesap kopi terasa lebih membumi.

Arborea Cafe lantai 2 dengan konsep open space. Material yang Tetap Hangat. Elemen kayu dan railing besi masih mendominasi bangunan tiga lantai ini. Tangga spiralnya yang ikonik tetap kokoh berdiri, mengundang pengunjung untuk naik ke rooftop dan melihat hamparan tajuk pohon dari ketinggian.
Menu & Suasana. Cita rasa menu andalan seperti aneka kopi lokal dan camilan pastry tidak banyak berubah. Menyeruput es kopi susu sambil mendengarkan gesekan daun jati dan kicau burung di kafe ini benar-benar membuat kita lupa bahwa sedang berada di pusat Jakarta.
![]() |
| Nasi goreng spesial dan jus kedondong. |
Di Kawasan Manggala Wanabakti ini memberikan paket lengkap: wawasan sejarah dan lingkungan yang tak ternilai di Museum Kehutanan, serta penyembuhan batin lewat secangkir kopi di pelukan Arborea Cafe yang kini telah kembali pulih.
Inilah destinasi hidden gem yang sangat layak untuk sobat Mlaqumlaqu kunjungi di akhir pekan (jika hanya ke kafe) atau di sela-sela hari kerja menikmati suasana kerja di tempat berbeda. 
Arborea Cafe yang berada di komplek Arboretum Manggala Wanabakti.









Tidak ada komentar
Posting Komentar
Hai..Terima kasih sudah mampir di blog saya. Tolong tinggalkan komen dengan bahasa yang santun, No Sara, No Politik.