Beda Gaya Beda Vibe, Mana Style Tripmu?

 Hai sobat Mlaqumlaqu. Menikmati perjalanan itu banyak caranya. Ada yang suka sendirian aka solo travelling atau ikut group tour. Ada yang harus sesuai dengan itinerary, ada yang easy going, terserah kemana kaki melangkah. Tergantung suasana hati, isi dompet, atau bisa juga seberapa besar nyali kita buat ketemu orang baru.

Saya sendiri tipe orang yang senang bepergian sendirian. Mau di dalam kota atau di luar kota terbiasa bepergian sendirian. Namun begitu, saya tidak menolak bepergian dengan group tour asal sesuai dengan kebutuhan. Pastinya juga saya akan memastikan bahwa pengelola group tour yang saya ikuti itu terjamin keamanan dan kenyamanannya. 


Jenis-jenis Trip yang Bisa Dicoba

Oiya, sobat. Beberapa tahun belakangan ini saya juga kerap mencoba beberapa jenis trip yang sedang hits. Berikut beberapa jenis trip yang bisa kita coba:

1. Walking Tour: Menghitung Langkah, Menabung Cerita
Walking tour yaitu sistem perjalanan ke satu atau beberapa tempat dengan berjalan kaki. Biasanya fokus ke satu kawasan tertentu, misalnya kota tua atau area bersejarah yang lokasinya searah atau berdekatan.

Kita nggak cuma jalan kaki demi keringat, tapi ada narator (pemandu) yang bakal menceritakan sejarah di balik tembok-tembok kusam atau trotoar yang kita injak. Ini menarik dan menjadi favorit banget buat yang suka eksplorasi dan detil-detil. Durasinya antara 2-3 jam namun ada juga yang lebih dengan jarak tempuh mulai dari 3 kilometer. 

Ikut walking tour ke museum. 
Rasanya seperti masuk ke mesin waktu, tapi tetap kekinian karena biasanya banyak spot foto estetik yang ditemukan secara nggak sengaja. Di Jabodetabek sendiri ada beberapa tour operator yang menjalankan walking tour ini. Sebut saja ada Jakarta Good Guide, Wisata Kreatif Jakarta, Walk Indies, Jakarta Step Into, dan masih banyak lagi. 

Baca juga: Napak Tilas Bekasi

2. Open Trip: Berangkat Asing, Pulang Jadi Bestie
Trip satu ini bisa dicoba untuk kalian yang punya waktu luang tapi teman-teman pada sibuk atau ingin mencoba perjalanan bersama orang-orang yang tidak dikenal. Pada dasarnya Open Trip itu adalah bentuk perjalanan wisata yang dirancang untuk umum, di mana kita bisa bergabung dengan rombongan orang lain, bahkan tanpa saling mengenal sebelumnya, untuk menikmati destinasi yang sama dalam satu itinerary.

Bertemu orang yang tak dikenal di Open Trip. 
Sama seperti walking tour yang juga banyak dibuka oleh penyelenggara wisata. Kita tinggal pilih yang sesuai dan melakukan pendaftaran ke penyelenggara. Serunya, kita bakal berkenalan dengan orang dari berbagai latar belakang. Risiko? Tiap perjalanan pasti ada risikonya. Di Open Trip ini kita harus siap beradaptasi dengan karakter orang yang berbeda-beda yang tidak kita kenal. Menariknya dari trip ini lahir persahabatan baru yang berlanjut ke trip-trip berikutnya.

3. One Day Trip: Kabur Sejenak dari Rutinitas
Trip ini juga pernah saya ikuti. Buat kalian yang bekerja nine to five dan hanya punya waktu luang di akhir pekan, trip ini bisa dicoba untuk sekedar stress release atau kabur dari rutinitas harian. 

One day trip ke Kepulauan Seribu. 
Perjalanan sehari di mana biasanya berangkat pagi-pagi dan pulang sebelum beranjak malam hari. Untuk destinasinya biasanya juga nggak terlalu jauh dari kota domisili, seperti main air ke air terjun di kaki gunung terdekat atau eksplorasi pulau yang tidak terlalu memakan waktu untuk menuju lokasinya.

Kunjungan singkat, padat, namun cukup untuk merecharge energi sebelum kembali pada rutinitas kerja di hari Senin lagi. 

Baca juga: One Day Trip ke Kepulauan Seribu

4. Solo Traveling: It's Time for Yourself
Sobat Mlaqumlaqu, jujur ini jenis perjalanan yang paling saya suka dan merasa "Ini gw banget! " Bisa dibilang Solo Travelling adalah level tertinggi dalam mengenal diri sendiri. Kita yang mengontrol semua perjalanan sendiri.

Kita yang tentukan kapan bangun, makan apa, dan mau berhenti di mana tanpa perlu kompromi. Menurut saya Solo Traveling melatih kemandirian dan intuisi. Kadang terasa sepi, tapi di saat itulah kita benar-benar bisa "mendengar" pikiranmu sendiri sambil menikmati senja di tempat asing. Walau solo travelling tapi kita tidak sendirian. 

Solo travelling ke Jogjakarta. 

Baca juga: Tips Solo Travelling untuk 50+

5. Private Trip: Eksklusivitas Tanpa Batas
Kalau kita tidak terbiasa melakukan perjalanan sendirian atau bercampur dengan orang yang tidak dikenal dan lebih nyaman jalan bareng keluarga kecil atau lingkaran pertemanan inti saja, Private Trip pilihannya. 

Kita pilih travel agent sekaligus tour leadernya khusus untuk grup sendiri. Untuk jadwalnya fleksibel banget, mengikuti permintaan grup. Kalau capek tinggal berhenti, kalau betah bisa lama-lama. Walau terlihat lebih santai, tapi kita harus menyiapkan budget ekstra yang lebih dari perjalanan lainnya. 

Private trip

6. Staycation: Liburan Pindah Kamar
Ada saja orang yang mengira liburan itu harus bepergian jauh, pindah kota. Padahal dengan pindah tempat tidur aja kita masih bisa liburan. Staycation, pesan hotel atau vila yang punya suasana beda, rehat sejenak dari notifikasi pekerjaan, dan nikmati fasilitas yang ada.

Staycation fokus pada kenyamanan dan istirahat total. Tidak perlu bepergian jauh, dari tempat kita menginap kita dapat menikmati liburan. Cocok buat yang lagi ingin sembunyi dari kebisingan dunia tapi nggak mau capek di jalan.

Sobat Mlaqumlaqu, jadi, kira-kira akhir pekan ini kamu mau pilih jenis trip yang mana? Yuk share juga. 








Tidak ada komentar

Posting Komentar

Hai..Terima kasih sudah mampir di blog saya. Tolong tinggalkan komen dengan bahasa yang santun, No Sara, No Politik.