Hai sobat Mlaqumlaqu. Bekasi. Apa yang ada di pikiran kalian kalau mendengar kata Bekasi? Planet lain? Paspor? Panas? Wkwkwk itu sebagian joke tentang Bekasi, sih. Padahal ada juga kok tempat wisata serta bersejarah di Bekasi. Apalagi Bekasi dikenal sebagai kota Patriot.
Nah pada Agustus tahun 2025 lalu, saya berkesempatan mengikuti walking tour napak tilas di Bekasi. Kegiatan walking tour beberapa kali saya ikuti baik yang diadakan di Jakarta atau di kota lain seperti Depok, Bogor atau Tangerang. Untuk kota Bekasi, baru kali ini saya ikut dan penasaran juga seperti apa cerita dibalik tempat-tempat yang akan kami lewati nanti.
 |
| Walking tour napak tilas Bekasi |
 |
| Peserta yang hadir di napak tilas Bekasi |
Walking tour napak tilas yang diadakan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bekasi, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi dan Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Bekasi ini dilaksanakan dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-80 tahun 2025 lalu. Saya dan beberapa rekan Kompasiana mendaftar di acara tersebut. Titik kumpulnya di Alun-alun M. Hasibuan Kota Bekasi, tidak jauh dari stasiun Bekasi yaitu di Jalan Pramuka, Margajaya, Bekasi Selatan.
 |
| Pendopo alun-alun kota Bekasi |
Napak Tilas Perjuangan Rakyat Bekasi
Walking tour ini merupakan rangkaian dari acara Round Trip Vol. 6 Edisi Napak Tilas Perjuangan Rakyat Bekasi, yang menggabungkan jalan santai dan walking tour. Para peserta yang hadir terdiri dari berbagai lapisan masyarakat, mulai dari siswa sekolah, komunitas, jajaran Pemkot hingga para guru. Start di mulai pada pukul 7.30 WIB di Alun alun kota Bekasi yang dibuka oleh Walikota Bekasi Tri Ardhianto.
 |
| Pembukaan walking tour oleh Walikota Bekasi |
Adapun rute dari walking tour napak tilas ini yaitu di mulai dari Alun-alun M. Hasibuan kota Bekasi, Monumen Perjuangan Bekasi, Rumah Tangsi, Masjid Al Barkah, Gedung PMI, Kali Bekasi, Monumen Kali Bekasi dan berakhir di Klenteng Hok Lay Kiong.
Rute sepanjang kurang lebih 5 kilometer itu kami lalui sambil sesekali berhenti untuk mengabadikan tempat bersejarah yang menjadi bagian dari sejarah perjuangan rakyat Bekasi. Walau semalam habis hujan dan jalanan agak becek tapi tidak menyurutkan langkah kaki para peserta.
Dari Alun alun kota Bekasi, peserta menyusuri jalan Veteran dan melewati mesjid Agung Al Barkah. Mesjid ini ternyata merupakan salah satu mesjid tertua di kota Bekasi yang sudah berdiri sejak tahun 1890. Mesjid yang sering dikunjungi karena bernilai sejarah ini, berarsitektur khas Timur Tengah dengan empat menara dengan pintu kayu jati berukiran kaligrafi yang indah. Dari mesjid Agung Al Barkah, kami juga melewati gedung PMI (Palang Merah Indonesia) kota Bekasi yang berada di Jalan Pramuka.
 |
| Mesjid Agung Al Barkah |
 |
| Gedung PMI Bekasi |
Setelah itu kami bergerak menuju selatan melewati Bendung Kali Bekasi di mana terdapat Monumen Kali Bekasi. Kali Bekasi adalah sungai besar yang mengalir dari selatan ke utara, melintasi Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi, bermula dari pertemuan Sungai Cikeas dan Cileungsi di Bogor, dan bermuara di Laut Jawa. Sungai ini penting sebagai sumber air baku dan saluran irigasi, serta menjadi jalur utama di Daerah Aliran Sungai (DAS) Bekasi, melewati titik-titik penting seperti Bendung Bekasi dan wilayah Tambun Utara hingga Babelan.
 |
| Bendung Bekasi |
 |
| Kali Bekasi |
Sayangnya sepanjang walking tour ini berlangsung saya tidak mendapati panitia yang membantu menjelaskan rute-rute yang dilalui. Jadilah saya dan peserta lain saling bertanya dan memberikan info. Sesekali saya mengecek via HP informasi yang saya butuhkan dari nama tempat yang kami lewati.
Setelah setengah perjalanan, kami menjumpai Klenteng Hok Lay Kiong yang berada di Jalan Kenari, Margahayu, kota Bekasi Timur. Di usianya yang mencapai 300 tahun ini, Klenteng Hok Lay Kiong menjadi klenteng tertua di wilayah Bekasi dan masih berdiri kokoh dan dikunjungi baik oleh jemaahnya maupun wisatawan.
 |
| Tampak depan Klenteng Hok Lay Kiong |
 |
Pintu gerbang menuju klenteng Hok Lay Kiong
|
Sejak awal berdirinya, Klenteng Hok Lay Kiong telah beberapa kali mengalami renovasi. Banyak ruangan dan fasilitas yang ditambah untuk lebih mempercantik klenteng yang didominasi warna merah dan emas itu dan ornamen patung naga di beberapa tempat di dalam dan luar klenteng.
Rute walking tour berakhir di Monumen Kali Bekasi yang sayangnya nyaris tidak terawat. Banyak bagian-bagian dari tugu yang terbuat dari besi hilang. Monumen Kali Bekasi merupakan monumen perjuangan yang didirikan pada tahun 1955. Berlokasi di Jalan Ir. H. Juanda, Bekasi Selatan, menandai lokasi pertempuran berdarah di 19 Oktober 1945 di mana rakyat Bekasi melawan sedikitnya 90 tentara Jepang dan menjadikan kota Bekasi sebagai Kota Patriot.
 |
| Peserta walking tour mengunjungi Monumen Kali Bekasi. |
Dengan lokasi yang berada di tepi kali Bekasi, berdekatan dengan jembatan rel stasiun Bekasi. Banyak bagian-bagian dari monumen ini yang terbuat dari plat tembaga hilang, hingga membuat bagian bawah bolong, jadi tidak indah dipandang. Monumen yang menjadi simbol perjuangan, perdamaian, cinta kasih dan keberanian rakyat Bekasi ini juga sering menjadi tempat menabur bunga dalam rangka memberikan penghormatan bagi para pejuang.
 |
| Monumen Kali Bekasi |
Melihat kondisi tersebut, sudah seharusnya menjadi perhatian Pemkot Bekasi untuk membenahi dan memperhatikan Monumen Kali Bekasi yang menjadi saksi sejarah perjuangan tentara rakyat Bekasi dalam mendukung kemerdekaan Indonesia.
Tidak ada komentar
Posting Komentar
Hai..Terima kasih sudah mampir di blog saya. Tolong tinggalkan komen dengan bahasa yang santun, No Sara, No Politik.