Nyoba Kulineran di Stasiun Gambir, Ada Apa Aja?

 Hai sobat Mlaqumlaqu. Masih suasana Lebaran, nih. Ada yang mudik aka pulang kampung pakai kereta? Berangkatnya dari stasiun mana, nih? Untuk wilayah Jakarta, pasti kalau ngga dari stasiun Gambir, Pasar Senen atau Jatinegara, ya. 

Nah ngomongin stasiun nih. Ternyata stasiun bukan cuma jadi tempat kita berpindah lokasi menggunakan kereta tapi bisa juga jadi tempat wisata kuliner. Kok bisa? Yup. Di stasiun, salah satu fasilitas yang tersedia yaitu adanya tenant penjual makanan. Jadi calon penumpang kereta dapat membeli makanan sebelum melanjutkan perjalanan. 

Stasiun Gambir

Baca juga: Rekomendasi Film Layak Tonton di Perjalanan

Walaupun di kereta juga tersedia restorasi atau kereta makan, tapi banyak juga calon penumpang yang membeli makanan atau oleh-oleh dari luar kereta untuk dimakan selama perjalanan atau untuk dibawa ke tempat tujuan. Enaknya lagi beberapa tenant bahkan buka 24 jam, jadi yang baru tiba di stasiun Gambir tengah malam atau pagi buta dan merasa lapar tetap bisa membeli makan atau minum di stasiun. 

Kulineran di stasiun Gambir, Ada apa aja? 

Di wilayah Daerah Operasional PT KAI Jakarta, terdapat 3 stasiun besar yang dijadikan tempat pemberangkatan utama kereta dari dan ke berbagai jurusan di pulau Jawa. Ke tiga stasiun tersebut yaitu stasiun Gambir di Jakarta Pusat, stasiun Pasar Senen juga di Jakarta Pusat dan stasiun Jatinegara di Jakarta Timur. 

Selain fasilitas ruang tunggu pengunjung dan calon penumpang, stasiun juga menyediakan fasilitas toilet, mushola, ruang laktasi, loker penyimpanan, ruang bersih-bersih, area parkir, juga menyediakan tenant-tenant penjual makanan. Di stasiun Gambir bahkan juga menyediakan fasilitas penginapan yang berada di lantai 2 gedung stasiun. 

Pintu masuk boarding stasiun Gambir

Suasana di stasiun Gambir
Stasiun Gambir sekarang ini sudah jauh berbeda dengan stasiun di jaman saya masih kuliah dulu. Di tahun 90-an, saya rutin bolak balik Jakarta-Jogjakarta menggunakan kereta dan biasanya saya berangkat atau turun di stasiun Gambir karena lebih dekat dengan rumah orang tua saya di wilayah Bendungan Hilir atau Benhil. Hampir tiap 2-3 bulan sekali saya rutin menggunakan jasa kereta untuk pulang dan pergi Jakarta Jogjakarta. 

Bisa dibilang kereta tuh jadi transportasi favorit saya untuk bepergian. Selain karena ketepatan waktu juga karena kenyamanannya. Saya yang sering mabok di perjalanan merasa lebih myaman menggunakan kereta ketika bepergian jauh. Di samping itu pemandangan sepanjang perjalanan membuat saya merasa rileks. 

Tenant kuliner dari sisi luar stasiun Gambir

Tenant kuliner di dalam stasiun Gambir

Oiya, sobat Mlaqumlaqu. Ketika menunggu waktu boarding kereta biasanya saya suka membeli cemilan atau minuman untuk di perjalanan. Nah di stasiun Gambir tuh banyak sekali tenant-tenant yang menjual aneka makanan dan minuman. Bahkan untuk sekedar berkunjung stasiun Gambir cukup nyaman untuk kita mencicipi aneka kuliner yang ada. 

Beberapa waktu lalu saya berkesempatan kembali mengunjungi stasiun Gambir. Bukan untuk bepergian, tapi untuk mencari makan siang sambil menunggu jeda acara berikutnya yang kebetulan berlokasi di Galeri Nasional, persis di seberang stasiun Gambir. Berhubung di lokasi acara tidak ada penjual makanan, saya pun berinisiatif untuk menyebrang ke stasiun Gambir. Pikir saya di sana pasti ada banyak tenant kuliner yang bisa saya kunjungi. 

Pintu masuk Selatan stasiun Gambir
Nyebrang dari Galeri Nasional, saya memasuki area stasiun melalui pintu sebelah blabla. Dari luar sudah terlihat ada Indomaret dan Alfamart, masuk ke dalam tampak deretan tenant-tenant kuliner. Mulai dari fast food, makanan tradisional, kafe-kafe baik yang jaringan internasional maupun lokal, pusat oleh-oleh hingga mini market yang menjual aneka keperluan selama perjalanan. 

Nyicip Soto Betawi dan Es Teh Leci Loco Cafe

Sambil berjalan melewati deretan tenant-tenant, saya lirik jam tangan sudah menunjukkan pukul 12.15 WIB. Wah udah waktunya makan siang, nih. Diantara deretan tenant, netra saya tertuju pada satu tenant yaitu Loco Cafe. Teringat beberapa tahun lalu saya mengantar salah satu teman yang hendak kembali ke Bandung. Sambil menunggu boarding, kami ngobrol di Loco Cafe ini. 

Loco Cafe di dalam stasiun Gambir

Akhirnya saya putuskan untuk makan siang di Loco Cafe. Memasuki ruangan terdapat 3-4 meja di pinggir kanan dan meja kasir di sebelah kiri dengan beberapa pengunjung dan staf kafe. Masuk ke dalam, terdapat ruangan lagi dengan jumlah meja dan kursi yang lebih banyak dari area depan. Saya pun mengambil posisi di salah satu sudut dan meminta daftar menu pada salah satu stafnya. 
Ruang dalam Loco Cafe stasiun Gambir

Nasi soto Betawi dan es teh leci Loco Cafe stasiun Gambir
Selain ruangan ini, di bagian lain tersedia ruangan out door yang diperuntukkan bagi perokok. Berhubung lapar banget, setelah melihat menu, saya memilih soto Betawi dan es teh leci, rasanya cocok di udara yang saat itu lagi panas-panasnya. Tidak membutuhkan waktu lama pesanan saya pun tiba. 
Loco Cafe stasiun Gambir

Kopi Loco gula aren. 

Selain menu makanan berat, seperti soto Betawi yang saya pesan, juga ada kudapan seperti pisang goreng, dan tentunya menu kopi untuk minumannya. Saya sempatkan juga mencicipi kopi signature Loco Cafe yaitu Kopi Loco Gula Aren. 
Loco Cafe di dekat pintu masuk stasiun Gambir

Gedung stasiun Gambir yang terdiri dari 3 lantai ini termasuk stasiun yang lengkap fasilitasnya. Di lantai dasar selain ruang tunggu yang nyaman dengan booth stop kontak atau charging area, juga terdapat fasilitas toilet dan loker penyimpanan barang. Untuk di lantai 2 masih tersedia juga tenant makanan, shower dan locker juga hotel transit. 
Lantai 2 stasiun Gambir

Fasilitas hotel transit dan shower locker di stasiun Gambir

Dengan fasilitas tersebut, stasiun Gambir bisa menjadi salah satu alternatif wisata kuliner sambil menunggu perjalanan berikutnya. Next mungkin bisa juga nyoba kulineran di stasiun lainnya lagi, seperti Pasar Senen atau di kota lain. 
Mesjid At Tanwir di stasiun Gambir

Area parkir




    


Tidak ada komentar

Posting Komentar

Hai..Terima kasih sudah mampir di blog saya. Tolong tinggalkan komen dengan bahasa yang santun, No Sara, No Politik.