Hai sobat Mlaqumlaqu. Sebagai penikmat film baik film lokal maupun luar, saya tidak pernah hanya sekadar menikmati jalinan ceritanya, akting pemainnya atau musik soundtracknya. Mata saya sering kali mencuri pandang pada latar belakang lokasi film tersebut, perbukitan yang berkabut, sudut kota tua yang sunyi, atau riuhnya kafe di tepi jalan. Sering kali saya berbisik dalam hati, “Suatu hari nanti, saya harus bisa melangkah di sana.”
Bagi seorang pencinta film sekaligus penjelajah, mendatangi lokasi syuting film favorit—atau yang kini populer dengan istilah set-jetting—bukan sekadar liburan biasa. Ini adalah perjalanan magis untuk membuktikan bahwa keindahan yang selama ini kita kagumi lewat layar kaca, ternyata benar-benar nyata dan bisa kita pijak.
Baca juga: Berkunjung ke Kedutaan dan Pusat Kebudayaan Negara Asing
Mlaqumlaqu Menjejak Tanah Sinema
Ada beberapa film luar yang latar lokasinya memberikan impresi tersendiri bagi saya. Sebut saja film Lord of The Rings, Harry Potter yang menyajikan keindahan alam yang menjadi lokasi syuting filmnya. Berikut rekomendasi lokasi di negara yang menawarkan pengalaman luar biasa untuk masuk ke dalam dunia sinema.
1. Selandia Baru: Menjelajahi Keindahan Magis Middle-earth
Bicara soal lokasi film, mustahil tidak menempatkan Selandia Baru di daftar teratas. Negara ini adalah perwujudan nyata dari fantasi. Ketika sutradara Peter Jackson memilih tanah kelahirannya sebagai lokasi syuting trilogi The Lord of the Rings dan The Hobbit, beliau bukan hanya membuat film, tetapi juga mengubah lanskap pariwisata negara ini selamanya.
![]() |
| Credit: Hobbiton Tours |
Sementara di South Island, kemegahan Taman Nasional Fiordland dan Danau Wakatipu akan langsung mengingatkan kita pada lanskap megah kerajaan Rohan dan Gondor. Di sini, alam berbicara lewat kesunyiannya yang magis.
2. Swedia: Menapaki Jejak Sinema Klasik dan Sudut Estetik Nordik
Bagi penikmat film dengan cita rasa yang lebih puitis, mendalam, atau bahkan menyukai misteri, Swedia adalah destinasi yang memikat. Negara Nordik ini menawarkan atmosfer visual yang sangat kuat berupa perpaduan melankoli, arsitektur fungsional, dan alam yang tenang.
Salah satu titik mula terbaik adalah Filmstaden di Solna, pinggiran kota Stockholm. Tempat ini adalah Hollywood-nya Swedia di masa lalu, tempat sutradara legendaris dunia sekelas Ingmar Bergman melahirkan karya-karya mahakaryanya. Berjalan di kawasan ini terasa seperti menghirup kembali udara masa kejayaan sinema hitam-putih Eropa.
![]() |
| Credit: Filmstadens Kultur |
3. Inggris & Skotlandia: Berburu Nuansa Gotik dan Sihir yang Nyata
Inggris Raya adalah tanah suci bagi para penggemar kisah-kisah bernuansa klasik, misteri detektif, hingga dunia sihir. Salah satu magnet terbesarnya, tentu saja, adalah semesta Harry Potter. Siapa di sini yang bahkan menonton film Harry Potter berulang kali saking terpesonanya dengan latar lokasinya?
Lupakan sejenak studio replika, karena keajaiban yang sebenarnya ada di lokasi aslinya. Di London, kita bisa berjalan menyusuri Leadenhall Market yang atap strukturnya bergaya Victorian menjadi inspirasi bagi Dragon Alley. Namun, petualangan sinematik yang sesungguhnya akan kita rasakan saat bergeser ke arah utara, menuju dataran tinggi Skotlandia.
![]() |
| Credit: Expedia.co.id |
Skotlandia, dengan kastil-kastil tuanya yang dramatis dan kabut yang menggantung rendah, selalu sukses menghidupkan film-film kolosal bernuansa gotik dan historis.
Tips Movie Tour Sendiri Secara Santai
Melakukan perjalanan berdasarkan lokasi film tidak harus melelahkan atau mengikuti paket tur yang kaku. Sobat Mlaqumlaqu bisa menikmatinya dengan ritme sendiri. Lakukan beberapa tips berikut dan enjoy the journey.
- Riset Koordinat, Bukan Cuma Nama Tempat. Beberapa lokasi syuting di alam liar tidak memiliki alamat jalan yang jelas. Gunakan situs seperti Movie-Locations.com atau forum komunitas film untuk menemukan titik koordinat Google Maps yang tepat.
- Cetak atau Simpan Potongan Adegan (Screenshot). Saat sudah sampai di lokasi, buka ponsel l dan cocokkan sudut pandang (angle) foto kita dengan potongan adegan di film. Proses "pembuktian" visual ini adalah salah satu bagian paling seru dari set-jetting.
- Resapi Atmosfernya, Simpan Kameramu Sejenak. Setelah puas mengambil foto, duduklah sejenak. Rasakan embusan anginnya, dengarkan suaranya, dan nikmati momen bahwa akhirnya berdiri di tempat yang dulu hanya berupa impian di balik layar kaca.
Nah sobat Mlaqumlaqu, mendatangi tempat-tempat ini mengingatkan kita bahwa dunia ini begitu luas dan penuh dengan cerita. Film-film itu hanyalah pintu gerbang kecil, sedangkan langkah kaki kita adalah penjelajah yang sesungguhnya.
Jika ada satu film yang paling ingin sobat datangi lokasi aslinya, film apakah itu? Yuk, bagikan ceritanya di kolom komentar!



Tidak ada komentar
Posting Komentar
Hai..Terima kasih sudah mampir di blog saya. Tolong tinggalkan komen dengan bahasa yang santun, No Sara, No Politik.