Pengalaman Susur Sungai Ciliwung BKB (Banjir Kanal Barat)

 Hai sobat Mlaqumlaqu. Bagi sebagian besar orang, Sungai Ciliwung mungkin hanya terlihat sebagai garis kecokelatan yang menjulur di antara kepungan beton, atau sekadar obrolan musiman saat musim hujan tiba. 

Selintas kita memandanginya dengan buru-buru dari balik kaca jendela kereta CommuterLine atau dari atas jembatan layang yang macet. Sering kali pula dengan dahi berkerut menahan aroma atau tumpukan visual yang tak sedap. 

Namun, di balik stigma yang telanjur melekat itu, sungai ini adalah saksi bisu yang tetap setia mengalir, menyimpan denyut kehidupan yang rapuh sekaligus tangguh di jantung ibu kota. Melihat sungai lebih dekat, saya menyadari bahwa itu bukan sebagai masalah, melainkan sebagai bagian dari rumah kita, yang menjadi sebuah pengingat bahwa di balik wajah Jakarta yang serbabcepat, ada aliran air yang sedang berjuang keras untuk kembali bernapas dan kembali dicintai oleh warganya.

Suatu Senja Susuri Sungai Ciliwung

Di tengah riuh rendahnya klakson dan kepungan gedung pencakar langit Jakarta, ada sebuah sisi lain yang jarang terjamah: denyut nadi Sungai Ciliwung di kala senja. Suatu kesempatan yang jarang terjadi kini singgah di hadapan, Susur Sungai Ciliwung atau Ciliwung River Adventure. 

Mendapatkan info dari teman dan langsung membuka instagram @sobatair.jakarta yang mengadakan kegiatan susur sungai Ciliwung. Tanpa menunggu lama, saya langsung mengklik form pendaftaran dan mengisinya. 

Saya pilih di hari Minggu, 28 Juni lalu, di pukul 17.30 WIB,  dan inilah petualangan tidak biasa dimulai. Mengambil titik awal dari samping Stasiun BNI City, kegiatan Susur Sungai Ciliwung Adventure garapan Sobat Air Jakarta sukses menyuguhkan pengalaman pertama sekaligus membuka mata.

Waktu menunjukkan pukul 17.30 WIB ketika perahu mulai bergerak membelah riak air Ciliwung. Memulai perjalanan dari area Stasiun BNI City, memberikan sensasi kontras yang luar biasa. Di atas sana, di hari kerja ketika para pekerja ibu kota bergegas pulang berkejaran dengan waktu, sementara di bawah sini, waktu seolah melambat.

Pilihan waktu di sore menjelang malam (sunset trip) ini adalah sebuah keputusan yang tepat. Matahari yang perlahan turun memantulkan warna jingga keemasan pada permukaan air sungai, berpadu apik dengan lampu-lampu gedung tinggi yang mulai menyala satu per satu. Lanskap Jakarta yang biasanya terasa bising dan kaku, mendadak berubah menjadi sinematik dan puitis dari sudut pandang permukaan sungai. Meluncur di bawah jembatan-jembatan beton besar memberikan perspektif baru yang megah sekaligus syahdu.

Mengenal Sobat Air Jakarta dan Misi "Ciliwung Adventure"

Petualangan ini bukan sekadar wisata edukasi air biasa. Kegiatan ini digagas oleh Sobat Air Jakarta, sebuah komunitas dan gerakan kepemudaan yang peduli terhadap kelestarian sumber daya air dan lingkungan sungai di Jakarta.

Melalui program Ciliwung Adventure, Sobat Air Jakarta ingin mengubah stigma masyarakat terhadap Sungai Ciliwung. Jika selama ini Ciliwung kerap diidentikkan dengan tumpukan sampah, banjir, dan kekumuhan, Ciliwung Adventure hadir untuk membuktikan bahwa sungai ini memiliki potensi wisata edukasi yang luar biasa jika dirawat bersama.

Ciliwung Adventure adalah inisiatif edutainment (edukasi dan hiburan) yang mengajak warga perkotaan untuk berinteraksi langsung dengan sungai. Tujuannya adalah menumbuhkan rasa kepemilikan (sense of belonging) masyarakat terhadap Ciliwung. Logikanya sederhana: tak kenal maka tak sayang. Dengan mengajak orang-orang menyusuri sungai, mereka akan melihat langsung keindahan tersembunyi sekaligus urgensi untuk menjaga kebersihannya.

Sepanjang susur sungai, pemandu dari Sobat Air Jakarta tidak pelit berbagi cerita. Kami disuguhi informasi mengenai sejarah aliran sungai ini, vegetasi yang masih bertahan di pinggiran koridor sungai, hingga tantangan lingkungan yang dihadapi Jakarta saat ini.

Sensasi magis semakin terasa saat hari beranjak gelap. Gemercik air, embusan angin malam, kepakan sayap burung walet liar dan siluet gedung-gedung Sudirman-Thamrin menciptakan harmoni yang langka. Pengalaman ini memberikan ruang bagi para peserta untuk sejenak rehat dari kepenatan urban, sekaligus menjadi momen refleksi mendalam tentang pentingnya menjaga ruang biru (perairan) di tengah hutan beton.

Menutup perjalanan malam itu, ada rasa kagum sekaligus harapan yang tertinggal. Susur Sungai Ciliwung Adventure bersama Sobat Air Jakarta berhasil membuktikan bahwa petualangan epik tidak perlu dicari jauh ke luar kota. Ia ada di sini, di jantung Jakarta, menunggu kita untuk kembali peduli dan menjaga apa yang tersisa.