Pengalaman Seru River Tubing di Sungai Cikondang Purwakarta

 Hai sobat Mlaqumlaqu. Di tengah kesibukan aktifitas kita sehari-hari, kadang yang kita butuhkan bukan sekadar liburan, tapi pelarian singkat dari riuhnya kendaraan bermotor dan layar monitor. Melipir sejenak ke luar kota, ke lokasi yang mungkin sedikit berbeda bisa menjadi solusi. 

Sebut saja, Purwakarta, yang selalu punya cara unik untuk mengejutkan saya. Saat banyak orang berbondong-bondong ke Bandung, ke tempat wisata yang viral, justru langkah kaki membawa saya ke sebuah sudut tersembunyi di Desa Raharja, Purwakarta. 

River tubing di sungai Cikondang, Purwakarta
River tubing di Sungai Cikondang, Purwakarta

Di sana, suara bising kota digantikan oleh gemericik air sungai dan aroma tanah basah yang menenangkan. Belum lagi hijaunya area persawahan dan perkebunan serta udaranya yang masih segar. Purwakarta bukan cuma Sate Maranggi, ada satu aktifitas yang memicu adrenalin yang sayang dilewatkan. Siapkan baju ganti kalian, karena kali ini kita akan basah-basahan di Sungai Cikondang!

Dari stasiun Cikarang menuju Purwakarta

Sabtu (17/01) pagi, dari stasiun Cikarang saya bergegas menaiki kereta Walahar menuju Purwakarta. Kereta lokal ini melayani jurusan stasiun Cikarang hingga stasiun Purwakarta dan berhenti di 10 stasiun, mulai dari stasiun Cikarang (CKR), Lemahabang (LMB) , Kedunggedeh (KDH) , Karawang (KW) , Klari (KLI) , Kosambi (KOS) , Dawuan (DWN) , Cikampek (CKP), Cibungur (CBG) dan berakhir di stasiun Purwakarta (PWK). 

Jadwal keberangkatan yang saya naiki yaitu jam 07.48 WIB, tiba di stasiun Purwakarta pukul 09.36 jadi memakan waktu sekitar 1 jam 48 menit. Walau termasuk kereta lokal dengan jenis kursi tegak lurus, tapi cukup nyaman karena berpendingin udara (AC) serta terdapat colokan untuk mengisi daya gawai kita juga terdapat toilet. Perjalanan pun cukup lancar dengan pemandangan persawahan hijau membentang. 

Di kereta Walahar, Purwakarta
Di kereta Walahar menuju stasiun Purwakarta

Untuk tiket kereta Walahar ini tidak menyediakan nomor kursi. Jadi kita bebas memilih di gerbong dan kursi mana kita akan duduk. Yah istilahnya SCDD yaitu Siapa Cepat Dia Dapat. Apalagi kalo kita mengincar spot kursi dekat jendela, jadi yah harus standby awal supaya kebagian. Untuk tiket, better beli jauh-jauh hari via apk KAI Access, cuma Rp4.000,- sangat terjangkau, kan? 

Tiket kereta Walahar, Purwakarta
Tiket kereta Walahar

Jarak tempuh yang kurang dari 2 jam ini tidak terasa. Apalagi saat itu saya juga bersama teman-teman dari Kompasiana. Oiya, walaupun kereta Walahar ini termasuk kereta commuter line, tapi jenis rangkaian gerbongnya seperti kereta jarak jauh. Para penumpang diperbolehkan makan dan minum di dalam kereta, sama seperti rangkaian kereta jurusan Rangkasbitung - Merak. 

Sampai di stasiun Purwakarta, Kompasianer Purwakarta Mira dan kang Soni siap menjemput dan mengantar kami ke lokasi tujuan utama kami yaitu river tubing di Sungai Cikondang dan Kampung Wisata Parakanceuri. Dengan menggunakan mobil Hiace, kami menuju lokasi, tapi sebelumnya kami bertemu dengan Bapak Dodi Samsul Bahri selaku Kepala Bidang Pariwisata, Purwakarta. Beliau menyambut hangat kedatangan kami di pendopo Balaikota Purwakarta. 

Disambut Pak Dodi, KaBid Pariwisata Purwakarta. 

Selesai bertemu Pak Dodi, kami melanjutkan ke destinasi pertama yaitu river tubing di Sungai Cikondang. Oiya sobat Mlaqumlaqu, tau ngga apa sih bedanya dengan arung jeram atau rafting? Kalau river tubing itu aktivitas rekreasi atau olahraga air menyusuri sungai menggunakan ban dalam mobil sebagai alat apung individual. Seringkali mengalir mengikuti arus sungai yang tenang hingga deras. Berbeda dengan arung jeram (rafting) yang berkelompok, river tubing dilakukan sendirian menggunakan ban serta mengenakan pelampung dan helm untuk keamanan. Adapun operator yang menangani river tubing kami yaitu dari Ngaprakriver Adventure yang memang sudah berpengalaman. 

River Tubing: Menjajal Derasnya Arus Sungai Cikondang

River tubing yang kami lakukan yaitu di aliran Sungai Cikondang, di Kampung Tanjaknangsi, Desa Raharja, Kecamatan Wanayasa, Purwakarta dan berada di bawah kaki Gunung Burangrang. Udaranya sejuk, dikelilingi oleh area perkebunan dan persawahan. Waktu tempuh dari pendopo Balaikota Purwakarta tadi menuju base camp Ngaprakriver sekitar 45 menit dengan kondisi jalan yang lancar dan mulus. Walau berkelok-kelok naik turun, tapi tidak terasa karena disuguhi pemandangan persawahan, perumahan dan perbukitan yang indah. 

Di base camp Ngaprakriver

Tiba di base camp, kami diarahkan untuk berganti baju dan mengenakan rompi pelampung serta helm untuk prosedur keamanan. Pihak operator juga menyarankan kami untuk tidak membawa perangkat gawai kami, dikhawatirkan akan terbentur batu atau tercebur ke sungai. Bagaimana pun untuk dokumentasi pihak operator sudah menyediakan tim untuk mendokumentasikan selama kami berkegiatan di sungai. Jadi momen seru selama river tubing tetap akan tercapture dengan baik. 

Briefing sebelum main air. 

Dari base camp menuju lokasi river tubing berjarak sekitar 1 km dan kami menaiki mobil bak terbuka menuju ke sana. Jalanan yang menurun membuat adrenalin kami terpacu terlebih dulu bahkan sebelum kami bermain river tubing. Setibanya di lokasi, sudah menunggu tim ranger atau penjaga dan memberikan kami arahan serta beberapa tips selama melakukan river tubing seperti cara duduk, posisi tangan, juga tidak lupa berdoa bersama. 

Menyusuri pematang sawah menuju lokasi river tubing. 

Menuju lokasi sungai, kami masih harus menuruni jalan melewati pematang sawah. Di sini kita harus konsentrasi dan hati-hati karena kebetulan saat itu cuaca habis hujan jadi agak licin dan becek tapi ngga ada ojek. Belum lagi masih membawa ban yang akan digunakan di sungai. Eh tapi kalo saya ngga bawa ban, takut kepleset keberatan bawanya. Untungnya petugas dari Ngaprakriver bersedia membawakan ban sampai sungai, jadi aman deh. 

Mulai menghadapi arus deras

Nyangkut di bebatuan

Setiba di sungai, terlihat aliran air yang cukup deras. Walau tidak terlalu dalam sekitar 1 meter tapi tetap aja harus waspada dan mengenakan rompi pelampung. Satu persatu kami pun menuruni sungai dengan duduk di ban seperti yang diarahkan sebelumnya. Air sungai yang jernih dan terasa dingin menyegarkan semangat serta memicu adrenalin kami. 

Serunya menjajal river tubing sungai Cikondang. 

Berhadapan dengan arus deras. 
Perjalanan river tubing ini mengambil jenis short trip dengan jarak 500 meter atau sekitar 30 menit. Walau terlihat pendek tapi banyak dari kami yang tersangkut batu sungai, tapi tenang aja ada petugas yang siap membantu. Jarak 500 meter dan waktu tempuh 30 menit rasanya sebentar, tapi seru dan menantang banget. Untungnya saya ngga sampai yang terbalik bannya dan kejebur sungai, tapi tetep aja basah kuyup pas menuruni arus yang cukup deras. But it was fun!! Seru banget!! 

Bersama Kompasianer menjajal river tubing. 

Sayangnya waktu berlalu begitu cepat. Sampai di tujuan akhir, kami pun bergegas kembali ke lokasi awal tempat mobil bak terbuka membawa kami ke base camp. Lagi-lagi kami harus menyusuri pematang sawah, tapi kali ini tidak ada yang membawa ban. Jadilah kami berfoto-foto di sepanjang jalan pematang sawah. 

Kembali menyusuri persawahan. 

Tidak lupa foto beramai-ramai. 

Ngga terasa, perut pun mulai keroncongan minta diisi. Ditambah lagi hujan dan baju kami semua basah kuyup, menambah rasa lapar. Segera setelah berganti pakaian kami menuntaskan rasa lapar dengan makan nasi liwet dengan alas daun pisang ditemani lalapan ketimun, labu siam, terong hijau, kemangi, tahu, tempe dan ikan asin goreng serta tentu saja sambal terasi. Sedapnyeee.. Apalagi posisi kami makan di saung dengan pemandangan persawahan dan gunung Burangrang di kejauhan. Nikmat mana lagi yang kami dustakan? Alhamdulillah.
Makan siang botram. 

Nasi liwet dan teman-temannya. 
Short trip kali ini benar-benar berkesan dan menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Bahkan rasanya pengen balik lagi menjajal long trip dengan jarak sepanjang 3 kilometer atau sekitar 3 jam. Namun begitu kita tidak boleh melupakan persiapan sebelum melakukan kegiatan river tubing dan apa saja yang harus diperhatikan. 

List paket trip Ngaprakriver

Berikut tips mengikuti kegiatan river tubing:

  • Pilih operator yang terpercaya yang memiliki ijin, pemandu berpengalaman dan peralatan yang terawat
  • Kenakan pakaian yang nyaman, cepat kering dan tidak berbahan tebal seperti jeans karena akan berat pada saat basah
  • Untuk alas kaki disarankan sandal gunung atau sepatu yang tidak licin
  • Kenakan selalu rompi pelampung dan helm pengaman
  • Titipkan barang bawaan pada petugas operator
  • Aplikasikan sun block ke kulit untuk melindungi dari sinar UV matahari
  • Simak briefing dan ikuti arahan pemandu
So sobat Mlaqumlaqu, tertarik untuk short trip ke Purwakarta dan menjajal river tubing di arus sungai Cikondang? 











11 komentar

  1. Kalo deket aku tertarik bangeeet, sayangnya jauuh butuh2 jam (terbang tapi...)
    Mana ada lewat sawah2nya lagi...
    Di Medan ada juga sih river tubing, tepatnya di bukit lawang, lokasi konservasi orang utan. Jdi ada yang paket lengkap, abis hiking / treking trus lanjut nganyut pake rangkaian roda. Jadi dari titik awal kita treking ke hutan kan nanjak tuh, nah kembalinya ke titik awal pake river tubing. Seru emang main air tuh...

    Yang bikin makin seru di Pulau Jawa itu Kereta Api udh awam, kalo disini ngga ada huhuhu

    BalasHapus
  2. Asyik banget mbak, naik di band dalam dan "hanyut" mengikuti aliran sungai, dan ada kemungkinan nyangkut di bebatuan pula.
    Abis river tubing dilanjut makan bersama, dengan lauk dan pemandangan sekitar yang sedap.

    BalasHapus
  3. Ya ampun seru banget Mbak. Mulai dari naik komuter bareng, ngerasain 30 menit tubing, melewati persawahan, dan ditutup dengan makan bareng (baca: makan rebutan) terus seseruan foto bersama. Beneran serangkaian kegiatan yang gak bakalan terlupakan itu sih. Etapi menurutku berani juga loh. Secara lagi musim hujan. Biasanya debit air lebih tinggi dari biasanya. Airnya pun lebih pekat. Jadi inget jaman saya masih doyan main tubbing dan rafting di Sukabumi. Dan pernah hanyut berkilo-kilo karena air deras.

    BalasHapus
  4. Wah senengnya bisa gabung dengan acara Kompasiana
    Saya pernah ikut acara Kompasiana -Danone, ada sesi river tubing
    Tapi gak tau kenapa kok saya gak ikutan
    padahal ternyata asyik banget ya

    BalasHapus
  5. Seru banget deh, selain menghibur juga menantang banget. Cocok banget buat seru-seruan sama teman atau keluarga.

    BalasHapus
  6. Bener2 healing sejenak, apalagi aktivitas river tubing ini memacu adrenalin. Kita bener2 ditantang untuk aktivitas adventure ini. Menegangkan tapi seru, basah-basahan, sampe nyanhkut di bebatuan :D

    BalasHapus
  7. Saya kira tubing di aliran sungai yang tenang ternyata cukup deras dan menantang juga ya mbak.
    Seru banget lho pengalamannya. Jalan balik pun pasti tak terasa karena beramai-ramai dengan teman

    BalasHapus
  8. Baca ini rasanya ikut hanyut bareng arus Sungai Cikondang. Wkwkwk. Abis basah-basahan dilanjut makan rame-rame di saung berlatar sawah dan Gunung Burangrang, beuuuh, aku aja ngebayangin serunya mbak. terima kasih sudah berbagi cerita. semoga someday kami sekeluarga juga bisa kembali jalan-jalan ke Purwakarta.

    BalasHapus
  9. Wah baca cerita tentang river tubing di Sungai Cikondang tuh serasa diajak nyemplung langsung ke arusnya! Gambarinnya kayak memicu adrenalin, lanskap hijau, dan kecipak-kecipuknya ban di sungai itu bikin aku ngerasain thrill-nya — bukan sekadar deskripsi biasa, tapi kaya ikut ride bareng!

    Aku suka banget gimana tulisan ini gak cuma ngomongin sensasi tubing-nya, tapi juga ngasih nuance soal alam Purwakarta yang masih asri dan kehangatan komunitas lokal yang bikin pengalaman itu berasa lebih dari sekadar wisata — kayak liburan yang punya cerita sendiri

    Pokoknya, postingan ini bukan cuma informatif, tapi juga inspiratif buat yang pengen “escape” dari rutinitas dan nyari sensasi baru di pinggir sungai — lengkap dengan tips dan vibes yang bikin pembaca langsung ngerasa pengen booking trip deh!

    BalasHapus
  10. Saya lagi lagi berencana ma rafting sama temen-temen lama. Apa river tubing aja, ya? Kayaknya seru juga setelah membaca postingan ini. Setelah itu ngaliwet memang nikmat banget!

    BalasHapus
  11. Short trip ke Purwakarta semenyenangkan itu ya 🤩🤩🤩 river tubing, bikin adrenalin terpacu. Berjalan menyusuri pematang sawah, kebayang refreshing banget. Abis basah-basahan di kali, river tubing lanjut makan nasi liwet beuh mantul pisan atulah. Ketagihan nggak sih kalau liburan seasyik itu? Kayanya sih bakalan balik lagi buat liburan ke Purwakarta, apalagi naik kereta Murmer Walahar.

    BalasHapus

Hai..Terima kasih sudah mampir di blog saya. Tolong tinggalkan komen dengan bahasa yang santun, No Sara, No Politik.