Halo sobat Mlaqumlaqu. Sebagai pengguna transportasi umum, sebisa mungkin saya harus update informasi mengenai transportasi. Selain sering menggunakan kereta commuter line, ojek online, saya juga sering menggunakan bus Transjakarta atau akrab disebut Tije. Bukan cuma di Jakarta aja tapi juga di beberapa daerah penyangga ibukota seperti Bekasi dengan TransPatriot, Depok dengan TransKita dan Bogor dengan TransPakuan.
Sekilas Sejarah Transjakarta
Transjakarta adalah sistem transportasi bus yang berbentuk Badan Usaha Milik Daerah DKI Jakarta yang memiliki jalur khusus dan terintegrasi. Dari info media sosial dan website resmi transjakarta.co.id menyebutkan bahwa pertama kali bus Transjakarta beroperasi secara resmi di tahun 2004. Awalnya pada saat masa pemerintahan Gubernur Sutiyoso tahun 2001 tercetus ide diadakannya BRT (Bus Rapid Transportation) Transjakarta.
 |
| Bus Transjakarta low entry. |
BRT Transjakarta menjadi salah satu sistem transportasi dengan lintasan terpanjang di dunia yaitu 208 km yang resmi beroperasi di 1 Februari 2004 dengan tarif Rp3500,-. Awalnya berbentuk Badan Pengelola dengan Keputusan Gubernur No.110/2003, kemudian berganti menjadi Badan Layanan Umum dibawah Dinas Perhubungan (Dishub) dengan Peraturan Gubernur DKI No.48/2006. Koridor pertama yang dibuka yaitu Koridor 1 yang melayani rute Blok M-Kota dan sebaliknya.
 |
| Logo bus Transjakarta dari masa ke masa. |
Seiring berjalannya waktu perluasan jaringan koridor dan layanan armada semakin bertambah. Mulai dari koridor 9 melayani rute Pluit-Pinangranti PP dan 10 dengan rute PGC Cililitan-Tanjung Priok PP di tahun 2010, lalu koridor 11 dengan rute Kampung Melayu-Pulo Gebang dan 12 rute Tanjung Priok-Pluit di tahun 2011 serta penggantian bus koridor 1 menjadi bus articulated (bus gandeng/tempel).
Di awal beroperasinya bus Transjakarta menggunakan logo burung elang yang berbeda dengan logo sekarang dan mengalami pergantian logo hingga 5 kali. Logo terakhir yang berwarna biru merupakan logo yang diambil dari pemenang lomba logo Transjakarta karya Fakhri Azmi dan resmi digunakan mulai 11 Oktober 2014 hingga sekarang.  |
| Logo Transjakarta hasil sayembara |
Selain dari segi layanan armada dan koridor, Transjakarta juga mulai menerapkan sistem integrasi pembayaran e-ticket dengan menggunakan Kartu Uang Elektronik (KUE) atau e-money yang berlaku di semua koridor dan terintegrasi dengan bus-bus feeder.
Transjakarta juga mempunyai layanan Transjakarta Cares yang resmi beroperasi sejak 20 September 2016. Layanan ini digunakan untuk memberikan dukungan bagi penyandang disabilitas yang berlokasi di DKI Jakarta
secara gratis atau tanpa biaya. Juga mulai beroperasinya JakLingko pada 1 Oktober 2018, yaitu sistem integrasi pembayaran pada layanan transportasi Jakarta.
JakLingko berasal dari kata Jak yang berarti Jakarta dan Lingko yang berarti jejaring atau integrasi. Uniknya kata Lingko diambil dari sistem persawahan tanah adat di Manggarai, Nusa Tenggara Timur. JakLingko mencakup layanan transportasi berbasis jalan yaitu Transjakarta dan berbasis rel yaitu LRT Jakarta dan MRT Jakarta.
Penambahan Koridor dan Rute Terbaru Transjakarta Jabodetabek
Bus Transjakarta yang awalnya hanya mengoperasikan 1 koridor kini bertambah menjadi 14 koridor aktif. Dari bus single, maxi dan gandeng, kini bertambah dengan hadirnya Mikrotrans (angkot) , bus wisata, bus khusus perempuan, Royal Trans dan juga bus listrik sejak tahun 2023.
Semakin banyak animo pengguna transportasi Tije ini, selain menambahkan jumlah armadanya, juga menambahkan rute-rute baru yang bahkan merambah lintas propinsi. Di antara rute-rute tersebut antara lain:
- Bekasi: B11, B21, B25, B41, B51
- Depok: D11, D21, D41
- Bogor: P11
- Tangerang Selatan: S11, S21, S22, S61, SH1
- Tangerang: T11, T12, T31
Kehadiran Tije TransJabodetabek ini tentu disambut gembira para pengguna di daerah pinggiran Jakarta yang banyak beraktifitas di Jakarta dan sekitarnya, hingga membantu memudahkan akses transportasi umum mereka.
1. Bekasi.
Untuk area Bekasi, bus TiJe TransJabodetabek ada 4 rute, yaitu:
- Transjakarta B11 Bekasi Barat-Cawang. Rute ini beroperasi yaitu mulai 26 September 2022. Melayani 8-12 titik perhentian mulai dari Cawang, BNN, Jatibening, Mega Mall, Kayuringin, RS Mitra Keluarga dan berakhir di Sumarecon, begitu pula sebaliknya.
 |
| Rute Tije B11 |
- Transjakarta B21 Bekasi Timur-Cawang. Rute ini melayani penggunanya sejak Agustus 2022 dengan 17 titik perhentian yang menghubungkan kawasan strategis Bekasi Timur, terminal Bekasi dan Bulak kapal hingga Cawang BNN.
 |
| Rute Tije B21 |
- Transjakarta B25 Bekasi-Dukuh Atas. Dimulai sejak 3 Juli 2025, rute B25 ini melayani pengguna mulai pukul 05.00 WIB hingga 22.00 WIB sama seperti rute lain kecuali rute koridor utama. Total titik perhentian rute ini sebanyak 29 titik, dan melalui jalur tol Becakayu.
 |
| Rute Tije B25 |
- Transjakarta B41 Vida Bekasi-Cawang Sentral. Rute ini mulai melayani penggunanya sejak Mei 2025 dengan titik perhentian 5-6 titik.
 |
| Rute Tije B41 |
- Transjakarta B51 Cawang-Cikarang. Bisa dibilang ini rute terbaru dari Tije TransJabodetabek untuk kawasan Cikarang. Mulai diresmikan pada 11 Februari 2026 di Balaikota oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Rute ini menempuh jarak sepanjang 89 km dengan 11 titik perhentian, 3 titik di wilayah meliputi Cawang Sentral Polypaint, Cawang Sentral, dan Pool Taksi Cawang. Sedangkan 8 titik di luar Jakarta antara lain Hollywood Junction, Kedasih, Kasuari, Living Plaza Cikarang, Boulevard Arade, Jalan Industri Raya 1, Jalan Industri Raya 2, dan Cafe Walk.
 |
| Rute Tije B51 |
2. Depok.
Transjakarta TransJabodetabek yang memiliki rute ke wilayah Depok ada 3 rute, yaitu:
- Transjakarta D11 Depok-Cawang Sentral via Cibubur. Rute ini terbilang cukup lama melayani pengguna Transjakarta di mana sebelumnya melayani rute Depok-BNN namun dimodifikasi menjadi rute Depok-Cawang Sentral per 1 Agustus 2024. Untuk titik perhentiannya sebanyak 29 titik perhentian.
 |
| Rute Tije D11 |
- Transjakarta D21 Universitas Indonesia-Lebak Bulus. Rute ini melayani mobilitas pengguna area Depok menuju pusat perkantoran di wilayah Jakarta Selatan. Tije D21 ini juga terintegrasi dengan stasiun MRT Lebak Bulus.
 |
| Rute Tije D21 |
- Transjakarta D41 Sawangan-Lebak Bulus via Desari. Untuk rute ini mulai beroperasi resmi pada 4 Juni 2025 dari Sawangan, Depok menuju Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Menempuh jarak sekitar 37 km dengan 20 titik perhentian. Sama seperti rute Tije D21, rute ini juga terintegrasi dengan stasiun MRT Lebak Bulus.
 |
Rute Tije DD41
|
3. Bogor. Transjakarta P11 Blok M-Bogor. Rute ini terbilang baru, mulai beroperasi sejak 5 Juni 2025 via tol Jagorawi dari terminal Blok M dan berakhir di halte Botani Square, Bogor PP. Tije P11 melayani mulai pukul 05.00 WIB hingga 22.00 WIB. Adapun titik pemberhentiannya sebanyak 22 titik, 13 diantaranya halte dan 9 bus stop dengan waktu tunggu (headaway) sekitar 15 menit. Tije TransJabodetabek ini untuk mengakomodir kebutuhan pengguna TiJe di wilayah Cibubur, Citeureup, Sentul dan Bogor. |
| Rute Tije P11 |
4. Tangerang Selatan. Layanan Tije di wilayah Tangerang Selatan, khususnya di Serpong ini merupakan perluasan jangkauan transportasi publik ke daerah penyangga. Layanan ini
memiliki 4 rute Tije TransJabodetabek, yaitu:
- Transjakarta S11 BSD (Serpong) -Jelambar. Rute ini mulai aktif sejak 26 Mei 2016 dan mengalami modifikasi rute hingga sekarang.
 |
| Rute Tije S11 |
- Transjakarta S21 Ciputat-CSW. Pertama kali tercetus rute ini di 8 Agustus 2022 dengan rute awal Ciputat-Tosari. Sejak 2024 mengalami modifikasi menjadi rute yang sekarang.
 |
| Rute Tije S21 |
- Transjakarta S22 Ciputat-Kampung Rambutan. Beroperasi pertama kali pada 26 September 2022.
 |
| Rute Tije S22 |
- Transjakarta S61 Alam Sutra-Blok M. Rute ini secara resmi berlaku pada 24 April 2025 sebagai bagian dari perluasan layanan Poris Plawad. Selain itu juga untuk mengakomodir pengguna transportasi umum khususnya bus Tije dan meminimalisir penggunaan kendaraan pribadi.
 |
| Rute S61 di halte Slipi Petamburan. |
5. Tangerang.
Selain Tangerang Selatan, wilayah Tangerang juga mendapatkan layanan Tije TransJabodetabek untuk memenuhi kebutuhan penggunanya yang juga banyak beraktifitas di wilayah Jakarta. Untuk layanan ini, terdapat 4 rute Tije TransJabodetabek, antara lain:
- Transjakarta SH1 Perkantoran Soekarno Hatta-Kalideres. Awal mula rute ini diuji coba pada 5 Juli 2023 dan masih terbatas dengan tarif Rp0,-. Lalu disesuaikan operasionalnya di bulan Mei 2924 dan resmi beroperasi per 19 Juni 2024.
 |
| Rute Tije SH1 |
- Transjakarta T11 Poris Plawad-Petamburan. Satu lagi rute Tije TransJabodetabek yang menggunakan bus low deck/low entry yaitu T11 yang melayani rute Poris Plawad, Tangerang sampai halte Slipi Petamburan. Sebelumnya rute ini berakhir di Bunderan Senayan namun seiringnya waktu mengalami modifikasi hingga sampai halte Slipi Petamburan.
 |
| Rute Tije T11 |
- Transjakarta T12 Poris Plawad-Juanda. Untuk pengguna Tije dari arah Juanda, Pecenongan yang ingin menuju Poris Plawad, Tangerang dapat menggunakan rute T12 ini.
 |
| Rute Tije T12 |
- Transjakarta T31 PIK 2-Blok M. Kalau dulu mau ke wilayah Pantai Indah Kapuk, banyak orang yang kesulitan akan akses transportasinya. Tapi sejak beroperasinya rute Tije T31 yang melayani jurusan PIK2-Blok M memudahkan mereka yang beraktifitas di area PIK 2 setiap harinya.
 |
Rute Tije T31
|
 |
| Bus Transjakarta rute T31 di halte Senayan Bank DKI |
Pengalaman Naik Tije TransJabodetabek
Sebagai transportasi umum, bus Tije telah menemani aktifitas saya sejak awal beroperasi di tahun 2004. Saya merasakan sekali perkembangan transportasi umum bus ini yang jauh lebih baik dari puluhan tahun sebelum adanya Transjakarta ini.  |
| Di dalam bus Transjakarta |
Dari yang jenis metromini, komilet, kopaja yang seringkali saya mendapatkan supir yang ugal-ugalan yang tidak mengindahkan keselamatan penumpangnya, hingga lahirnya era bus Transjakarta ini. Selain tarifnya yang terjangkau Rp3.500,- pelayanannya yang memanusiakan baik dari pramudi maupun pramusapanya.  |
| Kondisi bus yang nyaman ditumpangi |
Belum lagi kondisi busnya yang berpendingin udara, kursinya yang nyaman serta halte-halte perhentian yang representatif. Walau masih ada satu dua hal yang masih harus ada perbaikan, tapi sejauh ini saya merasa nyaman menggunakan bus Transjakarta. Sebagai pengguna Transjakarta, sudah seharusnya kita juga menjaga transportasi umum kita bersama.
Dari ke 5 wilayah yang dilayani rute Transjakarta TransJabodetabek ini, rute mana saja yang sering sobat naiki? Share di kolom komentar, ya?
Tidak ada komentar
Posting Komentar
Hai..Terima kasih sudah mampir di blog saya. Tolong tinggalkan komen dengan bahasa yang santun, No Sara, No Politik.