Hai sobat Mlaqumlaqu. Beranekaragamnya jenis transportasi di beberapa daerah di Indonesia membuat pengalaman tersendiri untuk mencobanya. Selain ada transportasi udara, ada juga transportasi laut. Untuk transportasi darat, jenisnya cukup banyak juga, nih, sob. Ada bus, kereta, mobil, motor, sepeda, bajaj, bemo, juga helicak. Dua terakhir yang saya sebutkan sepertinya sudah tidak ada lagi.
![]() |
| Bajaj online di Jogjakarta |
Sekilas Sejarah Bajaj di Indonesia
Nah kalo soal bajaj, pertama kali bajaj itu ada di Indonesia tepatnya di Jakarta mulai tahun 1970an era pemerintahan Gubernur Ali Sadikin. Bajaj sendiri berasal dari India dan masuk ke Indonesia yang kebetulan diproduksi oleh perusahaan Bajaj Auto. Jadilah nama bajaj umum digunakan untuk kendaraan roda tiga yang di Jakarta menjadi kendaraan umum pengganti becak.
Awalnya nih, bajaj itu kendaraan umum beroda 3 dengan mesin 2-tak, rodanya 1 di depan dan 2 di bagian belakang, dengan kemudi seperti stang motor. Berwarna oranye, suaranya yang khas dan bising ini menjadi ikon kota Jakarta dan sanggup membelah kemacetan Jakarta. Saat itu bajaj masih diperbolehkan melaju di jalan utama Jakarta. Selain praktis dari segi tarif juga lebih terjangkau dibanding taksi dengan daya tampung penumpang hingga 2-3 orang termasuk barang bawaan penumpang.
![]() |
| Bajaj oranye. Dok: Wikipedia |
Hingga tahun 2000an, bajaj oranye masih berseliweran di jalanan Jakarta. Baru di awal 2006, bajaj oranye dengan mesin 2-tak yang berisik tersebut diganti dengan bajaj biru BBG (Bahan Bakar Gas). Bajaj biru ini mesinnya lebih halus dan menggunakan bahan bakar yang ramah lingkungan. Hingga akhirnya bajaj oranye berangsur hilang dan berganti dengan bajaj biru BBG.
![]() |
| Bajaj biru BBG. Dok: Wikipedia |
Kehadiran transportasi umum bajaj ini di kemudian hari bukan hanya di Jakarta saja, tapi juga di kota lain. Sebut saja kota Jogjakarta, Solo, Semarang, Banjarmasin, Pekanbaru, Medan, Makassar. Bahkan sekarang ini bajaj bisa dipesan online melalui aplikasi di beberapa kota di Indonesia, salah satunya di Jogjakarta.
Pengalaman Naik Bajaj Online di Jogjakarta
Kalau di Jakarta, jika hendak menggunakan bajaj, biasanya kita menyetop bajaj yang lewat atau mendatangi bajaj yang sedang mangkal. Untuk tarifnya dikenakan sesuai kesepakatan antara calon penumpang dan pengemudi bajaj. Tapi ketika saya berkunjung ke Jogjakarta, saya baru tahu kalau ada juga bajaj di sana. Kudet banget ya, saya hehehe. Dan lebih herannya lagi ternyata bajaj di Jogjakarta pesannya melalui aplikasi online donk. Walah, kemana aja ya saya kok baru tahu?
Jadi waktu itu, bulan September 2025 lalu, saya mengunjungi Jogjakarta dan menginap di daerah Taman Sari, Jogjakarta. Ketika kami, saya, Pak Taufik (rekan Kompasianer) dan salah satu kerabat beliau menelusuri jalan menuju pasar Ngasem, saya melihat bajaj melintas. Pak Taufik menjelaskan kalau di Jogjakarta sekarang sudah ada bajaj dan kalau mau memesannya harus menggunakan aplikasi, namanya Maxride.
![]() |
| Bajaj Jogja. Dok:diswayjogja |
Bajaj yang saya lihat di Jogjakarta memang sepintas seperti bajaj yang ada di Jakarta. Bedanya hanya di cara pemesanannya aja. Karena penasaran, malamnya kami pun memesan bajaj melalui aplikasi yang ada di HP Pak Taufik. Kebetulan kami akan menuju IFI Jogjakarta yang berlokasi di Jalan Sagan.
Long story short, bajaj ini sudah hadir di Jogjakarta sejak 28 April 2025, lho. Belum ada setahun, tapi dari cerita pak sopirnya, animo masyarakat Jogjakarta cukup tinggi. Apalagi selain karena praktis, bajaj juga bisa masuk ke dalam gang yang taksi atau ojol mobil tidak bisa masuk. Selain itu dari segi tarif juga cukup terjangkau, mulai dari harga Rp14.000,- dengan jarak dekat.
![]() |
| Kursi pengemudi. Dok: instagram @bajajreindonesia |
Sepanjang perjalanan, saya sempatkan ngobrol dengan pak sopirnya. Beliau bilang kalau bajaj Maxride ini menggunakan skema rental/sewa sebesar Rp75.000,- per hari. Tapi pihak operator mengijinkan apabila sopir ingin memiliki bajaj tersebut, jadi tidak menyewa lagi. Menariknya lagi para pengemudi bajaj di Jogjakarta ini masuk dalam komunitas BAJURI yang merupakan singkatan dari Bajaj Jogja Untuk Rakyat Indonesia). Namanya jadi mengingatkan saya dengan salah satu karakter sopir bajaj di sinetron Bajaj Bajuri.
![]() |
| Kursi penumpang bajaj Jogja. Dok:belibajajjogja |
Nah sobat Mlaqumlaqu, ada yang udah cobain naik bajaj online juga ngga di Jogja atau kota lain? Share di kolom komen, ya.






Tidak ada komentar
Posting Komentar
Hai..Terima kasih sudah mampir di blog saya. Tolong tinggalkan komen dengan bahasa yang santun, No Sara, No Politik.