Halo sobat Mlaqumlaqu. Jelang bulan Ramadan, biasanya jadi momen untuk nyekar atau berziarah ke makam orang tua, keluarga dan juga leluhur yang terlebih dahulu berpulang. Walau bukan suatu kewajiban, momen nyekar ini seringkali menjadi suatu kegiatan yang rutin dilakukan menjelang bulan suci Ramadan bagi umat Islam. Begitu juga dengan saya, momen nyekar ini menjadi momen pulang yang sarat makna.
Dua minggu menjelang bulan Ramadan, saya dan kakak perempuan saya melakukan perjalanan ke Kebumen untuk berziarah ke makam ibunda dan keluarga dari pihak ibu. Walau tidak bisa rutin tiap tahun pulang untuk sekedar menjenguk makam ibu, tapi tali silahturahmi dengan keluarga pihak ibu tetap terjaga.
![]() |
| Stasiun Purwokerto |
Berburu tiket kereta
Satu bulan sebelum berencana untuk nyekar/ziarah ke Kebumen, saya sudah mencari tiket kereta. Berhubung jenis kereta yang saya pilih adalah jenis kereta ekonomi yang harganya cukup murah meriah, tentu peminatnya juga banyak. Melalui aplikasi KAIAccess saya mulai mencari tiket kereta menuju stasiun Kebumen.
![]() |
| Tiket pemesanan kereta |
Setelah masuk dan log ini ke aplikasi tersebut, saya memilih fitur kereta jarak jauh. Setelah memasukkan stasiun keberangkatan dan tujuan, tanggal keberangkatan dan kepulangan, serta jumlah tiket yang akan dipesan, tidak lama keluar daftar jenis kereta dan harganya. Saya pilih di tanggal 2 Februari 2026 untuk keberangkatan dengan kereta ekonomi Bengawan relasi stasiun Bekasi-stasiun Kebumen, seharga Rp74.000,-/orang. Jadwal yang tersedia yaitu di jam 9.22 WIB dan tiba di stasiun Kebumen pukul 15.39 WIB. Setelah membayar, kode booking pun muncul di akun aplikasi KAI Access.
![]() |
| Tiket kepulangan |
Saya beruntung tanggal keberangkatan dan kepulangan yang saya pilih masih tersedia. Tapi kalau kita tidak memesan jauh hari sebelum keberangkatan, tidak mustahil kursi sudah habis semua terjual. Kereta Bengawan, relasi stasiun Pasar Senen - stasiun Lempuyangan, Jogjakarta ini jenis ekonomi bersubsidi yang memang cukup terjangkau. Makanya tidak heran kalau cepat banget habis tiketnya.
Memesan di KAIAccess tuh memudahkan saya banget. Selain beli tiket kereta jarak jauh, kita juga bisa memesan makanan dan minuman untuk di kereta selama perjalanan. Jadi begitu sudah waktunya pergi dan kita sudah di dalam kereta, tidak perlu repot membawa makanan. Apalagi buat mereka yang ngga mau repot nenteng-nenteng makanan.
Pengalaman ketinggalan kereta di stasiun Purwokerto
Tepat hari Senin (2/03) pukul 8.30 saya berangkat dari stasiun Kranji menuju stasiun Bekasi menggunakan KRL. Setiba di stasiun Bekasi saya mentap out kartu kereta dan menuju pintu keberangkatan kereta jarak jauh dan menunggu kakak saya tiba. Beberapa saat kemudian, kakak saya datang dan kami langsung menuju pintu masuk yang sebelumnya menyiapkan barcode untuk ditunjukkan ke petugas beserta KTP di pintu masuk. Oiya, untuk boarding menggunakan aplikasi KAIAccess dibuka maksimal 2 jam sebelum keberangkatan kereta, di atas itu harus mencetak tiket kereta.
![]() |
| Bersama kakak mendadak Kebumen. |
Setelah masuk, kami menuju kursi dan menunggu kereta Bengawan tiba di ruang tunggu. Ruang tunggu di stasiun Bekasi cukup luas, terdapat kursi-kursi untuk calon penumpang kereta, juga terdapat fasilitas toilet, mushola, ruang bermain anak juga dispenser air minum gratis. Selang beberapa menit kemudian, petugas mengumumkan bahwa kereta Bengawan sudah tiba di peron 3,lalu kami pun turun menggunakan eskalator.
![]() |
| Di stasiun Cirebon mengisi air. |
Kereta Bengawan ini termasuk kereta ekonomi bersubsidi, makanya harganya cukup murah. Walau jenis kursinya tegak, tapi ruangan berAC dan ada fasilitas toilet dan colokan untuk mengisi daya gawai kita di tiap deret kursi. Jenis kursinya ada yang 2-2 berhadapan atau 3-3. Di bawah colokan disediakan kantong plastik untuk membuang sampah yang rutin diambil oleh petugas kebersihan.
Tepat pukul 9.22 WIB kereta berangkat, diperkirakan tiba di stasiun Kebumen pukul 15.39 WIB. Selama perjalanan kami disuguhi pemandangan pepohonan hijau juga persawahan. Sekitar pukul 12 tiba di stasiun Cirebon dan berhenti sekitar 5 menit untuk pengisian air. Kemudian berjalan lagi menuju stasiun berikutnya.
![]() |
| Di stasiun Cirebon Prujakan |
Oiya sobat Mlaqumlaqu, ketika kereta berhenti sejenak menurunkan dan menaikkan penumpang serta mengisi persediaan air di stasiun Cirebon, saya keluar dari kereta untuk melemaskan tubuh. Ngga terlalu jauh sih, karena kereta juga berhentinya ngga lama. Taaapiii.. ketika kereta berhenti di stasiun Purwokerto untuk melakukan hal yang sama, kok saya kepikiran untuk keluar agak jauh untuk membeli minuman. Padahal kan bisa aja ya beli di restorasi kereta.
Emang dasar ya, kalau lagi apes ya apes aja. Lagian hari soal ngga ada jadwalnya di kalender. Ketika saya memutuskan untuk turun dan beranjak ke luar ke Indomaret, saya pikir waktunya cukuplah untuk membeli minuman dan kembali ke kereta. Apalagi petugas bilang kereta akan berhenti sekitar 25 menit. Entah bagaimana, minuman yang saya beli membutuhkan waktu yang agak lama dan ketika saya keluar untuk melihat situasi ternyata kereta Bengawan yang saya tumpangi sudah jalan. Ya amplop saya ketinggalan kereta!
Saya bergegas bertanya pada petugas apakah kereta yang baru saja berangkat itu adalah kereta Bengawan. Ternyata benar, waduh saya ketinggalan kereta. Saya pun mengabari kakak saya yang ada di kereta Bengawan bahwa saya baik-baik saja dan akan segera menyusul dengan kereta selanjutnya.
Petugas mengatakan bahwa kalau mau menyusul kereta lain, masih ada jadwalnya yaitu di jam 15.15 dan 16.30 WIB. Keduanya kereta dengan jurusan Jogjakarta dan Surakarta. Tapi saya masih mau cari alternatif mengejar dengan menggunakan travel atau bus. Sayangnya travel terdekat mengatakan tidak ada jadwal yang melewati Kebumen, sedang bus antar kota adanya malam dan jarak dari stasiun Purwokerto ke terminal cukup jauh.
![]() |
| Di stasiun Purwokerto |
Akhirnya saya putuskan untuk kembali ke stasiun Purwokerto dan memesan kereta ke stasiun Kebumen dengan jadwal pukul 15.15 WIB jurusan Surakarta. Jarak 3 stasiun dari stasiun Purwokerto menuju stasiun Kebumen dengan harga tiket eksekutif Rp140.000,- dua kali lipat harga kereta Bengawan. What a coinsident!
Beruntungnya saya masih mendapatkan tiket kereta di jam 15.15 WIB untuk segera menyusul ke stasiun Kebumen. Kereta Bengawan yang dinaiki kakak saya tiba terlebih dulu di stasiun Kebumen pukul 15.30 WIB dan kereta yang saya naiki tiba di stasiun Kebumen pukul 16.10 WIB. Oiya, beruntungnya lagi, saya membawa HP ketika turun untuk membeli minuman, jadi saya masih bisa mengabari kakak saya dan membayar tiket kereta susulan dengan M-banking yang ada di HP. Duh ngga kebayang kalau saya hanya membawa uang cash sebesar harga minuman saja tanpa membawa HP.
Kamipun ke luar stasiun Kebumen untuk menuju rumah sepupu di Gg. Platuk, Jalan Pemuda, Kebumen. Walau sudah ada ojek dan mobil online, tapi kami menaiki becak motor yang sedang mangkal di stasiun. Dengan tarif Rp20.000 bapak becak mengantarkan kami sampai depan rumah. Alhamdulillah akhirnya sampai juga di Kebumen walau dengan sedikit drama, hahaha.
Cerita selama di Kebumen bersambung di artikel selanjutnya. Terima kasih.









Tidak ada komentar
Posting Komentar
Hai..Terima kasih sudah mampir di blog saya. Tolong tinggalkan komen dengan bahasa yang santun, No Sara, No Politik.