Napak Tilas Layar Lebar: 5 Destinasi Wisata Indonesia yang Ikonik Gara-Gara Film

 Hai sobat Mlaqumlaqu. Siapa nih di antara kalian suka nonton film karena latar lokasi filmnya? Saya tuh sering banget perhatiin lokasi tempat film yang saya tonton, apalagi kalau lokasinya masih di Indonesia, terlebih di pulau Jawa. "Wah, bagus banget pemandangannya! Di mana ya itu?" 

Ternyata ya sob, tren berkunjung ke lokasi syuting film atau film tourism memang naik daun. Apalagi kalau filmnya mencapai box office,wah yakin deh pasti banyak yang FOMO untuk berkunjung. Selain bisa merasakan atmosfer yang sama dengan karakter favorit di film tersebut, tempat-tempat itu memang aslinya sudah punya pesona yang luar biasa.

Di area gereja ayam dengan latar belakang bukit Manoreh, Magelang

Nah, kalo sebelumnya saya udah ngebahas tentang rekomendasi film yang layak tonton ketika di perjalanan, kali ini saya mau ngebahas destinasi yang mendadak hits atau bahkan lebih hits lagi karena keindahannya tertangkap kamera film layar lebar. 

5 Destinasi Wisata yang jadi Lokasi Syuting

Ketika memutuskan untuk menonton suatu film, selain mencari sinopsis ceritanya, saya juga menonton trailernya terlebih dulu. Tidak jarang saya mencari spoilernya dari berbagai sumber. Kalau orang lain mungkin alergi dengan spoiler, saya malah suka, karena jadi lebih bisa memutuskan untuk lanjut nonton atau ngga. 

Tapi sob, walaupun misal jalan ceritanya menurut saya kurang bagus tapi lokasi tempat syutingnya tuh penggambarannya indah banget, pasti akan saya tonton juga. Berikut ini adalah rekomendasi tempat wisata di Indonesia yang pernah jadi lokasi syuting film hits, lengkap dengan info filmnya! Disclaimer dulu ya, sobat Mlaqumlaqu, ini berdasarkan pilihan pribadi saya aja. 

1. Pantai Tanjung Tinggi, Bangka Belitung

Film: Laskar Pelangi (Miles Production, 2008)

Sutradara: Riri Reza. Pemain: Cut Mini, Ikranagara, Lukman Sardi, dan anak-anak asli Belitung.

Kenapa saya tertarik dengan film ini? Pertama memang karena filmnya, jalan ceritanya runut, mengalir dan mudah dipahami dan dinikmati. Ceritanya sederhana tapi penuh makna. Tapi lebih dari itu tempat lokasi syutingnya yang sangat memanjakan indra penglihatan kita. 

Pantai Tanjung Tinggi, Bangka Belitung. Dok:Wikipedia.
Salah satunya yaitu pantai Tanjung Tinggi. Berlokasi di Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, Propinsi Kepulauan Bangka Belitung. Pantai ini berada di sebelah utara Pulau Belitung, berjarak sekitar 37-40 km dari pusat kota Tanjung Pandan. 

Pantai ini terkenal dengan formasi batu granit raksasa yang artistik dan air laut yang tenang. Sejak kesuksesan film Laskar Pelangi ini, Belitung yang tadinya jarang dilirik langsung jadi destinasi primadona. Membayangkan indahnya batu-batu granit besar dan kita bisa berfoto di antara batu-batu besar tempat Ikal dan kawan-kawannya bermain.

2. Ranukumbolo & Puncak Mahameru, Jawa Timur

Film: 5 cm (Soraya Intercine Films, 2012)

Sutradara: Rizal Mantovani. Pemain: Fedi Nuril, Denny Sumargo, Herjunot Ali, Raline Shah, Pevita Pearce, Saykoji.

Buat pendaki gunung, Ranukumbolo dan Puncak Mahameru yang berlokasi di propinsi Jawa Timur, perbatasan antara Lumajang dan Malang ini bukan tempat yang asing bagi mereka. Bisa dibilang ke dua lokasi ini adalah bucket list para pendaki gunung. Danau di atas gunung ini menawarkan pemandangan matahari terbit yang magis. Setelah film ini rilis, jumlah pendaki Gunung Semeru melonjak drastis! 

Danau Ranukumbolo, Jawa Timur. Dok:traveloka.

Sebagai puncak dari gunung Semeru, Mahameru menjadi titik puncak tertinggi, kawah aktif (Jonggring Saloka), dan tujuan akhir para pendaki.Pesona "Tanah Tertinggi di Pulau Jawa" ini memang tidak ada duanya, meski untuk mencapainya butuh fisik yang prima.

3. Gereja Ayam (Bukit Rhema), Magelang

Film: Ada Apa dengan Cinta? 2 (Miles Films, 2016)

Sutradara: Riri Riza. Pemain: Dian Sastrowardoyo, Nicholas Saputra, Titi Kamal, Adinia Wirasti, dll. 

Gereja Ayam Bukit Rhema, Magelang. 

Saya sempat mengunjungi gereja Ayam ini di tahun 2019 lalu berdua dengan anak sulung saya. Kebetulan ada undangan reuni kampus dan menyempatkan diri untuk mampir ke Candi Borobudur dan Bukit Rhema gereja berbentuk merpati putih yang lebih dikenal dengan nama gereja ayam ini. 

Di atas puncak gereja ayam Bukit Rhema. 
Keberadaan gereja ayam ini jadi viral setelah Rangga dan Cinta di film AADC 2 ini mengobrol di puncaknya saat fajar menyingsing. Dari atas sini kita bisa melihat pemandangan perbukitan Menoreh yang asri. Berlokasi di Dusun Gombong, Desa Kembanglimus, Borobudur, Magelang, di gereja ayam ini juga terdapat kafe dengan menu tradisional. 

4. Desa Wisata Penglipuran, Bali

FTV: Cintaku Bersemi di Bali (SCTV, 2017) dan berbagai Judul FTV serta Dokumenter lainnya. 

Pemain: aktor dan aktris dalam dan luar negeri. 

Desa Penglipuran menyandang gelar salah satu desa terbersih di dunia. Tata ruangnya yang rapi, arsitektur tradisional yang seragam, dan suasananya yang tenang sering dijadikan lokasi syuting untuk menggambarkan sisi autentik Pulau Dewata. 

Desa Penglipuran, Bali. 
Gimana ngga? Rumah-rumah setipe berderet di jalanan menanjak. Suasana hijau sangat terasa, mobil dan motor juga tidak diperbolehkan masuk ke dalam desa. Semua kendaraan memang diparkir dekat gapura, sehingga Penglipuran bebas dari asap knalpot. 

Desa yang berlokasi di Jalan Penglipuran, desa Kubu, Bangli, Bali ini juga menerapkan konsep zero waste 3R yaitu Reduce, Reyse, Recycle. 

5. Kawasan Melawai, Jakarta

Film: Filosofi Kopi (Visinema, 2015)

Sutradara: Dwimas Sasongko. Pemain: Rio Dewanto, Chicco Jerikho, Julie Estelle, Melisa Karim. 

Kawasan Melawai sering menjadi lokasi syuting film sejak era tahun 90an. Sebut saja film Olga dan Sepatu Roda yang dibintangi oleh Desy Ratnasari. Sejak era 90an, kawasan ini menjadi tempat nongkrong anak muda, termasuk jadi tempat favorit saya dan teman putih abu-abu dulu. Biasanya kami mengunjungi toko buku Gramedia dan berakhir bermain sepatu roda di salah satu diskotik di sana, Lipstick namanya. 

Kafe Filosofi Kopi, Melawai. 
Sementara itu untuk lokasi film Filosofi Kopi mengambil lokasi di tempat kafe itu berada yaitu di Jalan Melawai VI, No. 8. Awalnya hanya kafe sementara untuk keperluan syuting, namun akhirnya menjadi kafe permanen hingga sekarang. 
Salah satu outlet kuliner kekinian di Melawai. 

Apalagi kawasan Melawai khususnya Blok M semakin marak dan berkembang dengan menjamurnya aneka outlet jajanan viral dan menjadikan kawasan Blok M termasuk Melawai tujuan wisata kuliner masyarakat. 
Di salah satu sudut Gramedia Jalma, Blok M

SefruitšŸ’” Tips Berkunjung ke Lokasi Syuting

Menyambangi lokasi syuting yang menjadi ikonik setelah menonton filmnya diperlukan beberapa tips dan trik agar tidak salah tempat. Biasanya setelah viral atau hits, banyak yang juga penasaran untuk mendatanginya. Berikut tips berkunjung ke lokasi syuting berdasarkan film yang ditonton:

  • Cari tahu Spot Spesifik. Tanya ke warga lokal di mana titik persis pengambilan gambar agar foto kita mirip dengan adegan di film tersebut. 
  • Datang lebih awal. Lokasi syuting yang ikonik biasanya ramai pengunjung yang juga kepo. Datang lebih awal untuk mendapatkan foto yang bersih tanpa gangguan orang lewat.
  • Hargai Lingkungan. Jangan sampai karena ingin meniru adegan film, kita malah merusak properti, membuang sampah sembarangan atau mengganggu kenyamanan warga sekitar. 

Nah sobat Mlaqumlaqu, dari kelima tempat di atas, mana nih yang paling ingin kalian kunjungi? Atau kalian tahu lokasi film Indonesia lainnya yang nggak kalah keren? Share di kolom komentar ya. Sampai jumpa di Mlaqumlaqu berikutnya!


Tidak ada komentar

Posting Komentar

Hai..Terima kasih sudah mampir di blog saya. Tolong tinggalkan komen dengan bahasa yang santun, No Sara, No Politik.