Hai sobat Mlaqumlaqu. Menyambung cerita sebelumnya nih tentang perjalanan saya ke Kebumen, sekarang saya mau cerita ngapain aja selama 3 hari di Kebumen. Jadi setelah drama ketinggalan kereta di Purwokerto, Alhamdulillah akhirnya saya bisa menyusul dengan menggunakan kereta lain, yaitu kereta Manahan dan tiba di stasiun Kebumen pukul 16.09 WIB, 30 menit setelah kereta Bengawan tiba.
![]() |
| Stasiun Kebumen. |
Baca juga: Mendadak Kebumen: Ya Amplop Ketinggalan Kereta di Purwokerto
Kebumen, Wisata Ziarah ke Makam Leluhur
Dari stasiun Kebumen, saya dan kakak perempuan saya menumpangi becak menuju rumah sepupu dari pihak ibu ke Gg. Platuk yang berada di kawasan Jalan Pemuda, Kota Kebumen. Sebenarnya bisa juga ditempuh dengan berjalan kaki, tapi berhubung hari sudah sore dan kami cukup lelah jadi memutuskan untuk naik becak.
![]() |
| Makam ibunda di Bumirejo, Kebumen. |
Keesokan paginya, kami menuju makam leluhur yaitu makam ibunda dan mbah putri (nenek) beserta beberapa keluarga di pemakaman di daerah Bumirejo, Kota Kebumen. Pemakaman tersebut adalah pemakaman umum yang tanahnya merupakan tanah wakaf, jadi masyarakat sekitar dapat memanfaatkan pemakaman tersebut tanpa dipungut bayaran.
![]() |
| Makam mbah putri (nenek). |
Lokasi pemakaman tersebut berdekatan dengan pemakaman lain, yaitu makam KH. M. Sururuddin A.W.K seorang Muassis atau Pendiri Persatuan Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyyah Kaafah, Bumirejo, Kebumen dan pemakaman Katolik Kemitir (Paroki Santo Yohanes Maria Vianney Kebumen). Kedua pemakaman ini lokasinya berada lebih tinggi dari pemakaman umum tempat ibunda kami dimakamkan. Namun begitu lokasi pemakaman ini cukup tenang walau tidak jauh dari pemukiman warga.
Berburu oleh-oleh khas Kebumen
Sepulang dari makam, kami mampir ke pasar Tumenggungan untuk mencari oleh-oleh makanan khas Kebumen. Pasar Tumenggungan Kebumen yang berlokasi di Jalan Pemuda No.147, Kebumen ini adalah pasar yang telah mengalami revitalisasi di tahun 2013 lalu. Sejarahnya, pasar Tumenggungan ini berdiri sejak awal tahun 1900an di bekas Katumenggungan (rumah Tumenggung) Kolopaking.
![]() |
| Pasar Tumenggungan Kebumen |
Pasar yang terdiri dari 2 lantai ini, di bagian bawah terdapat kios-kios yang menjajakan berbagai kebutuhan sehari-hari atau dikenal dengan pasar basah. Sedang di bagian atas menjadi pasar kering yang menjajakan seperti baju, kosmetik dan lain-lain.
Berhubung dari rumah di Gang Platuk juga ngga terlalu jauh, jadi kami berjalan kaki dan melewati Tugu Lawet yang menjadi icon kota Kebumen. FYI nih sobat Mlaqumlaqu, Kota Kebumen menawarkan perpaduan indah antara keindahan alam, tradisi lokal dan situs bersejarah yang menjadikannya destinasi lengkap di Jawa Tengah. Mulai dari wisata pantai, goa, air terjun dan geopark juga warisan budaya dan sejarah seperti Benteng Van Der Wijck dan seni tradisional Ketoprak.
![]() |
| Tugu Lawet Kebumen |
Di pasar Tumenggungan ini kami membeli oleh-oleh seperti lanting, golak (terbuat dari singkong yang dihaluskan dan dicampur tepung kanji), kecap Kencana, jenang dan kerupuk. Oiya, di depan pasar Tumenggungan ini juga terdapat kios-kios yang menjajakan aneka makanan dan hanya buka mulai sore hingga malam.
Kami menyempatkan juga menikmati makan malam di pusat kuliner di depan pasar Tumenggungan ini. Ada beragam kuliner yang tersedia, mulai dari makanan berat seperti mie, bakso hingga makanan ringan seperti pisang goreng dan juga aneka minuman.
![]() |
| Tugu Lawet di malam hari |
Harga yang terjangkau dan tempat yang cukup nyaman, membuat lokasi kuliner di pasar Tumenggungan ini menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat untuk menikmati keindahan malam di kota Kebumen. Next kalau kembali lagi ke Kebumen sepertinya saya harus mengunjungi tempat-tempat wisatanya.













Tidak ada komentar
Posting Komentar
Hai..Terima kasih sudah mampir di blog saya. Tolong tinggalkan komen dengan bahasa yang santun, No Sara, No Politik.