Berkunjung ke Galeri Demono dan Belajar Styling Kain Nusantara

 Halo sobat Mlaqumlaqu. Siapa yang tidak tahu dengan keanekaragaman wastra/kain di negara kita. Negara Indonesia yang Bhinneka Tunggal Ika ini juga menyimpan banyak koleksi wastra/kain dari berbagai daerah yang bernilai ekonomis. Wastra/kain Nusantara menjadi salah satu jejak kebudayaan yang bernilai sejarah. 

Walau kini mulai jarang yang mengenakan kain, tapi tidak sedikit dari masyarakat kita yang mengoleksi beragam kain Nusantara. Salah satunya adalah Dewi Motik Pramono, seorang model top tanah air di era 70an. Kecintaan beliau akan kain Nusantara terlihat dari koleksi kain beliau yang sampai puluhan lemari dan dipamerkan di Galeri Demono. 

Galeri Demono

Menurut penuturan Moza Pramita anak dari Dewi Motik Pramono ini bahwa kecintaan ibundanya akan kain Nusantara mulai terlihat sejak beliau menekuni dunia model. Seringnya memperagakan berbagai karya desainer ternama dengan kain Nusantara ditambah lagi jadwal shownya yang berkeliling Nusantara membuat beliau selalu menyempatkan diri untuk membeli kain-kain tersebut dari para perajin lokal. 

Galeri Demono, Perjalanan Inspiratif Dewi Motik Pramono

Kesempatan berkunjung ke Galeri Demono saya Terima berkat undangan dari komunitas Moms Video Maker (MVM) tahun 2025 lalu. Kebetulan Galeri Demono sedang menyelenggarakan pameran wastra Nusantara dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke 80. Mengambil tema 80 Kain Indonesia, Dewi Motik ingin memperkenalkan kekayaan wastra Nusantara kepada para pengunjung. Selain itu juga diadakan workshop singkat Kelas Berkain yaitu cara mengenakan/styling kain agar terlihat modis dan chic. 


Namun sebelum mengulas tentang workshop styling kain atau Kelas Berkain ini terlebih dulu saya ingin menceritakan tentang Galeri Demono ini. Berlokasi di pusat kota, tepatnya di Jalan Surabaya No.34-38, Menteng, Jakarta Pusat, Galeri Demono ini mudah dijangkau baik dengan kendaraan umum atau pribadi. 

Ada yang tahu Pasar Antik Jalan Surabaya? Nah lokasi Galeri Demono ini persis di sebrang Pasar Antik Jalan Surabaya. Kalau dari stasiun Cikini berjarak kurang lebih 600 meter, dan saya tempuh dengan berjalan kaki sekitar 10 menit. Apalagi waktu itu hari masih pagi, udara masih belum terlalu terkena polusi dan jalanan sepanjang menuju galeri juga cukup teduh karena banyaknya pepohonan. 

Dari tampak luar, Galeri Demono tampak seperti rumah biasa. Awalnya memang Galeri Demono ini adalah rumah peninggalan Dewi Motik Pramono. Namun seiring berjalannya waktu, rumah tersebut kini menjadi galeri, ruang pamer perjalanan seorang Dewi Motik Pramono. Layaknya seorang seniman, penyair sekaligus juga entrepreneur, beliau sering kali mendokumentasikan tiap perjalanan karirnya. Mulai dari coretan di agenda mereka harian, foto hingga benda-benda yang dikoleksinya, termasuk wastra Nusantara. 


Galeri Demono, walau tidak terlalu luas, tapi saya merasa nyaman di dalamnya. Ada 3 ruangan di Galeri Demono yang dijadikan ruang pamer. Ruang pertama yang saya temui yaitu ruang yang berisi perjalanan karir Dewi Motik. Ruangan yang bercat putih itu tampak ramai dengan koleksi foto-foto dokumentasi perjalanan karir beliau. 

Di ruang kedua terdapat berbagai koleksi pribadi beliau seperti buku, lukisan dan juga kain Nusantara. Kecintaan beliau akan seni lukis terwujud dengan koleksi lukisan maestro pelukis Indonesia Basuki Abdullah, juga lukisan Jeihan, Antonio Blanco, Koempoel Sujatno, Maria Tjui serta I Nyoman Merta. Juga terdapat koleksi kain karya desainer kenamaan Iwan Tirta. 


Sementara itu di ruang ketiga lebih ke koleksi yang menonjolkan sisi feminin seorang Dewi Motik serta mencerminkan pribadi beliau sebagai perempuan Indonesia. Perempuan yang selalu memberikan inspirasi dan motivasi bagi generasi muda saat ini. 

Setelah puas berkeliling melihat ruang pameran, dan sambil menunggu peserta lain datang, kami disuguhi sarapan oleh tuan rumah, mbak Moza.

Kelas Berkain, Styling kain biar tampil modis

Dalam berkain, mbak Nana Listyana yang saat itu turut memberikan materi, menjelaskan tentang jenis kain batik yang ada. Ada kain batik yang ditulis, dicetak, dan diprint. Ketiga jenis ini akan terlihat perbedaannya ketika melihat langsung kainnya. Misalnya saja untuk kain batik yang diprint atau dicetak itu ada perbedaan di dua sisinya. Sedang kalau kain batik yang ditulis itu kedua sisinya sama. 


Begitu juga dengan motif, corak, benang juga ada perbedaan di tiap-tiap daerah. Menarik sekali bila mengulik sejarah perkainan Indonesia ini karena begitu banyak ragamnya. Itulah sebabnya mengapa kain batik tulis atau tenun itu mahal harganya karena proses pembuatannya juga lama menggunakan manual dan dengan ketelitian yang tinggi. 

Ditambahkan pula oleh mbak Moza tidak jarang kain yang diperoleh ibundanya itu berasal dari daerah pelosok. Namun begitu ibu Dewi Motik berusaha untuk membeli dari perajin lokal dan juga teman sesama seniman seperti kain buatan Iwan Tirta, salah satu seniman dan desainer Indonesia ternama. Kain Iwan Tirta tersebut dilukis dan dibuat sendiri oleh sang desainer dan masih terawat dengan baik. 

Di Kelas Berkain tersebut kami diajarkan cara menggunakan kain baik untuk acara formal maupun informal secara sederhana namun cukup mudah, bahkan tanpa alat bantu. Jadi dengan selembar kain kita dapat menjadikan rok tanpa digunting atau dijahit. Para peserta terlihat excited sekali mendengarkan penjelasan dan mempraktekkan penggunaan kain tersebut. 


Kalau selama ini kain hanya dipakai untuk selendang menggendong bayi, ternyata dapat juga terlihat fashionable dan modis. Penggunaan kain ini juga bisa dipadupadankan dengan kebaya atau busana lainnya baik untuk acara formal maupun casual. Selesai mempraktekkan penggunaan kain, seluruh peserta memperagakan dan mendokumentasikannya layaknya model yang berjalan di catwalk.


Senangnya bisa mendapatkan ilmu tentang perkainan Indonesia juga tips dan trik menggunakan kain agar terlihat fashionable dan modis untuk berbagai acara. Selesai acara kami masih disuguhi makan siang dengan menu bakso dan siomay serta es teh sereh yang menyegarkan. Belum lagi pulangnya dapat oleh-oleh produk Wardah dan Teh Botol. 

So sobat Mlaqumlaqu, kapan terakhir kali menggunakan kain sebagai bagian dari fashion/busana kalian? 



Transjakarta Jabodetabek Rute Terbaru, Cobain Yuk!

 Halo sobat Mlaqumlaqu. Sebagai pengguna transportasi umum, sebisa mungkin saya harus update informasi mengenai transportasi. Selain sering menggunakan kereta commuter line, ojek online, saya juga sering menggunakan bus Transjakarta atau akrab disebut Tije. Bukan cuma di Jakarta aja tapi juga di beberapa daerah penyangga ibukota seperti Bekasi dengan TransPatriot, Depok dengan TransKita dan Bogor dengan TransPakuan. 

Sekilas Sejarah Transjakarta

Transjakarta adalah sistem transportasi bus yang berbentuk Badan Usaha Milik Daerah DKI Jakarta yang memiliki jalur khusus dan terintegrasi. Dari info media sosial dan website resmi transjakarta.co.id menyebutkan bahwa pertama kali bus Transjakarta beroperasi secara resmi di tahun 2004. Awalnya pada saat masa pemerintahan Gubernur Sutiyoso tahun 2001 tercetus ide diadakannya BRT (Bus Rapid Transportation) Transjakarta. 

Bus Transjakarta low entry. 
BRT Transjakarta menjadi salah satu sistem transportasi dengan lintasan terpanjang di dunia yaitu 208 km yang resmi beroperasi di 1 Februari 2004 dengan tarif Rp3500,-. Awalnya berbentuk Badan Pengelola dengan Keputusan Gubernur No.110/2003, kemudian berganti menjadi Badan Layanan Umum dibawah Dinas Perhubungan (Dishub) dengan Peraturan Gubernur DKI No.48/2006. Koridor pertama yang dibuka yaitu Koridor 1 yang melayani rute Blok M-Kota dan sebaliknya. 
Logo bus Transjakarta dari masa ke masa. 
Seiring berjalannya waktu perluasan jaringan koridor dan layanan armada semakin bertambah. Mulai dari koridor 9 melayani rute Pluit-Pinangranti PP dan 10 dengan rute PGC Cililitan-Tanjung Priok PP di tahun 2010, lalu koridor 11 dengan rute Kampung Melayu-Pulo Gebang dan 12 rute Tanjung Priok-Pluit di tahun 2011 serta penggantian bus koridor 1 menjadi bus articulated (bus gandeng/tempel). 

Di awal beroperasinya bus Transjakarta menggunakan logo burung elang yang berbeda dengan logo sekarang dan mengalami pergantian logo hingga 5 kali. Logo terakhir yang berwarna biru merupakan logo yang diambil dari pemenang lomba logo Transjakarta karya Fakhri Azmi dan resmi digunakan mulai 11 Oktober 2014 hingga sekarang. 
Logo Transjakarta hasil sayembara
Selain dari segi layanan armada dan koridor, Transjakarta juga mulai menerapkan sistem integrasi pembayaran e-ticket dengan menggunakan Kartu Uang Elektronik (KUE) atau e-money yang berlaku di semua koridor dan terintegrasi dengan bus-bus feeder. 

Transjakarta juga mempunyai layanan Transjakarta Cares yang resmi beroperasi sejak 20 September 2016. Layanan ini digunakan untuk memberikan dukungan bagi penyandang disabilitas yang berlokasi di DKI Jakarta
secara gratis atau tanpa biaya. Juga mulai beroperasinya JakLingko pada 1 Oktober 2018, yaitu sistem integrasi pembayaran pada layanan transportasi Jakarta. 

JakLingko berasal dari kata Jak yang berarti Jakarta dan Lingko yang berarti jejaring atau integrasi. Uniknya kata Lingko diambil dari sistem persawahan tanah adat di Manggarai, Nusa Tenggara Timur. JakLingko mencakup layanan transportasi berbasis jalan yaitu Transjakarta dan berbasis rel yaitu LRT Jakarta dan MRT Jakarta.

Penambahan Koridor dan Rute Terbaru Transjakarta Jabodetabek

Bus Transjakarta yang awalnya hanya mengoperasikan 1 koridor kini bertambah menjadi 14 koridor aktif. Dari bus single, maxi dan gandeng, kini bertambah dengan hadirnya Mikrotrans (angkot) , bus wisata, bus khusus perempuan, Royal Trans dan juga bus listrik sejak tahun 2023.


Semakin banyak animo pengguna transportasi Tije ini, selain menambahkan jumlah armadanya, juga menambahkan rute-rute baru yang bahkan merambah lintas propinsi. Di antara rute-rute tersebut antara lain:
  1. Bekasi: B11, B21, B25, B41, B51
  2. Depok: D11, D21, D41
  3. Bogor: P11
  4. Tangerang Selatan: S11, S21, S22, S61, SH1
  5. Tangerang: T11, T12, T31
Kehadiran Tije TransJabodetabek ini tentu disambut gembira para pengguna di daerah pinggiran Jakarta yang banyak beraktifitas di Jakarta dan sekitarnya, hingga membantu memudahkan akses transportasi umum mereka. 

1. Bekasi. 
Untuk area Bekasi, bus TiJe TransJabodetabek ada 4 rute, yaitu:
  • Transjakarta B11 Bekasi Barat-Cawang. Rute ini beroperasi yaitu mulai 26 September 2022. Melayani 8-12 titik perhentian mulai dari Cawang, BNN, Jatibening, Mega Mall, Kayuringin, RS Mitra Keluarga dan berakhir di Sumarecon, begitu pula sebaliknya. 
    Rute Tije B11

  • Transjakarta B21 Bekasi Timur-Cawang. Rute ini melayani penggunanya sejak Agustus 2022 dengan 17 titik perhentian yang menghubungkan kawasan strategis Bekasi Timur, terminal Bekasi dan Bulak kapal hingga Cawang BNN. 
    Rute Tije B21

  • Transjakarta B25 Bekasi-Dukuh Atas. Dimulai sejak 3 Juli 2025, rute B25 ini melayani pengguna mulai pukul 05.00 WIB hingga 22.00 WIB sama seperti rute lain kecuali rute koridor utama. Total titik perhentian rute ini sebanyak 29 titik, dan melalui jalur tol Becakayu. 
    Rute Tije B25

  • Transjakarta B41 Vida Bekasi-Cawang Sentral. Rute ini mulai melayani penggunanya sejak Mei 2025 dengan titik perhentian 5-6 titik. 
    Rute Tije B41

  • Transjakarta B51 Cawang-Cikarang. Bisa dibilang ini rute terbaru dari Tije TransJabodetabek untuk kawasan Cikarang. Mulai diresmikan pada 11 Februari 2026 di Balaikota oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Rute ini menempuh jarak sepanjang 89 km dengan 11 titik perhentian, 3 titik di wilayah meliputi Cawang Sentral Polypaint, Cawang Sentral, dan Pool Taksi Cawang. Sedangkan 8 titik di luar Jakarta antara lain Hollywood Junction, Kedasih, Kasuari, Living Plaza Cikarang, Boulevard Arade, Jalan Industri Raya 1, Jalan Industri Raya 2, dan Cafe Walk. 
    Rute Tije B51

2. Depok. 
Transjakarta TransJabodetabek yang memiliki rute ke wilayah Depok ada 3 rute, yaitu:
  • Transjakarta D11 Depok-Cawang Sentral via Cibubur. Rute ini terbilang cukup lama melayani pengguna Transjakarta di mana sebelumnya melayani rute Depok-BNN namun dimodifikasi menjadi rute Depok-Cawang Sentral per 1 Agustus 2024. Untuk titik perhentiannya sebanyak 29 titik perhentian. 
    Rute Tije D11

  • Transjakarta D21 Universitas Indonesia-Lebak Bulus. Rute ini melayani mobilitas pengguna area Depok menuju pusat perkantoran di wilayah Jakarta Selatan. Tije D21 ini juga terintegrasi dengan stasiun MRT Lebak Bulus. 
    Rute Tije D21

  • Transjakarta D41 Sawangan-Lebak Bulus via Desari. Untuk rute ini mulai beroperasi resmi pada 4 Juni 2025 dari Sawangan, Depok menuju Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Menempuh jarak sekitar 37 km dengan 20 titik perhentian. Sama seperti rute Tije D21, rute ini juga terintegrasi dengan stasiun MRT Lebak Bulus. 
Rute Tije DD41
3. Bogor. 
Transjakarta P11 Blok M-Bogor. Rute ini terbilang baru, mulai beroperasi sejak 5 Juni 2025 via tol Jagorawi dari terminal Blok M dan berakhir di halte Botani Square, Bogor PP. Tije P11 melayani mulai pukul 05.00 WIB hingga 22.00 WIB. Adapun titik pemberhentiannya sebanyak 22 titik, 13 diantaranya halte dan 9 bus stop dengan waktu tunggu (headaway) sekitar 15 menit. Tije TransJabodetabek ini untuk mengakomodir kebutuhan pengguna TiJe di wilayah Cibubur, Citeureup, Sentul dan Bogor.
Rute Tije P11

 
4. Tangerang Selatan. 
Layanan Tije di wilayah Tangerang Selatan, khususnya di Serpong ini merupakan perluasan jangkauan transportasi publik ke daerah penyangga. Layanan ini
memiliki 4 rute Tije TransJabodetabek, yaitu:
  • Transjakarta S11 BSD (Serpong) -Jelambar. Rute ini mulai aktif sejak 26 Mei 2016 dan mengalami modifikasi rute hingga sekarang. 
    Rute Tije S11

  • Transjakarta S21 Ciputat-CSW. Pertama kali tercetus rute ini di 8 Agustus 2022 dengan rute awal Ciputat-Tosari. Sejak 2024 mengalami modifikasi menjadi rute yang sekarang. 
    Rute Tije S21

  • Transjakarta S22 Ciputat-Kampung Rambutan. Beroperasi pertama kali pada 26 September 2022.
    Rute Tije S22

  • Transjakarta S61 Alam Sutra-Blok M. Rute ini secara resmi berlaku pada 24 April 2025 sebagai bagian dari perluasan layanan Poris Plawad. Selain itu juga untuk mengakomodir pengguna transportasi umum khususnya bus Tije dan meminimalisir penggunaan kendaraan pribadi. 
    Rute S61 di halte Slipi Petamburan. 

5. Tangerang. 
Selain Tangerang Selatan, wilayah Tangerang juga mendapatkan layanan Tije TransJabodetabek untuk memenuhi kebutuhan penggunanya yang juga banyak beraktifitas di wilayah Jakarta. Untuk layanan ini, terdapat 4 rute Tije TransJabodetabek, antara lain:
  • Transjakarta SH1 Perkantoran Soekarno Hatta-Kalideres. Awal mula rute ini diuji coba pada 5 Juli 2023 dan masih terbatas dengan tarif Rp0,-. Lalu disesuaikan operasionalnya di bulan Mei 2924 dan resmi beroperasi per 19 Juni 2024.
    Rute Tije SH1

  • Transjakarta T11 Poris Plawad-Petamburan. Satu lagi rute Tije TransJabodetabek yang menggunakan bus low deck/low entry yaitu T11 yang melayani rute Poris Plawad, Tangerang sampai halte Slipi Petamburan. Sebelumnya rute ini berakhir di Bunderan Senayan namun seiringnya waktu mengalami modifikasi hingga sampai halte Slipi Petamburan. 
    Rute Tije T11

  • Transjakarta T12 Poris Plawad-Juanda. Untuk pengguna Tije dari arah Juanda, Pecenongan yang ingin menuju Poris Plawad, Tangerang dapat menggunakan rute T12 ini. 
    Rute Tije T12

  • Transjakarta T31 PIK 2-Blok M. Kalau dulu mau ke wilayah Pantai Indah Kapuk, banyak orang yang kesulitan akan akses transportasinya. Tapi sejak beroperasinya rute Tije T31 yang melayani jurusan PIK2-Blok M memudahkan mereka yang beraktifitas di area PIK 2 setiap harinya. 

    Rute Tije T31

    Bus Transjakarta rute T31 di halte Senayan Bank DKI

Pengalaman Naik Tije TransJabodetabek

Sebagai transportasi umum, bus Tije telah menemani aktifitas saya sejak awal beroperasi di tahun 2004. Saya merasakan sekali perkembangan transportasi umum bus ini yang jauh lebih baik dari puluhan tahun sebelum adanya Transjakarta ini. 

Di dalam bus Transjakarta
Dari yang jenis metromini, komilet, kopaja yang seringkali saya mendapatkan supir yang ugal-ugalan yang tidak mengindahkan keselamatan penumpangnya, hingga lahirnya era bus Transjakarta ini. Selain tarifnya yang terjangkau Rp3.500,- pelayanannya yang memanusiakan baik dari pramudi maupun pramusapanya. 
Kondisi bus yang nyaman ditumpangi

Belum lagi kondisi busnya yang berpendingin udara, kursinya yang nyaman serta halte-halte perhentian yang representatif. Walau masih ada satu dua hal yang masih harus ada perbaikan, tapi sejauh ini saya merasa nyaman menggunakan bus Transjakarta. Sebagai pengguna Transjakarta, sudah seharusnya kita juga menjaga transportasi umum kita bersama. 

Dari ke 5 wilayah yang dilayani rute Transjakarta TransJabodetabek ini, rute mana saja yang sering sobat naiki? Share di kolom komentar, ya? 







Walking Tour Napak Tilas Bekasi

 Hai sobat Mlaqumlaqu. Bekasi. Apa yang ada di pikiran kalian kalau mendengar kata Bekasi? Planet lain? Paspor? Panas? Wkwkwk itu sebagian joke tentang Bekasi, sih. Padahal ada juga kok tempat wisata serta bersejarah di Bekasi. Apalagi Bekasi dikenal sebagai kota Patriot. 

Nah pada Agustus tahun 2025 lalu, saya berkesempatan mengikuti walking tour napak tilas di Bekasi. Kegiatan walking tour beberapa kali saya ikuti baik yang diadakan di Jakarta atau di kota lain seperti Depok, Bogor atau Tangerang. Untuk kota Bekasi, baru kali ini saya ikut dan penasaran juga seperti apa cerita dibalik tempat-tempat yang akan kami lewati nanti. 

Walking tour napak tilas Bekasi

Peserta yang hadir di napak tilas Bekasi
Walking tour napak tilas yang diadakan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bekasi, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi dan Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Bekasi ini dilaksanakan dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-80 tahun 2025 lalu. Saya dan beberapa rekan Kompasiana mendaftar di acara tersebut. Titik kumpulnya di Alun-alun M. Hasibuan Kota Bekasi, tidak jauh dari stasiun Bekasi yaitu di Jalan Pramuka, Margajaya, Bekasi Selatan. 
Pendopo alun-alun kota Bekasi

Napak Tilas Perjuangan Rakyat Bekasi

Walking tour ini merupakan rangkaian dari acara Round Trip Vol. 6 Edisi Napak Tilas Perjuangan Rakyat Bekasi, yang menggabungkan jalan santai dan walking tour. Para peserta yang hadir terdiri dari berbagai lapisan masyarakat, mulai dari siswa sekolah, komunitas,  jajaran Pemkot hingga para guru. Start di mulai pada pukul 7.30 WIB di Alun alun kota Bekasi yang dibuka oleh Walikota Bekasi Tri Ardhianto. 

Pembukaan walking tour oleh Walikota Bekasi

Adapun rute dari walking tour napak tilas ini yaitu di mulai dari Alun-alun M. Hasibuan kota Bekasi, Monumen Perjuangan Bekasi, Rumah Tangsi, Masjid Al Barkah, Gedung PMI, Kali Bekasi, Monumen Kali Bekasi dan berakhir di Klenteng Hok Lay Kiong. 

Rute sepanjang kurang lebih 5 kilometer itu kami lalui sambil sesekali berhenti untuk mengabadikan tempat bersejarah yang menjadi bagian dari sejarah perjuangan rakyat Bekasi. Walau semalam habis hujan dan jalanan agak becek tapi tidak menyurutkan langkah kaki para peserta. 

Dari Alun alun kota Bekasi, peserta menyusuri jalan Veteran dan melewati mesjid Agung Al Barkah. Mesjid ini ternyata merupakan salah satu mesjid tertua di kota Bekasi yang sudah berdiri sejak tahun 1890. Mesjid yang sering dikunjungi karena bernilai sejarah ini, berarsitektur khas Timur Tengah dengan empat menara dengan pintu kayu jati berukiran kaligrafi yang indah. Dari mesjid Agung Al Barkah, kami juga melewati gedung PMI (Palang Merah Indonesia) kota Bekasi yang berada di Jalan Pramuka. 

Mesjid Agung Al Barkah

Gedung PMI Bekasi

Setelah itu kami bergerak menuju selatan melewati Bendung Kali Bekasi di mana terdapat Monumen Kali Bekasi. Kali Bekasi adalah sungai besar yang mengalir dari selatan ke utara, melintasi Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi, bermula dari pertemuan Sungai Cikeas dan Cileungsi di Bogor, dan bermuara di Laut Jawa. Sungai ini penting sebagai sumber air baku dan saluran irigasi, serta menjadi jalur utama di Daerah Aliran Sungai (DAS) Bekasi, melewati titik-titik penting seperti Bendung Bekasi dan wilayah Tambun Utara hingga Babelan.  

Bendung Bekasi

Kali Bekasi

Sayangnya sepanjang walking tour ini berlangsung saya tidak mendapati panitia yang membantu menjelaskan rute-rute yang dilalui. Jadilah saya dan peserta lain saling bertanya dan memberikan info. Sesekali saya mengecek via HP informasi yang saya butuhkan dari nama tempat yang kami lewati. 

Setelah setengah perjalanan, kami menjumpai Klenteng Hok Lay Kiong yang berada di Jalan Kenari,  Margahayu, kota Bekasi Timur. Di usianya yang mencapai 300 tahun ini, Klenteng Hok Lay Kiong menjadi klenteng tertua di wilayah Bekasi dan masih berdiri kokoh dan dikunjungi baik oleh jemaahnya maupun wisatawan. 

Tampak depan Klenteng Hok Lay Kiong

Pintu gerbang menuju klenteng Hok Lay Kiong

Sejak awal berdirinya, Klenteng Hok Lay Kiong telah beberapa kali mengalami renovasi. Banyak ruangan dan fasilitas yang ditambah untuk lebih mempercantik klenteng yang didominasi warna merah dan emas itu dan ornamen patung naga di beberapa tempat di dalam dan luar klenteng. 



Rute walking tour berakhir di Monumen Kali Bekasi yang sayangnya nyaris tidak terawat. Banyak bagian-bagian dari tugu yang terbuat dari besi hilang. Monumen Kali Bekasi merupakan monumen perjuangan yang didirikan pada tahun 1955. Berlokasi di Jalan Ir. H. Juanda, Bekasi Selatan, menandai lokasi pertempuran berdarah di 19 Oktober 1945 di mana rakyat Bekasi melawan sedikitnya 90 tentara Jepang dan menjadikan kota Bekasi sebagai Kota Patriot. 

Peserta walking tour mengunjungi Monumen Kali Bekasi. 
Dengan lokasi yang berada di tepi kali Bekasi, berdekatan dengan jembatan rel stasiun Bekasi. Banyak bagian-bagian dari monumen ini yang terbuat dari plat tembaga hilang, hingga membuat bagian bawah bolong, jadi tidak indah dipandang. Monumen yang menjadi simbol perjuangan, perdamaian, cinta kasih dan keberanian rakyat Bekasi ini juga sering menjadi tempat menabur bunga dalam rangka memberikan penghormatan bagi para pejuang.
Monumen Kali Bekasi

Melihat kondisi tersebut, sudah seharusnya menjadi perhatian Pemkot Bekasi untuk membenahi dan memperhatikan Monumen Kali Bekasi yang menjadi saksi sejarah perjuangan tentara rakyat Bekasi dalam mendukung kemerdekaan Indonesia. 










Pengalaman Naik Bajaj di Jogja, Ini Dia Bedanya dengan Bajaj di Jakarta

 Hai sobat Mlaqumlaqu. Beranekaragamnya jenis transportasi di beberapa daerah di Indonesia membuat pengalaman tersendiri untuk mencobanya. Selain ada transportasi udara, ada juga transportasi laut. Untuk transportasi darat, jenisnya cukup banyak juga, nih, sob. Ada bus, kereta, mobil, motor, sepeda, bajaj, bemo, juga helicak. Dua terakhir yang saya sebutkan sepertinya sudah tidak ada lagi. 

Bajaj online di Jogjakarta

Sekilas Sejarah Bajaj di Indonesia

Nah kalo soal bajaj, pertama kali bajaj itu ada di Indonesia tepatnya di Jakarta mulai tahun 1970an era pemerintahan Gubernur Ali Sadikin. Bajaj sendiri berasal dari India dan masuk ke Indonesia yang kebetulan diproduksi oleh perusahaan Bajaj Auto. Jadilah nama bajaj umum digunakan untuk kendaraan roda tiga yang di Jakarta menjadi kendaraan umum pengganti becak. 

Awalnya nih, bajaj itu kendaraan umum beroda 3 dengan mesin 2-tak, rodanya 1 di depan dan 2 di bagian belakang, dengan kemudi seperti stang motor. Berwarna oranye, suaranya yang khas dan bising ini  menjadi ikon kota Jakarta dan sanggup membelah kemacetan Jakarta. Saat itu bajaj masih diperbolehkan melaju di jalan utama Jakarta. Selain praktis dari segi tarif juga lebih terjangkau dibanding taksi dengan daya tampung penumpang hingga 2-3 orang termasuk barang bawaan penumpang. 

Bajaj oranye. Dok: Wikipedia

Hingga tahun 2000an, bajaj oranye masih berseliweran di jalanan Jakarta. Baru di awal 2006, bajaj oranye dengan mesin 2-tak yang berisik tersebut diganti dengan bajaj biru BBG (Bahan Bakar Gas). Bajaj biru ini mesinnya lebih halus dan menggunakan bahan bakar yang ramah lingkungan. Hingga akhirnya bajaj oranye berangsur hilang dan berganti dengan bajaj biru BBG. 

Bajaj biru BBG. Dok: Wikipedia

Kehadiran transportasi umum bajaj ini di kemudian hari bukan hanya di Jakarta saja, tapi juga di kota lain. Sebut saja kota Jogjakarta, Solo, Semarang, Banjarmasin, Pekanbaru, Medan, Makassar. Bahkan sekarang ini bajaj bisa dipesan online melalui aplikasi di beberapa kota di Indonesia, salah satunya di Jogjakarta. 

Pengalaman Naik Bajaj Online di Jogjakarta

Kalau di Jakarta, jika hendak menggunakan bajaj, biasanya kita menyetop bajaj yang lewat atau mendatangi bajaj yang sedang mangkal. Untuk tarifnya dikenakan sesuai kesepakatan antara calon penumpang dan pengemudi bajaj. Tapi ketika saya berkunjung ke Jogjakarta, saya baru tahu kalau ada juga bajaj di sana. Kudet banget ya, saya hehehe. Dan lebih herannya lagi ternyata bajaj di Jogjakarta pesannya melalui aplikasi online donk. Walah, kemana aja ya saya kok baru tahu? 

Jadi waktu itu, bulan September 2025 lalu, saya mengunjungi Jogjakarta dan menginap di daerah Taman Sari, Jogjakarta. Ketika kami, saya, Pak Taufik (rekan Kompasianer) dan salah satu kerabat beliau menelusuri jalan menuju pasar Ngasem, saya melihat bajaj melintas. Pak Taufik menjelaskan kalau di Jogjakarta sekarang sudah ada bajaj dan kalau mau memesannya harus menggunakan aplikasi, namanya Maxride. 

Bajaj Jogja. Dok:diswayjogja

Bajaj yang saya lihat di Jogjakarta memang sepintas seperti bajaj yang ada di Jakarta. Bedanya hanya di cara pemesanannya aja. Karena penasaran, malamnya kami pun memesan bajaj melalui aplikasi yang ada di HP Pak Taufik. Kebetulan kami akan menuju IFI Jogjakarta yang berlokasi di Jalan Sagan. 

Long story short, bajaj ini sudah hadir di Jogjakarta sejak 28 April 2025, lho. Belum ada setahun, tapi dari cerita pak sopirnya, animo masyarakat Jogjakarta cukup tinggi. Apalagi selain karena praktis, bajaj juga bisa masuk ke dalam gang yang taksi atau ojol mobil tidak bisa masuk. Selain itu dari segi tarif juga cukup terjangkau, mulai dari harga Rp14.000,- dengan jarak dekat. 

Kursi pengemudi. Dok: instagram @bajajreindonesia

Sepanjang perjalanan, saya sempatkan ngobrol dengan pak sopirnya. Beliau bilang kalau bajaj Maxride ini menggunakan skema rental/sewa sebesar Rp75.000,- per hari. Tapi pihak operator mengijinkan apabila sopir ingin memiliki bajaj tersebut, jadi tidak menyewa lagi. Menariknya lagi para pengemudi bajaj di Jogjakarta ini masuk dalam komunitas BAJURI yang merupakan singkatan dari Bajaj Jogja Untuk Rakyat Indonesia). Namanya jadi mengingatkan saya dengan salah satu karakter sopir bajaj di sinetron Bajaj Bajuri. 

Kursi penumpang bajaj Jogja. Dok:belibajajjogja
Pengalaman selama menjadi sopir bajaj online ini, membuatnya mendapatkan pelanggan tetap. Jadi pelanggannya itu memesan di jam tertentu untuk diantarkan ke suatu tempat dengan tarif sesuai dengan yang ada di aplikasi. Selain itu para sopir/pengemudi bajaj ini tidak hanya berperan sebagai operator kendaraan saja, tetapi juga menjadi duta pariwisata yang memperkenalkan keramahan, nilai budaya, dan kearifan lokal Jogjakarta kepada wisatawan. 

Nah sobat Mlaqumlaqu, ada yang udah cobain naik bajaj online juga ngga di Jogja atau kota lain? Share di kolom komen, ya.