Napak Tilas Layar Lebar: 5 Destinasi Wisata Indonesia yang Ikonik Gara-Gara Film

 Hai sobat Mlaqumlaqu. Siapa nih di antara kalian suka nonton film karena latar lokasi filmnya? Saya tuh sering banget perhatiin lokasi tempat film yang saya tonton, apalagi kalau lokasinya masih di Indonesia, terlebih di pulau Jawa. "Wah, bagus banget pemandangannya! Di mana ya itu?" 

Ternyata ya sob, tren berkunjung ke lokasi syuting film atau film tourism memang naik daun. Apalagi kalau filmnya mencapai box office,wah yakin deh pasti banyak yang FOMO untuk berkunjung. Selain bisa merasakan atmosfer yang sama dengan karakter favorit di film tersebut, tempat-tempat itu memang aslinya sudah punya pesona yang luar biasa.

Di area gereja ayam dengan latar belakang bukit Manoreh, Magelang

Nah, kalo sebelumnya saya udah ngebahas tentang rekomendasi film yang layak tonton ketika di perjalanan, kali ini saya mau ngebahas destinasi yang mendadak hits atau bahkan lebih hits lagi karena keindahannya tertangkap kamera film layar lebar. 

5 Destinasi Wisata yang jadi Lokasi Syuting

Ketika memutuskan untuk menonton suatu film, selain mencari sinopsis ceritanya, saya juga menonton trailernya terlebih dulu. Tidak jarang saya mencari spoilernya dari berbagai sumber. Kalau orang lain mungkin alergi dengan spoiler, saya malah suka, karena jadi lebih bisa memutuskan untuk lanjut nonton atau ngga. 

Tapi sob, walaupun misal jalan ceritanya menurut saya kurang bagus tapi lokasi tempat syutingnya tuh penggambarannya indah banget, pasti akan saya tonton juga. Berikut ini adalah rekomendasi tempat wisata di Indonesia yang pernah jadi lokasi syuting film hits, lengkap dengan info filmnya! Disclaimer dulu ya, sobat Mlaqumlaqu, ini berdasarkan pilihan pribadi saya aja. 

1. Pantai Tanjung Tinggi, Bangka Belitung

Film: Laskar Pelangi (Miles Production, 2008)

Sutradara: Riri Reza. Pemain: Cut Mini, Ikranagara, Lukman Sardi, dan anak-anak asli Belitung.

Kenapa saya tertarik dengan film ini? Pertama memang karena filmnya, jalan ceritanya runut, mengalir dan mudah dipahami dan dinikmati. Ceritanya sederhana tapi penuh makna. Tapi lebih dari itu tempat lokasi syutingnya yang sangat memanjakan indra penglihatan kita. 

Pantai Tanjung Tinggi, Bangka Belitung. Dok:Wikipedia.
Salah satunya yaitu pantai Tanjung Tinggi. Berlokasi di Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, Propinsi Kepulauan Bangka Belitung. Pantai ini berada di sebelah utara Pulau Belitung, berjarak sekitar 37-40 km dari pusat kota Tanjung Pandan. 

Pantai ini terkenal dengan formasi batu granit raksasa yang artistik dan air laut yang tenang. Sejak kesuksesan film Laskar Pelangi ini, Belitung yang tadinya jarang dilirik langsung jadi destinasi primadona. Membayangkan indahnya batu-batu granit besar dan kita bisa berfoto di antara batu-batu besar tempat Ikal dan kawan-kawannya bermain.

2. Ranukumbolo & Puncak Mahameru, Jawa Timur

Film: 5 cm (Soraya Intercine Films, 2012)

Sutradara: Rizal Mantovani. Pemain: Fedi Nuril, Denny Sumargo, Herjunot Ali, Raline Shah, Pevita Pearce, Saykoji.

Buat pendaki gunung, Ranukumbolo dan Puncak Mahameru yang berlokasi di propinsi Jawa Timur, perbatasan antara Lumajang dan Malang ini bukan tempat yang asing bagi mereka. Bisa dibilang ke dua lokasi ini adalah bucket list para pendaki gunung. Danau di atas gunung ini menawarkan pemandangan matahari terbit yang magis. Setelah film ini rilis, jumlah pendaki Gunung Semeru melonjak drastis! 

Danau Ranukumbolo, Jawa Timur. Dok:traveloka.

Sebagai puncak dari gunung Semeru, Mahameru menjadi titik puncak tertinggi, kawah aktif (Jonggring Saloka), dan tujuan akhir para pendaki.Pesona "Tanah Tertinggi di Pulau Jawa" ini memang tidak ada duanya, meski untuk mencapainya butuh fisik yang prima.

3. Gereja Ayam (Bukit Rhema), Magelang

Film: Ada Apa dengan Cinta? 2 (Miles Films, 2016)

Sutradara: Riri Riza. Pemain: Dian Sastrowardoyo, Nicholas Saputra, Titi Kamal, Adinia Wirasti, dll. 

Gereja Ayam Bukit Rhema, Magelang. 

Saya sempat mengunjungi gereja Ayam ini di tahun 2019 lalu berdua dengan anak sulung saya. Kebetulan ada undangan reuni kampus dan menyempatkan diri untuk mampir ke Candi Borobudur dan Bukit Rhema gereja berbentuk merpati putih yang lebih dikenal dengan nama gereja ayam ini. 

Di atas puncak gereja ayam Bukit Rhema. 
Keberadaan gereja ayam ini jadi viral setelah Rangga dan Cinta di film AADC 2 ini mengobrol di puncaknya saat fajar menyingsing. Dari atas sini kita bisa melihat pemandangan perbukitan Menoreh yang asri. Berlokasi di Dusun Gombong, Desa Kembanglimus, Borobudur, Magelang, di gereja ayam ini juga terdapat kafe dengan menu tradisional. 

4. Desa Wisata Penglipuran, Bali

FTV: Cintaku Bersemi di Bali (SCTV, 2017) dan berbagai Judul FTV serta Dokumenter lainnya. 

Pemain: aktor dan aktris dalam dan luar negeri. 

Desa Penglipuran menyandang gelar salah satu desa terbersih di dunia. Tata ruangnya yang rapi, arsitektur tradisional yang seragam, dan suasananya yang tenang sering dijadikan lokasi syuting untuk menggambarkan sisi autentik Pulau Dewata. 

Desa Penglipuran, Bali. 
Gimana ngga? Rumah-rumah setipe berderet di jalanan menanjak. Suasana hijau sangat terasa, mobil dan motor juga tidak diperbolehkan masuk ke dalam desa. Semua kendaraan memang diparkir dekat gapura, sehingga Penglipuran bebas dari asap knalpot. 

Desa yang berlokasi di Jalan Penglipuran, desa Kubu, Bangli, Bali ini juga menerapkan konsep zero waste 3R yaitu Reduce, Reyse, Recycle. 

5. Kawasan Melawai, Jakarta

Film: Filosofi Kopi (Visinema, 2015)

Sutradara: Dwimas Sasongko. Pemain: Rio Dewanto, Chicco Jerikho, Julie Estelle, Melisa Karim. 

Kawasan Melawai sering menjadi lokasi syuting film sejak era tahun 90an. Sebut saja film Olga dan Sepatu Roda yang dibintangi oleh Desy Ratnasari. Sejak era 90an, kawasan ini menjadi tempat nongkrong anak muda, termasuk jadi tempat favorit saya dan teman putih abu-abu dulu. Biasanya kami mengunjungi toko buku Gramedia dan berakhir bermain sepatu roda di salah satu diskotik di sana, Lipstick namanya. 

Kafe Filosofi Kopi, Melawai. 
Sementara itu untuk lokasi film Filosofi Kopi mengambil lokasi di tempat kafe itu berada yaitu di Jalan Melawai VI, No. 8. Awalnya hanya kafe sementara untuk keperluan syuting, namun akhirnya menjadi kafe permanen hingga sekarang. 
Salah satu outlet kuliner kekinian di Melawai. 

Apalagi kawasan Melawai khususnya Blok M semakin marak dan berkembang dengan menjamurnya aneka outlet jajanan viral dan menjadikan kawasan Blok M termasuk Melawai tujuan wisata kuliner masyarakat. 
Di salah satu sudut Gramedia Jalma, Blok M

Sefruit💡 Tips Berkunjung ke Lokasi Syuting

Menyambangi lokasi syuting yang menjadi ikonik setelah menonton filmnya diperlukan beberapa tips dan trik agar tidak salah tempat. Biasanya setelah viral atau hits, banyak yang juga penasaran untuk mendatanginya. Berikut tips berkunjung ke lokasi syuting berdasarkan film yang ditonton:

  • Cari tahu Spot Spesifik. Tanya ke warga lokal di mana titik persis pengambilan gambar agar foto kita mirip dengan adegan di film tersebut. 
  • Datang lebih awal. Lokasi syuting yang ikonik biasanya ramai pengunjung yang juga kepo. Datang lebih awal untuk mendapatkan foto yang bersih tanpa gangguan orang lewat.
  • Hargai Lingkungan. Jangan sampai karena ingin meniru adegan film, kita malah merusak properti, membuang sampah sembarangan atau mengganggu kenyamanan warga sekitar. 

Nah sobat Mlaqumlaqu, dari kelima tempat di atas, mana nih yang paling ingin kalian kunjungi? Atau kalian tahu lokasi film Indonesia lainnya yang nggak kalah keren? Share di kolom komentar ya. Sampai jumpa di Mlaqumlaqu berikutnya!


5 Rekomendasi Film Layak Tonton untuk di Perjalanan

 Hai sobat Mlaqumlaqu. Ketika bepergian menggunakan kendaraan baik darat, laut maupun udara, seringkali kita merasa bosan. Apalagi bila perjalanan yang dilakukan memakan waktu yang cukup lama. Memang sih, melihat pemandangan dari jendela itu seru, tapi ada kalanya kita butuh hiburan ekstra biar waktu nggak terasa lambat.

Selain membaca buku, mengintip kehebohan di lini masa sosial media, ke restorasi kereta atau mengobrol melalui chat pribadi, biasanya saya juga suka menonton film untuk mengusir rasa bosan selama dalam perjalanan. Nah, biar semangat petualanganmu tetap membara meski lagi duduk manis di kursi penumpang, saya sudah merangkum 5 rekomendasi film bertema perjalanan, yang kali ini film lokal, yang bakal bikin perjalanan kamu makin berkesan!

Baca juga: Mendadak Kebumen: Ketinggalan Kereta di Purwokerto

5 Rekomendasi Film Biar Perjalananmu Ngga Bosan

1. Kulari ke Pantai (Indonesia, 2018)

Film ini merupakan garapan duo Riri Riza dan Mira Lesmana. Menurut saya film ini adalah paket lengkap. Menceritakan road trip seru dari Jakarta ke Banyuwangi sejauh 1.000 km lebih. Dari judulnya, kebayang pemandangan yang bakal disuguhi yaitu jalur darat Pulau Jawa yang cantik banget. Cocok nih buat kamu yang lagi road trip bareng keluarga karena ceritanya hangat dan penuh tawa.

Taman Nasional Baluran. Dok: website tnbaluran. 
Di film ini daerah wisata yang menjadi latar belakang lokasinya adalah Taman Nasional Baluran dan pasar Blambangan, Banyuwangi, Jawa Timur. Taman Nasional Baluran dijuluki sebagai Africa Van Java adalah kawasan konservasi seluas 25.000 hektar di ujung timur Pulau Jawa (Situbondo/Banyuwangi) yang terkenal dengan padang savana Bekol yang luas, hutan mangrove, dan pantai. Ekosistem yang unik ditawarkan di area wisata ini yang kawasannya mirip di Afrika dengan pemandangan gunung Baluran.

📍Taman Nasional Baluran, Jalan Raya Banyuwangi, Situbondo Km. 35

2. 3 Hari Untuk Selamanya (Indonesia, 2007)

Siapa yang ngga kenal Nicholas Saputra yang akrab disapa NicSap. Baik akting dan filmnya patut diacungi jempol. Film 3 Hari Untuk Selamanya ini diperankan bareng Adinia Wirasti yang menceritakan perjalanan dari Jakarta ke Yogyakarta menggunakan mobil tua.

Salah satu scene yang menampilkan keindahan pemandangan jalur Jogjakarta. Dok:milesproduction

Film ini menangkap esensi "perjalanan" yang sesungguhnya, bukan sekedar soal tujuannya, tapi soal percakapan dan kedekatan yang terbangun selama di jalan. Sangat reflektif dan vibe-nya santai banget. Belum lagi dominasi pemandangan sepanjang perjalanan yang sangat indah. 

3. Eat Pray Love (Amerika, 2010)

Ketika film ini ramai dibicarakan, saya gagal fokus dengan latar belakang lokasinya. Siapa yang nggak tahu film ini? Film yang bercerita tentang perjalanan Elizabeth Gilbert mencari jati diri ke Italia, India, dan berakhir di indahnya Bali.

Pantai Padang-Padang di Bali. Dok: Bali Rafting Tours
Menonton film ini saat sedang traveling rasanya seperti sedang meditasi visual. Sangat cocok buat kamu yang lagi melakukan solo traveling untuk mencari suasana baru. Adegan yang memperlihatkan keindahan pulau Bali tepatnya di pantai Padang Padang. Pantai yang terkenal dengan pasirnya yang putih bersih dan ombaknya yang terkenal di kalangan para surfer dunia. 

📍Pantai Padang-Padang, Jalan Labuansait, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali. 

4. Trinity, The Nekad Traveler (Indonesia, 2017)

Diangkat dari blog legendaris, film ini menceritakan perjuangan seorang karyawan yang hobi jalan-jalan meskipun jatah cutinya terbatas. Sebagai blogger, tentu tidak asing dengan blog Trinity yang banyak bercerita tentang perjalanannya ke berbagai tempat baik di dalam maupun di luar negeri. 

Scene di film Trinity, The Nekad Traveller. Dok: youtube @tujuhbintangsinema
Film ini sangat relatable buat kita semua yang harus pintar-pintar mengatur waktu antara kerjaan dan hobi jalan-jalan. Film yang sangat inspiratif dan penuh tips traveling tersembunyi, belum lagi pemandangan alam di lokasi-lokasi wisata yang dikunjungi, sangat memanjakan mata. 

5. 5 cm (Indonesia, 2012)

Kisah persahabatan lima orang yang mendaki Puncak Mahameru. Film ini sempat memicu tren naik gunung secara massal di Indonesia. Mendadak semangat nasionalisme berkobar dan menjadikan film ini inspirasi bagi para penontonnya untuk melakukan perjalanan mendaki gunung. Belum lagi keindahan Gunung Semeru yang digambarkan dengan sangat megah di sini. Cocok ditonton selama perjalanan dan menjadi teman pengusir rasa bosan. 

Gunung Semeru. Dok: Indonesia Travel
📍Gunung Semeru, Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, perbatasan Lumajang dan Malang, Jawa Timur. 

Tips Menonton Selama di Perjalanan

 Sebenarnya masih banyak lagi film-film bertema perjalanan yang bisa kita tonton sebagai pengusir rasa bosan ketika di kendaraan. Namun yang perlu diperhatikan yaitu kita harus mempersiapkan beberapa hal agar acara menonton selama perjalanan jadi makin mengasyikkan.

Berikut tips menonton selama perjalanan, yaitu:

  • Download Duluan: Jangan mengandalkan sinyal internet di jalan. Pastikan sudah klik tombol download di aplikasi streaming favoritmu. Selama perjalanan bisa saja terjadi gangguan sinyal yang nantinya akan menggangu keasyikan kita menonton. Yang ada bukannya happy malah jadi bete. 
  • Siapkan Headphone: Pilih yang memiliki fitur noise cancelling biar suara mesin bus atau bising di pesawat nggak mengganggu momen nontonmu. Selain itu dengan menggunakan headphone kita juga menjaga ketenangan penumpang yang ada di sekitar kita. 
  • Power Bank: Walaupun di kendaraan yang kita naiki tersedia colokan, tapi ada baiknya kita juga menyiapkan power bank untuk berjaga-jaga. Jangan sampai film lagi seru-serunya, eh HP malah mati. Pastikan daya baterai aman ya. 

Menonton film jadi salah satu pengusir rasa bosan di perjalanan. 

Nah sobat Mlaqumlaqu, jadi film mana nih yang bakal nemenin perjalanan kamu kali ini? Atau kamu punya rekomendasi film perjalanan favorit lainnya? Tulis di kolom komentar bawah ya, siapa tahu jadi inspirasi saya untuk mengunjungi lokasi tempat film itu dibuat. Happy traveling and watching, Sobat Mlaqumlaqu!


Mendadak Kebumen 2: dari Ziarah hingga Berburu Oleh-oleh

 Hai sobat Mlaqumlaqu. Menyambung cerita sebelumnya nih tentang perjalanan saya ke Kebumen, sekarang saya mau cerita ngapain aja selama 3 hari di Kebumen. Jadi setelah drama ketinggalan kereta di Purwokerto, Alhamdulillah akhirnya saya bisa menyusul dengan menggunakan kereta lain, yaitu kereta Manahan dan tiba di stasiun Kebumen pukul 16.09 WIB, 30 menit setelah kereta Bengawan tiba. 

Stasiun Kebumen. 

Baca juga: Mendadak Kebumen: Ya Amplop Ketinggalan Kereta di Purwokerto

Kebumen, Wisata Ziarah ke Makam Leluhur

Dari stasiun Kebumen, saya dan kakak perempuan saya menumpangi becak menuju rumah sepupu dari pihak ibu ke Gg. Platuk yang berada di kawasan Jalan Pemuda, Kota Kebumen. Sebenarnya bisa juga ditempuh dengan berjalan kaki, tapi berhubung hari sudah sore dan kami cukup lelah jadi memutuskan untuk naik becak. 
Makam ibunda di Bumirejo, Kebumen. 

Keesokan paginya, kami menuju makam leluhur yaitu makam ibunda dan mbah putri (nenek) beserta beberapa keluarga di pemakaman di daerah Bumirejo, Kota Kebumen. Pemakaman tersebut adalah pemakaman umum yang tanahnya merupakan tanah wakaf, jadi masyarakat sekitar dapat memanfaatkan pemakaman tersebut tanpa dipungut bayaran. 
Makam mbah putri (nenek). 

Lokasi pemakaman tersebut berdekatan dengan pemakaman lain, yaitu makam KH. M. Sururuddin A.W.K seorang Muassis atau Pendiri Persatuan Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyyah Kaafah,  Bumirejo, Kebumen dan pemakaman Katolik Kemitir (Paroki Santo Yohanes Maria Vianney Kebumen). Kedua pemakaman ini lokasinya berada lebih tinggi dari pemakaman umum tempat ibunda kami dimakamkan. Namun begitu lokasi pemakaman ini cukup tenang walau tidak jauh dari pemukiman warga. 


Berburu oleh-oleh khas Kebumen

Sepulang dari makam, kami mampir ke pasar Tumenggungan untuk mencari oleh-oleh makanan khas Kebumen. Pasar Tumenggungan Kebumen yang berlokasi di Jalan Pemuda No.147, Kebumen ini adalah pasar yang telah mengalami revitalisasi di tahun 2013 lalu. Sejarahnya, pasar Tumenggungan ini berdiri sejak awal tahun 1900an di bekas Katumenggungan (rumah Tumenggung) Kolopaking. 
Pasar Tumenggungan Kebumen

Pasar yang terdiri dari 2 lantai ini, di bagian bawah terdapat kios-kios yang menjajakan berbagai kebutuhan sehari-hari atau dikenal dengan pasar basah. Sedang di bagian atas menjadi pasar kering yang menjajakan seperti baju, kosmetik dan lain-lain. 

Berhubung dari rumah di Gang Platuk juga ngga terlalu jauh, jadi kami berjalan kaki dan melewati Tugu Lawet yang menjadi icon kota Kebumen. FYI nih sobat Mlaqumlaqu, Kota Kebumen menawarkan perpaduan indah antara keindahan alam, tradisi lokal dan situs bersejarah yang menjadikannya destinasi lengkap di Jawa Tengah. Mulai dari wisata pantai, goa, air terjun dan geopark juga warisan budaya dan sejarah seperti Benteng Van Der Wijck dan seni tradisional Ketoprak.
Tugu Lawet Kebumen
Sayangnya waktu kami di Kebumen hanya sebentar, jadi tidak sempat untuk mengunjungi tempat-tempat wisata yang ada di Kebumen. Namun begitu berburu oleh-oleh kuliner khas Kebumen menjadi salah satu agenda kami ketika berkunjung ke Kebumen. 


Di pasar Tumenggungan ini kami membeli oleh-oleh seperti lanting, golak (terbuat dari singkong yang dihaluskan dan dicampur tepung kanji), kecap Kencana, jenang dan kerupuk. Oiya, di depan pasar Tumenggungan ini juga terdapat kios-kios yang menjajakan aneka makanan dan hanya buka mulai sore hingga malam. 



Kami menyempatkan juga menikmati makan malam di pusat kuliner di depan pasar Tumenggungan ini. Ada beragam kuliner yang tersedia, mulai dari makanan berat seperti mie, bakso hingga makanan ringan seperti pisang goreng dan juga aneka minuman. 
Tugu Lawet di malam hari

Harga yang terjangkau dan tempat yang cukup nyaman, membuat lokasi kuliner di pasar Tumenggungan ini menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat untuk menikmati keindahan malam di kota Kebumen. Next kalau kembali lagi ke Kebumen sepertinya saya harus mengunjungi tempat-tempat wisatanya. 




Mendadak Kebumen: Ya Amplop Ketinggalan Kereta di Stasiun Purwokerto

 Halo sobat Mlaqumlaqu. Jelang bulan Ramadan, biasanya jadi momen untuk nyekar atau berziarah ke makam orang tua, keluarga dan juga leluhur yang terlebih dahulu berpulang. Walau bukan suatu kewajiban, momen nyekar ini seringkali menjadi suatu kegiatan yang rutin dilakukan menjelang bulan suci Ramadan bagi umat Islam. Begitu juga dengan saya, momen nyekar ini menjadi momen pulang yang sarat makna. 

Dua minggu menjelang bulan Ramadan, saya dan kakak perempuan saya melakukan perjalanan ke Kebumen untuk berziarah ke makam ibunda dan keluarga dari pihak ibu. Walau tidak bisa rutin tiap tahun pulang untuk sekedar menjenguk makam ibu, tapi tali silahturahmi dengan keluarga pihak ibu tetap terjaga. 

Stasiun Purwokerto

Berburu tiket kereta

Satu bulan sebelum berencana untuk nyekar/ziarah ke Kebumen, saya sudah mencari tiket kereta. Berhubung jenis kereta yang saya pilih adalah jenis kereta ekonomi yang harganya cukup murah meriah, tentu peminatnya juga banyak. Melalui aplikasi KAIAccess saya mulai mencari tiket kereta menuju stasiun Kebumen. 
Tiket pemesanan kereta

Setelah masuk dan log ini ke aplikasi tersebut, saya memilih fitur kereta jarak jauh. Setelah memasukkan stasiun keberangkatan dan tujuan, tanggal keberangkatan dan kepulangan, serta jumlah tiket yang akan dipesan, tidak lama keluar daftar jenis kereta dan harganya. Saya pilih di tanggal 2 Februari 2026 untuk keberangkatan dengan kereta ekonomi Bengawan relasi stasiun Bekasi-stasiun Kebumen, seharga Rp74.000,-/orang. Jadwal yang tersedia yaitu di jam 9.22 WIB dan tiba di stasiun Kebumen pukul 15.39 WIB. Setelah membayar, kode booking pun muncul di akun aplikasi KAI Access. 
Tiket kepulangan

Saya beruntung tanggal keberangkatan dan kepulangan yang saya pilih masih tersedia. Tapi kalau kita tidak memesan jauh hari sebelum keberangkatan, tidak mustahil kursi sudah habis semua terjual. Kereta Bengawan, relasi stasiun Pasar Senen - stasiun Lempuyangan, Jogjakarta ini jenis ekonomi bersubsidi yang memang cukup terjangkau. Makanya tidak heran kalau cepat banget habis tiketnya. 

Memesan di KAIAccess tuh memudahkan saya banget. Selain beli tiket kereta jarak jauh, kita juga bisa memesan makanan dan minuman untuk di kereta selama perjalanan. Jadi begitu sudah waktunya pergi dan kita sudah di dalam kereta, tidak perlu repot membawa makanan. Apalagi buat mereka yang ngga mau repot nenteng-nenteng makanan. 

Pengalaman ketinggalan kereta di stasiun Purwokerto

Tepat hari Senin (2/03) pukul 8.30 saya berangkat dari stasiun Kranji menuju stasiun Bekasi menggunakan KRL. Setiba di stasiun Bekasi saya mentap out kartu kereta dan menuju pintu keberangkatan kereta jarak jauh dan menunggu kakak saya tiba. Beberapa saat kemudian, kakak saya datang dan kami langsung menuju pintu masuk yang sebelumnya menyiapkan barcode untuk ditunjukkan ke petugas beserta KTP di pintu masuk. Oiya, untuk boarding menggunakan aplikasi KAIAccess dibuka maksimal 2 jam sebelum keberangkatan kereta, di atas itu harus mencetak tiket kereta. 
Bersama kakak mendadak Kebumen. 

Setelah masuk, kami menuju kursi dan menunggu kereta Bengawan tiba di ruang tunggu. Ruang tunggu di stasiun Bekasi cukup luas, terdapat kursi-kursi untuk calon penumpang kereta, juga terdapat fasilitas toilet, mushola, ruang bermain anak juga dispenser air minum gratis. Selang beberapa menit kemudian, petugas mengumumkan bahwa kereta Bengawan sudah tiba di peron 3,lalu kami pun turun menggunakan eskalator. 
Di stasiun Cirebon mengisi air. 


Kereta Bengawan ini termasuk kereta ekonomi bersubsidi, makanya harganya cukup murah. Walau jenis kursinya tegak, tapi ruangan berAC dan ada fasilitas toilet dan colokan untuk mengisi daya gawai kita di tiap deret kursi. Jenis kursinya ada yang 2-2 berhadapan atau 3-3. Di bawah colokan disediakan kantong plastik untuk membuang sampah yang rutin diambil oleh petugas kebersihan. 

Tepat pukul 9.22 WIB kereta berangkat, diperkirakan tiba di stasiun Kebumen pukul 15.39 WIB. Selama perjalanan kami disuguhi pemandangan pepohonan hijau juga persawahan. Sekitar pukul 12 tiba di stasiun Cirebon dan berhenti sekitar 5 menit untuk pengisian air. Kemudian berjalan lagi menuju stasiun berikutnya. 
Di stasiun Cirebon Prujakan


Oiya sobat Mlaqumlaqu, ketika kereta berhenti sejenak menurunkan dan menaikkan penumpang serta mengisi persediaan air di stasiun Cirebon, saya keluar dari kereta untuk melemaskan tubuh. Ngga terlalu jauh sih, karena kereta juga berhentinya ngga lama. Taaapiii.. ketika kereta berhenti di stasiun Purwokerto untuk melakukan hal yang sama, kok saya kepikiran untuk keluar agak jauh untuk membeli minuman. Padahal kan bisa aja ya beli di restorasi kereta. 

Emang dasar ya, kalau lagi apes ya apes aja. Lagian hari sial ngga ada jadwalnya di kalender. Ketika saya memutuskan untuk turun dan beranjak ke luar ke Indomaret, saya pikir waktunya cukuplah untuk membeli minuman dan kembali ke kereta. Apalagi petugas bilang kereta akan berhenti sekitar 25 menit. Entah bagaimana, minuman yang saya beli membutuhkan waktu yang agak lama dan ketika saya keluar untuk melihat situasi ternyata kereta Bengawan yang saya tumpangi sudah jalan. Ya amplop saya ketinggalan kereta! 


Saya bergegas bertanya pada petugas apakah kereta yang baru saja berangkat itu adalah kereta Bengawan. Ternyata benar, waduh saya ketinggalan kereta. Saya pun mengabari kakak saya yang ada di kereta Bengawan bahwa saya baik-baik saja dan akan segera menyusul dengan kereta selanjutnya. 

Petugas mengatakan bahwa kalau mau menyusul kereta lain, masih ada jadwalnya yaitu di jam 15.15 dan 16.30 WIB. Keduanya kereta dengan jurusan Jogjakarta dan Surakarta. Tapi saya masih mau cari alternatif mengejar dengan menggunakan travel atau bus. Sayangnya travel terdekat mengatakan tidak ada jadwal yang melewati Kebumen, sedang bus antar kota adanya malam dan jarak dari stasiun Purwokerto ke terminal cukup jauh. 
Di stasiun Purwokerto


Akhirnya saya putuskan untuk kembali ke stasiun Purwokerto dan memesan kereta ke stasiun Kebumen dengan jadwal pukul 15.15 WIB jurusan Surakarta. Jarak 3 stasiun dari stasiun Purwokerto menuju stasiun Kebumen dengan harga tiket eksekutif Rp140.000,- dua kali lipat harga kereta Bengawan. What a coinsident! 

Beruntungnya saya masih mendapatkan tiket kereta di jam 15.15 WIB untuk segera menyusul ke stasiun Kebumen. Kereta Bengawan yang dinaiki kakak saya tiba terlebih dulu di stasiun Kebumen pukul 15.30 WIB dan kereta yang saya naiki tiba di stasiun Kebumen pukul 16.10 WIB. Oiya, beruntungnya lagi, saya membawa HP ketika turun untuk membeli minuman, jadi saya masih bisa mengabari kakak saya dan membayar tiket kereta susulan dengan M-banking yang ada di HP. Duh ngga kebayang kalau saya hanya membawa uang cash sebesar harga minuman saja tanpa membawa HP. 


Kamipun ke luar stasiun Kebumen untuk menuju rumah sepupu di Gg. Platuk, Jalan Pemuda, Kebumen. Walau sudah ada ojek dan mobil online, tapi kami menaiki becak motor yang sedang mangkal di stasiun. Dengan tarif Rp20.000 bapak becak mengantarkan kami sampai depan rumah. Alhamdulillah akhirnya sampai juga di Kebumen walau dengan sedikit drama, hahaha. 

Cerita selama di Kebumen bersambung di artikel selanjutnya. Terima kasih. 





Berkunjung ke Galeri Demono dan Belajar Styling Kain Nusantara

 Halo sobat Mlaqumlaqu. Siapa yang tidak tahu dengan keanekaragaman wastra/kain di negara kita. Negara Indonesia yang Bhinneka Tunggal Ika ini juga menyimpan banyak koleksi wastra/kain dari berbagai daerah yang bernilai ekonomis. Wastra/kain Nusantara menjadi salah satu jejak kebudayaan yang bernilai sejarah. 

Walau kini mulai jarang yang mengenakan kain, tapi tidak sedikit dari masyarakat kita yang mengoleksi beragam kain Nusantara. Salah satunya adalah Dewi Motik Pramono, seorang model top tanah air di era 70an. Kecintaan beliau akan kain Nusantara terlihat dari koleksi kain beliau yang sampai puluhan lemari dan dipamerkan di Galeri Demono. 

Galeri Demono

Menurut penuturan Moza Pramita anak dari Dewi Motik Pramono ini bahwa kecintaan ibundanya akan kain Nusantara mulai terlihat sejak beliau menekuni dunia model. Seringnya memperagakan berbagai karya desainer ternama dengan kain Nusantara ditambah lagi jadwal shownya yang berkeliling Nusantara membuat beliau selalu menyempatkan diri untuk membeli kain-kain tersebut dari para perajin lokal. 

Galeri Demono, Perjalanan Inspiratif Dewi Motik Pramono

Kesempatan berkunjung ke Galeri Demono saya Terima berkat undangan dari komunitas Moms Video Maker (MVM) tahun 2025 lalu. Kebetulan Galeri Demono sedang menyelenggarakan pameran wastra Nusantara dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke 80. Mengambil tema 80 Kain Indonesia, Dewi Motik ingin memperkenalkan kekayaan wastra Nusantara kepada para pengunjung. Selain itu juga diadakan workshop singkat Kelas Berkain yaitu cara mengenakan/styling kain agar terlihat modis dan chic. 


Namun sebelum mengulas tentang workshop styling kain atau Kelas Berkain ini terlebih dulu saya ingin menceritakan tentang Galeri Demono ini. Berlokasi di pusat kota, tepatnya di Jalan Surabaya No.34-38, Menteng, Jakarta Pusat, Galeri Demono ini mudah dijangkau baik dengan kendaraan umum atau pribadi. 

Ada yang tahu Pasar Antik Jalan Surabaya? Nah lokasi Galeri Demono ini persis di sebrang Pasar Antik Jalan Surabaya. Kalau dari stasiun Cikini berjarak kurang lebih 600 meter, dan saya tempuh dengan berjalan kaki sekitar 10 menit. Apalagi waktu itu hari masih pagi, udara masih belum terlalu terkena polusi dan jalanan sepanjang menuju galeri juga cukup teduh karena banyaknya pepohonan. 

Dari tampak luar, Galeri Demono tampak seperti rumah biasa. Awalnya memang Galeri Demono ini adalah rumah peninggalan Dewi Motik Pramono. Namun seiring berjalannya waktu, rumah tersebut kini menjadi galeri, ruang pamer perjalanan seorang Dewi Motik Pramono. Layaknya seorang seniman, penyair sekaligus juga entrepreneur, beliau sering kali mendokumentasikan tiap perjalanan karirnya. Mulai dari coretan di agenda mereka harian, foto hingga benda-benda yang dikoleksinya, termasuk wastra Nusantara. 


Galeri Demono, walau tidak terlalu luas, tapi saya merasa nyaman di dalamnya. Ada 3 ruangan di Galeri Demono yang dijadikan ruang pamer. Ruang pertama yang saya temui yaitu ruang yang berisi perjalanan karir Dewi Motik. Ruangan yang bercat putih itu tampak ramai dengan koleksi foto-foto dokumentasi perjalanan karir beliau. 

Di ruang kedua terdapat berbagai koleksi pribadi beliau seperti buku, lukisan dan juga kain Nusantara. Kecintaan beliau akan seni lukis terwujud dengan koleksi lukisan maestro pelukis Indonesia Basuki Abdullah, juga lukisan Jeihan, Antonio Blanco, Koempoel Sujatno, Maria Tjui serta I Nyoman Merta. Juga terdapat koleksi kain karya desainer kenamaan Iwan Tirta. 


Sementara itu di ruang ketiga lebih ke koleksi yang menonjolkan sisi feminin seorang Dewi Motik serta mencerminkan pribadi beliau sebagai perempuan Indonesia. Perempuan yang selalu memberikan inspirasi dan motivasi bagi generasi muda saat ini. 

Setelah puas berkeliling melihat ruang pameran, dan sambil menunggu peserta lain datang, kami disuguhi sarapan oleh tuan rumah, mbak Moza.

Kelas Berkain, Styling kain biar tampil modis

Dalam berkain, mbak Nana Listyana yang saat itu turut memberikan materi, menjelaskan tentang jenis kain batik yang ada. Ada kain batik yang ditulis, dicetak, dan diprint. Ketiga jenis ini akan terlihat perbedaannya ketika melihat langsung kainnya. Misalnya saja untuk kain batik yang diprint atau dicetak itu ada perbedaan di dua sisinya. Sedang kalau kain batik yang ditulis itu kedua sisinya sama. 


Begitu juga dengan motif, corak, benang juga ada perbedaan di tiap-tiap daerah. Menarik sekali bila mengulik sejarah perkainan Indonesia ini karena begitu banyak ragamnya. Itulah sebabnya mengapa kain batik tulis atau tenun itu mahal harganya karena proses pembuatannya juga lama menggunakan manual dan dengan ketelitian yang tinggi. 

Ditambahkan pula oleh mbak Moza tidak jarang kain yang diperoleh ibundanya itu berasal dari daerah pelosok. Namun begitu ibu Dewi Motik berusaha untuk membeli dari perajin lokal dan juga teman sesama seniman seperti kain buatan Iwan Tirta, salah satu seniman dan desainer Indonesia ternama. Kain Iwan Tirta tersebut dilukis dan dibuat sendiri oleh sang desainer dan masih terawat dengan baik. 

Di Kelas Berkain tersebut kami diajarkan cara menggunakan kain baik untuk acara formal maupun informal secara sederhana namun cukup mudah, bahkan tanpa alat bantu. Jadi dengan selembar kain kita dapat menjadikan rok tanpa digunting atau dijahit. Para peserta terlihat excited sekali mendengarkan penjelasan dan mempraktekkan penggunaan kain tersebut. 


Kalau selama ini kain hanya dipakai untuk selendang menggendong bayi, ternyata dapat juga terlihat fashionable dan modis. Penggunaan kain ini juga bisa dipadupadankan dengan kebaya atau busana lainnya baik untuk acara formal maupun casual. Selesai mempraktekkan penggunaan kain, seluruh peserta memperagakan dan mendokumentasikannya layaknya model yang berjalan di catwalk.


Senangnya bisa mendapatkan ilmu tentang perkainan Indonesia juga tips dan trik menggunakan kain agar terlihat fashionable dan modis untuk berbagai acara. Selesai acara kami masih disuguhi makan siang dengan menu bakso dan siomay serta es teh sereh yang menyegarkan. Belum lagi pulangnya dapat oleh-oleh produk Wardah dan Teh Botol. 

So sobat Mlaqumlaqu, kapan terakhir kali menggunakan kain sebagai bagian dari fashion/busana kalian? 



Transjakarta Jabodetabek Rute Terbaru, Cobain Yuk!

 Halo sobat Mlaqumlaqu. Sebagai pengguna transportasi umum, sebisa mungkin saya harus update informasi mengenai transportasi. Selain sering menggunakan kereta commuter line, ojek online, saya juga sering menggunakan bus Transjakarta atau akrab disebut Tije. Bukan cuma di Jakarta aja tapi juga di beberapa daerah penyangga ibukota seperti Bekasi dengan TransPatriot, Depok dengan TransKita dan Bogor dengan TransPakuan. 

Sekilas Sejarah Transjakarta

Transjakarta adalah sistem transportasi bus yang berbentuk Badan Usaha Milik Daerah DKI Jakarta yang memiliki jalur khusus dan terintegrasi. Dari info media sosial dan website resmi transjakarta.co.id menyebutkan bahwa pertama kali bus Transjakarta beroperasi secara resmi di tahun 2004. Awalnya pada saat masa pemerintahan Gubernur Sutiyoso tahun 2001 tercetus ide diadakannya BRT (Bus Rapid Transportation) Transjakarta. 

Bus Transjakarta low entry. 
BRT Transjakarta menjadi salah satu sistem transportasi dengan lintasan terpanjang di dunia yaitu 208 km yang resmi beroperasi di 1 Februari 2004 dengan tarif Rp3500,-. Awalnya berbentuk Badan Pengelola dengan Keputusan Gubernur No.110/2003, kemudian berganti menjadi Badan Layanan Umum dibawah Dinas Perhubungan (Dishub) dengan Peraturan Gubernur DKI No.48/2006. Koridor pertama yang dibuka yaitu Koridor 1 yang melayani rute Blok M-Kota dan sebaliknya. 
Logo bus Transjakarta dari masa ke masa. 
Seiring berjalannya waktu perluasan jaringan koridor dan layanan armada semakin bertambah. Mulai dari koridor 9 melayani rute Pluit-Pinangranti PP dan 10 dengan rute PGC Cililitan-Tanjung Priok PP di tahun 2010, lalu koridor 11 dengan rute Kampung Melayu-Pulo Gebang dan 12 rute Tanjung Priok-Pluit di tahun 2011 serta penggantian bus koridor 1 menjadi bus articulated (bus gandeng/tempel). 

Di awal beroperasinya bus Transjakarta menggunakan logo burung elang yang berbeda dengan logo sekarang dan mengalami pergantian logo hingga 5 kali. Logo terakhir yang berwarna biru merupakan logo yang diambil dari pemenang lomba logo Transjakarta karya Fakhri Azmi dan resmi digunakan mulai 11 Oktober 2014 hingga sekarang. 
Logo Transjakarta hasil sayembara
Selain dari segi layanan armada dan koridor, Transjakarta juga mulai menerapkan sistem integrasi pembayaran e-ticket dengan menggunakan Kartu Uang Elektronik (KUE) atau e-money yang berlaku di semua koridor dan terintegrasi dengan bus-bus feeder. 

Transjakarta juga mempunyai layanan Transjakarta Cares yang resmi beroperasi sejak 20 September 2016. Layanan ini digunakan untuk memberikan dukungan bagi penyandang disabilitas yang berlokasi di DKI Jakarta
secara gratis atau tanpa biaya. Juga mulai beroperasinya JakLingko pada 1 Oktober 2018, yaitu sistem integrasi pembayaran pada layanan transportasi Jakarta. 

JakLingko berasal dari kata Jak yang berarti Jakarta dan Lingko yang berarti jejaring atau integrasi. Uniknya kata Lingko diambil dari sistem persawahan tanah adat di Manggarai, Nusa Tenggara Timur. JakLingko mencakup layanan transportasi berbasis jalan yaitu Transjakarta dan berbasis rel yaitu LRT Jakarta dan MRT Jakarta.

Penambahan Koridor dan Rute Terbaru Transjakarta Jabodetabek

Bus Transjakarta yang awalnya hanya mengoperasikan 1 koridor kini bertambah menjadi 14 koridor aktif. Dari bus single, maxi dan gandeng, kini bertambah dengan hadirnya Mikrotrans (angkot) , bus wisata, bus khusus perempuan, Royal Trans dan juga bus listrik sejak tahun 2023.


Semakin banyak animo pengguna transportasi Tije ini, selain menambahkan jumlah armadanya, juga menambahkan rute-rute baru yang bahkan merambah lintas propinsi. Di antara rute-rute tersebut antara lain:
  1. Bekasi: B11, B21, B25, B41, B51
  2. Depok: D11, D21, D41
  3. Bogor: P11
  4. Tangerang Selatan: S11, S21, S22, S61, SH1
  5. Tangerang: T11, T12, T31
Kehadiran Tije TransJabodetabek ini tentu disambut gembira para pengguna di daerah pinggiran Jakarta yang banyak beraktifitas di Jakarta dan sekitarnya, hingga membantu memudahkan akses transportasi umum mereka. 

1. Bekasi. 
Untuk area Bekasi, bus TiJe TransJabodetabek ada 4 rute, yaitu:
  • Transjakarta B11 Bekasi Barat-Cawang. Rute ini beroperasi yaitu mulai 26 September 2022. Melayani 8-12 titik perhentian mulai dari Cawang, BNN, Jatibening, Mega Mall, Kayuringin, RS Mitra Keluarga dan berakhir di Sumarecon, begitu pula sebaliknya. 
    Rute Tije B11

  • Transjakarta B21 Bekasi Timur-Cawang. Rute ini melayani penggunanya sejak Agustus 2022 dengan 17 titik perhentian yang menghubungkan kawasan strategis Bekasi Timur, terminal Bekasi dan Bulak kapal hingga Cawang BNN. 
    Rute Tije B21

  • Transjakarta B25 Bekasi-Dukuh Atas. Dimulai sejak 3 Juli 2025, rute B25 ini melayani pengguna mulai pukul 05.00 WIB hingga 22.00 WIB sama seperti rute lain kecuali rute koridor utama. Total titik perhentian rute ini sebanyak 29 titik, dan melalui jalur tol Becakayu. 
    Rute Tije B25

  • Transjakarta B41 Vida Bekasi-Cawang Sentral. Rute ini mulai melayani penggunanya sejak Mei 2025 dengan titik perhentian 5-6 titik. 
    Rute Tije B41

  • Transjakarta B51 Cawang-Cikarang. Bisa dibilang ini rute terbaru dari Tije TransJabodetabek untuk kawasan Cikarang. Mulai diresmikan pada 11 Februari 2026 di Balaikota oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Rute ini menempuh jarak sepanjang 89 km dengan 11 titik perhentian, 3 titik di wilayah meliputi Cawang Sentral Polypaint, Cawang Sentral, dan Pool Taksi Cawang. Sedangkan 8 titik di luar Jakarta antara lain Hollywood Junction, Kedasih, Kasuari, Living Plaza Cikarang, Boulevard Arade, Jalan Industri Raya 1, Jalan Industri Raya 2, dan Cafe Walk. 
    Rute Tije B51

2. Depok. 
Transjakarta TransJabodetabek yang memiliki rute ke wilayah Depok ada 3 rute, yaitu:
  • Transjakarta D11 Depok-Cawang Sentral via Cibubur. Rute ini terbilang cukup lama melayani pengguna Transjakarta di mana sebelumnya melayani rute Depok-BNN namun dimodifikasi menjadi rute Depok-Cawang Sentral per 1 Agustus 2024. Untuk titik perhentiannya sebanyak 29 titik perhentian. 
    Rute Tije D11

  • Transjakarta D21 Universitas Indonesia-Lebak Bulus. Rute ini melayani mobilitas pengguna area Depok menuju pusat perkantoran di wilayah Jakarta Selatan. Tije D21 ini juga terintegrasi dengan stasiun MRT Lebak Bulus. 
    Rute Tije D21

  • Transjakarta D41 Sawangan-Lebak Bulus via Desari. Untuk rute ini mulai beroperasi resmi pada 4 Juni 2025 dari Sawangan, Depok menuju Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Menempuh jarak sekitar 37 km dengan 20 titik perhentian. Sama seperti rute Tije D21, rute ini juga terintegrasi dengan stasiun MRT Lebak Bulus. 
Rute Tije DD41
3. Bogor. 
Transjakarta P11 Blok M-Bogor. Rute ini terbilang baru, mulai beroperasi sejak 5 Juni 2025 via tol Jagorawi dari terminal Blok M dan berakhir di halte Botani Square, Bogor PP. Tije P11 melayani mulai pukul 05.00 WIB hingga 22.00 WIB. Adapun titik pemberhentiannya sebanyak 22 titik, 13 diantaranya halte dan 9 bus stop dengan waktu tunggu (headaway) sekitar 15 menit. Tije TransJabodetabek ini untuk mengakomodir kebutuhan pengguna TiJe di wilayah Cibubur, Citeureup, Sentul dan Bogor.
Rute Tije P11

 
4. Tangerang Selatan. 
Layanan Tije di wilayah Tangerang Selatan, khususnya di Serpong ini merupakan perluasan jangkauan transportasi publik ke daerah penyangga. Layanan ini
memiliki 4 rute Tije TransJabodetabek, yaitu:
  • Transjakarta S11 BSD (Serpong) -Jelambar. Rute ini mulai aktif sejak 26 Mei 2016 dan mengalami modifikasi rute hingga sekarang. 
    Rute Tije S11

  • Transjakarta S21 Ciputat-CSW. Pertama kali tercetus rute ini di 8 Agustus 2022 dengan rute awal Ciputat-Tosari. Sejak 2024 mengalami modifikasi menjadi rute yang sekarang. 
    Rute Tije S21

  • Transjakarta S22 Ciputat-Kampung Rambutan. Beroperasi pertama kali pada 26 September 2022.
    Rute Tije S22

  • Transjakarta S61 Alam Sutra-Blok M. Rute ini secara resmi berlaku pada 24 April 2025 sebagai bagian dari perluasan layanan Poris Plawad. Selain itu juga untuk mengakomodir pengguna transportasi umum khususnya bus Tije dan meminimalisir penggunaan kendaraan pribadi. 
    Rute S61 di halte Slipi Petamburan. 

5. Tangerang. 
Selain Tangerang Selatan, wilayah Tangerang juga mendapatkan layanan Tije TransJabodetabek untuk memenuhi kebutuhan penggunanya yang juga banyak beraktifitas di wilayah Jakarta. Untuk layanan ini, terdapat 4 rute Tije TransJabodetabek, antara lain:
  • Transjakarta SH1 Perkantoran Soekarno Hatta-Kalideres. Awal mula rute ini diuji coba pada 5 Juli 2023 dan masih terbatas dengan tarif Rp0,-. Lalu disesuaikan operasionalnya di bulan Mei 2924 dan resmi beroperasi per 19 Juni 2024.
    Rute Tije SH1

  • Transjakarta T11 Poris Plawad-Petamburan. Satu lagi rute Tije TransJabodetabek yang menggunakan bus low deck/low entry yaitu T11 yang melayani rute Poris Plawad, Tangerang sampai halte Slipi Petamburan. Sebelumnya rute ini berakhir di Bunderan Senayan namun seiringnya waktu mengalami modifikasi hingga sampai halte Slipi Petamburan. 
    Rute Tije T11

  • Transjakarta T12 Poris Plawad-Juanda. Untuk pengguna Tije dari arah Juanda, Pecenongan yang ingin menuju Poris Plawad, Tangerang dapat menggunakan rute T12 ini. 
    Rute Tije T12

  • Transjakarta T31 PIK 2-Blok M. Kalau dulu mau ke wilayah Pantai Indah Kapuk, banyak orang yang kesulitan akan akses transportasinya. Tapi sejak beroperasinya rute Tije T31 yang melayani jurusan PIK2-Blok M memudahkan mereka yang beraktifitas di area PIK 2 setiap harinya. 

    Rute Tije T31

    Bus Transjakarta rute T31 di halte Senayan Bank DKI

Pengalaman Naik Tije TransJabodetabek

Sebagai transportasi umum, bus Tije telah menemani aktifitas saya sejak awal beroperasi di tahun 2004. Saya merasakan sekali perkembangan transportasi umum bus ini yang jauh lebih baik dari puluhan tahun sebelum adanya Transjakarta ini. 

Di dalam bus Transjakarta
Dari yang jenis metromini, komilet, kopaja yang seringkali saya mendapatkan supir yang ugal-ugalan yang tidak mengindahkan keselamatan penumpangnya, hingga lahirnya era bus Transjakarta ini. Selain tarifnya yang terjangkau Rp3.500,- pelayanannya yang memanusiakan baik dari pramudi maupun pramusapanya. 
Kondisi bus yang nyaman ditumpangi

Belum lagi kondisi busnya yang berpendingin udara, kursinya yang nyaman serta halte-halte perhentian yang representatif. Walau masih ada satu dua hal yang masih harus ada perbaikan, tapi sejauh ini saya merasa nyaman menggunakan bus Transjakarta. Sebagai pengguna Transjakarta, sudah seharusnya kita juga menjaga transportasi umum kita bersama. 

Dari ke 5 wilayah yang dilayani rute Transjakarta TransJabodetabek ini, rute mana saja yang sering sobat naiki? Share di kolom komentar, ya?