Halo sobat Mlaqumlaqu. Ketika saat hiruk-pikuk harian rasanya bikin dada sedikit sesak, ingin rasanya menepi sejenak. Layar gawai yang terus menyala, ritme hidup yang serba cepat, sampai rasanya kita lupa kapan terakhir kali benar-benar bernapas lega.
Kalau sobat merasakan hal yang sama, mungkin ini tandanya sobat perlu sejenak "kabur" untuk menyapa diri sendiri lagi. Dan tempat yang cocok untuk itu rasanya pas banget buat misi recharging ini yaitu yaitu Tajur Katineung.
Lanskap Pedesaan yang Bikin "Hening" di Kaki Gunung
Tersembunyi di balik lanskap Purwakarta, Tajur Katineung ini ibarat hidden gem yang sengaja disimpan rapi oleh alam. Begitu sampai, impresi pertamanya bukan cuma sekadar "bagus", tapi menenangkan.
Berlokasi di kampung Tajur, desa Pesanggrahan, kecamatan Bojong, Purwakarta, tepat di kaki gunung Burangrang, dengan view persawahan dan pegunungan nan asri.
Untuk menuju ke lokasi Tajur Katineung, sobat harus menyiapkan kendaraan yang prima. Jalanannya agak menyempit dan naik turun dengan pemandangan yang indah. Selain itu, akses jalan hanya bisa dilalui oleh satu mobil. Jadi pastikan kendaraan dalam kondisi yang prima agar sampai dengan aman dan selamat.
Pandangan mata langsung dimanjakan oleh hamparan persawahan hijau yang membentang luas, dibingkai bukit-bukit samar di kejauhan. Bangunan penginapannya mengusung arsitektur bernuansa kayu dan tradisional yang menyatu sempurna dengan lanskap sekitarnya.
Di Tajur Katineung ini terdapat 3 jenis penginapan yang disewakan. Ada saung kecil sebanyak 3 buah, saung besar 5 buah dan 1 buah saung Eksklusif. Untuk fasilitas juga cukup lengkap seperti parkir mobil, toilet dan mushola juga ruang pertemuan.
Di Tajur Katineung ini jauh dari hiruk pikuk keramaian kota. Yang ada gesekan dedaunan dan padi yang tertiup angin, gemericik air mengalir dan suara jangkrik serta burung yang sahut-menyahut. Self-care itu gak selalu tentang perawatan mahal di kota. Kadang, self-care bentuknya sesederhana duduk santai di teras kayu, menyeruput kopi hangat, sambil membiarkan pikiran kita beristirahat dari tumpukan to-do list.
Lambat yang Menyembuhkan
Satu hal yang paling saya suka dari Tajur Katineung adalah atmosfernya yang mengajak kita untuk slow down. Pagi hari yang rasanya magis. Bangun tidur, buka pintu, kabut tipis masih menggantung di atas hamparan sawah. Udara dinginnya masuk ke paru-paru, segar dan bersih sekali. Rasanya melambatkan ritme hidup beberapa jam saja di sini bisa bikin energi yang terkuras terkumpul kembali.
Aktivitasnya pun santai banget. Kamu bisa jalan kaki berkeliling antar saung dengan petak-petak sawah di pagi hari. Atau membaca buku favorit di gazebo atau di pinggir sawah dengan angin sepoi-sepoi.
Persawahan yang berada di antara saung-saung ini hasil panen padinya khusus dikonsumsi untuk para tamu yang menginap. Bosan di kamar sobat bisa duduk santai di taman dengan pemandangan persawahan yang kehijauan.
Tips Kecil saat Berkunjung
Buat kamu yang berniat menepi ke Tajur Katineung dalam waktu dekat, ada beberapa catatan kecil nih:
Bawa Baju Hangat. Karena lokasinya yang asri dan dekat alam, udara malam sampai pagi tergolong lumayan dingin.
Siapkan Buku / Playlist Favorit. Tempat ini cocok banget buat kamu yang mau menikmati me-time berkualitas atau sekadar berbincang hangat tanpa terburu-buru.
Luapkan Rasa Ingin Tahu. Sempatkan jalan-jalan kecil ke area sekitar penginapan, karena lanskap pedesaannya benar-benar memanjakan mata di setiap sudut. Belum lagi pemandangan rumah-rumah tradisional yang berupa rumah panggung yang masih dipertahankan.
Catatan Penutup
Perjalanan kali ini mengingatkan saya lagi, bahwa terkadang kita gak butuh petualangan yang ekstrem untuk merasa pulih. Cukup satu tempat tenang, suasana desa yang jujur, dan waktu untuk benar-benar hadir di saat ini.
Jadi, kapan terakhir kali kamu membiarkan dirimu istirahat tanpa rasa bersalah? Kalau jadwalmu sudah terlalu padat, mungkin ini saatnya memasukkan Tajur Katineung, Purwakarta ke dalam daftar rehatmu berikutnya.

Tidak ada komentar
Posting Komentar
Hai..Terima kasih sudah mampir di blog saya. Tolong tinggalkan komen dengan bahasa yang santun, No Sara, No Politik.