Hai Hai sobat Mlaqumlaqu. Kalau selama ini saya ikut walking tour atau city tour di kota Jabodetabek, kali ini saya ikut di kota Sukabumi. Pas banget waktu itu ada info dari akun instagram @sukabumi.tourism yang mau ngadain city tour. Sayangnya yang batch 3 saya kelewat infonya, pas mau daftar eh udah tutup.
Untungnya mereka buka lagi pendaftaran untuk batch 4 dan saya buru-buru daftar deh. Alhamdulillah kali ini saya terpilih jadi salah satu pesertanya. Senang banget akhirnya kesempatan ikutan city tour di kota Sukabumi bisa tercapai.
Sukabumi City Tour Batch 4
Sukabumi City Tour yang diadakan oleh Sukabumi Tourism ini merupakan program yang dilaksanakan oleh seksi promosi dan pariwisata dari Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (disporapar) Kota Sukabumi. Program ini sebelumnya telah dilakukan sebanyak 3x dan untuk Batch 4 ini merupakan yang terakhir dari program di bulan Juli.
Sukabumi City Tour Batch 4 diadakan pada hari Minggu (5/07) dengan titik kumpul di Balaikota Sukabumi. Untuk yang berdomisili di luar kota Sukabumi seperti saya, tentu sudah harus menyiapkan diri untuk berburu tiket kereta, demikian juga dengan saya. Sayangnya karena sudah beberapa hari jelang acara, saya dan beberapa peserta lain ngga kebagian tiket kereta. Akhirnya kami memutuskan untuk menyewa mobil Hi Ace dari Bogor menuju Sukabumi pulang pergi. Di hari H acara, tepatnya Minggu pagi jam 6.45 rombongan kami berangkat dengan titik kumpul di area parkir Perpustakaan Daerah Kota Bogor. Kebetulan lokasinya dekat dengan stasiun Bogor.Menempuh perjalanan sekitar 2 jam, kami pun tiba di Balaikota Sukabumi sekitar pukul 8.10 pagi. Setelah melakukan registrasi kami segera memasuki lokasi acara. Tampak Bobby Maulana selaku Wakil Walikota Sukabumi hadir menyambut kami para peserta Sukabumi City Tour sekaligus membuka acara.
Di Sukabumi City Tour Batch 4 ini, para peserta akan diajak untuk berkeliling ke beberapa tempat wisata diantaranya yaitu Pesantren Al Fath, Lembaga Kaligrafi Al Qur'an (Lemka), Wayang Sukuraga dan Soekabumi Tempo Doeloe, juga tidak lupa mengunjungi pusat oleh-oleh mochi Kaswari yang berkolaborasi dengan Aldi Taher yaitu Aldi's mochi.
Sehari di Sukabumi, dari Pesantren, Kaligrafi hingga Wayang Sukuraga
Di PonPes Al Fath ini juga menjadi tempat Padepokan pencak silat Prabu Siliwangi dan Museum Prabu Siliwangi. Terdapat berbagai artefak kuno yang masih terawat serta peninggalan keris kujang yang dari situ kami mendapatkan pelajaran mengenai sejarah Sunda serta filosofi dibalik keris kujang sebagai simbol kebijaksanaan, kehormatan dan tanggung jawab.
Setelah dari PonPes Al Fath, perjalanan lanjut ke destinasi berikutnya yaitu ke Lemka atau Lembaga Kaligrafi Al Qur'an. Berlokasi di Jalan Bhinneka Karya No. 53, Karamat, Kec. Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, Lemka ini menjadi pusat pendidikan dan pelatihan kaligrafi yang telah berdiri selama 37 tahun.
Di Lemka ini santri diarahkan untuk menciptakan para khattat, pelukis kaligrafi, dan guru khat yang mahir dan berwawasan seni Islam yang luas, berani tampil berkompetisi dalam event-event lomba kaligrafi Nasional, ASEAN, dan Internasional, dan mampu menciptakan lapangan kerja dari usaha kaligrafi.Tak terasa hari menjelang siang. Sebelum lanjut ke destinasi berikutnya kami sempatkan dulu untuk makan siang. Setelah itu menuju Wayang Sukuraga, wayang khas Sukabumi yang terkenal hingga ke mancanegara. Wayang yang diciptakan oleh budayawan Sukabumi Fendi yang tokoh-tokohnya berasal dari anggota tubuh manusia. Selaku pencipta Wayang sukuraga, beliau mengingatkan bahwa sejatinya setiap anggota tubuh adalah amanah yang diciptakan untuk berbuat kebajikan.
Ketika manusia menggunakannya untuk merusak, maka sesungguhnya ia telah mengkhianati tujuan penciptaannya. Nilai-nilai tersebut juga diperkaya dengan penambahan alunan khas Karawitan. Pak Fendi yang menyambut dengan ramah juga berpesan pada generasi muda untuk terus tetap menjaga dan merawat kebudayaan asli Indonesia.
Selesai melihat langsung pertunjukan wayang Sukuraga yang dibawakan oleh budayawan Fendi yang berlokasi di Rumah Budaya Sukuraga di Jalan Sukakarya, Kec. Warudoyong, Kota Sukabumi. Rumah sekaligus galeri seni Wayang Sukuraga ini kerap memamerkan hasil karya beliau dan juga pementasan kecil Wayang Sukuraga.
Hari jelang sore, tanpa terasa kami segera menuju destinasi terakhir namun sebelumnya kami mampir ke pusat oleh-oleh khas Sukabumi yaitu mochi Kaswari yang berkolaborasi dengan Aldi Taher yaitu Aldi's mochi.
Selanjutnya menuju Festival Soekaboemi Tempo Doeloe yang berada di Wisma Wisnu Wardhani atau Secret Village di Jalan Bhayangkara, Selabatu, Kec. Cikole, Kota Sukabumi. Festival ini merupakan sebuah perjalanan lintas waktu yang menghubungkan masyarakat dengan akar sejarah daerahnya. Juga masyarakat diajak memahami proses panjang yang membentuk Kota Sukabumi hingga menjadi seperti saat ini.
Seharian di Sukabumi dan mengikuti program Sukabumi City Tour, rasanya masih kurang. Namun destinasi yang dikunjungi banyak memberikan insight yang bermanfaat. Kayaknya harus balik lagi untuk eksplor kota Sukabumi dengan destinasi yang berbeda.




















Tidak ada komentar
Posting Komentar
Hai..Terima kasih sudah mampir di blog saya. Tolong tinggalkan komen dengan bahasa yang santun, No Sara, No Politik.