Kampung Wisata Parakanceuri Purwakarta, Ada Kopi Enak di Sana

 Halo sobat Mlaqumlaqu. Masih cerita dari Purwakarta, nih. Setelah puas mengikuti kegiatan river tubing yang walaupun hujan dan cukup effort menuju lokasi, tapi sungguh terbayar dengan pengalaman yang mengesankan. Kami menyempatkan diri untuk menikmati pemandangan indah serta mengintip pemberdayaan masyarakat di Kampung Wisata Parakanceuri sambil menikmati hidangan sederhana yang luar biasa nikmat. 

Kampung wisata Parakanceuri. 

Kampung Wisata Parakanceuri

Kampung wisata Parakanceuri berlokasi di Desa Pusakamulya, Kecamatan Kiarapedes, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat dan memiliki luas wilayah 40,8 hektar. Kontur wilayahnya berupa dataran rendah rendah hingga perbukitan, dengan bentang alam yang didominasi area persawahan, kebun, aliran sungai, dan perkampungan tradisional. Kondisi alam yang masih asri ini sangat mendukung berbagai aktivitas wisata alam dan edukasi.

Kampung wisata Parakanceuri
Untuk akses menuju lokasi Kampung wisata Parakanceuri ini termasuk mudah melalui jalur darat dari pusat kota Purwakarta. Kondisi jalannya beraspal sepanjang perjalanan, cukup nyaman dilalui baik oleh kendaraan roda dua atau empat. Hanya saja beberapa titik ada yang kondisi jalannya menyempit yang hanya dapat dilalui kendaraan roda dua atau berjalan kaki. Tapi semua itu justru menambah daya tarik wisata dengan pemandangan alam di kiri kanan jalan. 

Kampung wisata Parakanceuri
Ditilik dari namanya, nama Parakanceuri berasal dari dua suku kata, Parakan, dari kata "marak", yaitu cara menangkap ikan di sungai dengan tangan kosong, menggunakan tumpukan batu atau parit. Sedangkan Ceuri, berasal dari nama pohon Ceuri, karena kegiatan menangkap ikan tersebut dilakukan di bawah pohon tersebut. 

Selain pemberdayaan alam dengan menjadikan kampung wisata, potensi Parakanceuri juga terdapat pada budayanya, masyarakatnya dan produk UMKM yang dihasilkan. Dari penjelasan Kang Agus selaku Penggagas Kampung wisata Parakanceuri ini bahwa mereka memiliki beberapa kegiatan wisata yang diperuntukkan bagi wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. 

Produk UMKM Kampung wisata Parakanceuri
Adapun asal muasal menjadi Kampung wisata adalah berawal dari inisiatif masyarakat yang mengadakan berbagai program kepedulian lingkungan, seperti perlombaan Buruan Geulis atau halaman cantik, serta perlombaan hias gapura. Hingga pada tanggal 23 Juli 2023 upaya tersebut mendapat perhatian dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang membawa program nasional Ecovillage untuk diterapkan di berbagai daerah di Indonesia. 

Dalam pelaksanaannya, setiap desa diberikan identitas ecovillage masing-masing, dan kampung ini ditetapkan dengan nama Ecovillage Jagat Resik sekaligus ditunjuk sebagai kampung bersih. Sejak saat itulah  kegiatan bersama DLH terus berlanjut hingga sekarang. Salah satu kegiatan yang menjadi ciri khas dan menandakan keberlanjutan ecovillage yaitu usur sungai, yang juga dimanfaatkan sebagai media edukasi lingkungan bagi pengunjung wisata. 

Ada Apa Aja di Kampung Wisata Parakanceuri

Perkembangan kampung wisata ini mulai terlihat sejak 26 Agustus 2023, ditandai dengan kedatangan wisatawan, termasuk wisatawan mancanegara, dan terus berlanjut hingga saat ini. Adapun kegiatan wisata yang dapat dilakukan di Kampung wisata Parakanceuri ini, yaitu:

  1. Wisata Alam dan Jelajah Kampung, di mana pengunjung dapat menyusuri area persawahan, kebun, dan lingkungan perkampungan Parakanceuri sambil menikmati suasana alam yang masih asri serta mengenal kehidupan masyarakat setempat
  2. Camping dan Kegiatan Luar Ruang, seperti kegiatan berkemah di area alam terbuka kampung Parakanceuri yang menjadi salah satu daya tarik, terutama bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana pedesaan dan kegiatan kebersamaan di alam.
  3. Wisata Edukasi Pertanian, pengunjung dapat mengikuti aktivitas pertanian seperti menanam, merawat, hingga memanen hasil pertanian, sekaligus belajar tentang sistem pertanian tradisional dan ramah lingkungan.
  4. Ngagobyag, yaitu menangkap ikan secara bersama-sama di perairan dangkal, menjadi pengalaman khas yang melibatkan interaksi langsung dengan masyarakat kampung Parakanceuri.
  5. Wisata Budaya dan Sosial, di sini wisatawan dapat mengenal adat, tradisi, dan nilai gotong royong masyarakat melalui kegiatan sosial, cerita lokal, serta partisipasi dalam aktivitas kampung Parakanceuri.
  6. Wisata Kuliner dan UMKM, pengunjung dapat menikmati makanan khas kampung Parakanceuri serta mengenal produk UMKM lokal sebagai bagian dari pengalaman wisata.
  7. Live In dan Edukasi Sosial, yaitu program tinggal bersama warga (live in) yang memungkinkan wisatawan merasakan kehidupan sehari-hari masyarakat kampung Parakanceuri dan mempererat interaksi. 
River tubing, wisata alam di Kampung wisata Parakanceuri
Selain ke tujuh kegiatan wisata tersebut, juga ada kegiatan rutin dan tahunan yaitu:
  • Susur Sungai, yaitu pembersihan sampah di area sungai kampung Parakanceuri
  • Penanaman pohon, upaya menjaga kelestarian alam dengan menanam berbagai jenis pohon, seperti pohon manggis, duren dan jeruk
  • Pemeliharaan mata air, seminggu sekali melakukan pembersihan dan pemeliharaan mata air. Adapun sumber mata air kampung Parakanceuri ada 6 Ciguluguk, Cijiwa, Kisapi, Cibaturengat, Ciceuri, dan Cinangsi
  • Edukasi serta pemeliharaan sampah dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan dan pelestarian lingkungan. 
Biji kopi produksi Poesaka Kopi

Sebagian kebun kopi di Kampung wisata Parakanceuri

Pada kesempatan one day trip itu hujan terus-menerus mengguyur. Selesai berkegiatan river tubing di Sungai Cikondang kami hanya sempat mampir ke perkebunan dan produksi kopi, Poesaka Kopi. Lokasinya tidak terlalu jauh dari tempat kami beristirahat makan siang. 
Biji kopi yang sudah di roasting

Produksi Poesaka Kopi yang berada di bawah naungan Koperasi Giri Poesaka ini merupakan salah satu kopi terbaik yang ada di Purwakarta. Perkebunan kopi yang terhampar di kampung Parakanceuri ini menjadi salah satu mata pencaharian masyarakat setempat. Adapun jenis kopi yang ditanam adalah jenis kopi robusta dan arabika. Sayangnya baru sekitar 95 hektar lahan yang dimanfaatkan untuk perkebunan kopi. Padahal luas lahan keseluruhan mencapai 300an hektar. Harapannya kedepannya akan lebih diperluas lagi agar produksi kopi bisa dapat lebih besar.

Rumah produksi Poesaka Kopi Purwakarta

Poesaka Kopi Purwakarta

Di Poesaka Kopi, kita ngga cuma bisa membeli produk kopi yang dihasilkan, tapi juga bisa mencicipinya. Ketika saya berkunjung ke sana, pas banget hujan dan menikmati nikmatnya kopi arabika dengan pemandangan hamparan kebun kopi. Pengunjung dapat melihat juga proses penggilingan biji kopi menjadi kopi bubuk dengan tingkat kehalusan yang diinginkan. 

Saya pun berhasil membawa pulang sekantong kopi bubuk 100gr Robusta untuk oleh-oleh seharga Rp30.000,- Puas bermain river tubing, makan nasi liwet ramai-ramai atau ngebotram dan jelang sore menikmati kopi, sayangnya kami harus mengakhiri perjalanan hari itu. 

Mesin penggiling kopi di Poesaka kopi Purwakarta

Poesaka kopi Purwakarta

Purwakarta ternyata bukan cuma soal Sate Maranggi. Sungai Cikondang dan Kampung Wisata Parakanceuri adalah bukti kalau kita nggak perlu terbang jauh ke luar pulau untuk merasakan petualangan yang berkesan.
Jadi, kapan kalian terakhir kali berpetualang?Kalau sobat Mlaqumlaqu punya rekomendasi hidden gem lain di Purwakarta, tulis di komentar, ya? 

Nikmatnya seduhan kopi di Poesaka kopi Purwakarta

Anjangsana Kompasianer ke Poesaka kopi Purwakarta





2 komentar

  1. Cocok jadinya Parakanceuri ini jadi Kampung Wisata, karena potensinya terbilang banyak buat dieksplorasi, baik itu soal alamnya, tujuannya hingga minuman dan makanan yang unik

    BalasHapus
  2. wah malah baru tahu ada kampung wisata Parakanceuri
    Asyiknya gabung dengan kegiatan Kompasiana emang seperti itu ya?
    Banyak yang semula kita tak tahu
    Apalagi ke Parakanceuri ini kita gak sekadar senang-senang, tapi juga dapat ilmu baru

    BalasHapus

Hai..Terima kasih sudah mampir di blog saya. Tolong tinggalkan komen dengan bahasa yang santun, No Sara, No Politik.